Jumat, 06 Agustus 2021

Buddha berbicara, sulit menemukan orang lain yang bicara sebanyak Buddha. Para sarjana telah mempelajari semua kitab suci yang ada, yang mengatasnamakan Buddha. Tampaknya pencapaian berbicara sebanyak itu mustahil, karena setelah pencerahannya, Buddha hanya hidup selama empat puluh tahun, berjalan dari satu desa ke desa lainnya. Buddha berjalan di seluruh Bihar. Nama Bihar datang karena Buddha berjalan di sana. Bihar berarti jalan pengembaraan Buddha. Seluruh provinsi disebut Bihar karena ini adalah batas tempat Buddha berjalan, Biharnya, pengembaraannya.Buddha terus berjalan. Hanya di musim hujan Buddha beristirahat. Begitu banyak waktu yang terbuang untuk berjalan. Kemudian Buddha juga harus tidur. Jadi para sarjana telah menghitung waktu berbicara Buddha. Mereka berkata, "Ini sepertinya tidak mungkin. Kapan Buddha tidur, berjalan dan melakukan rutinitas sehari-hari lainnya?" Ada begitu banyak kitab suci, bagaimana Buddha bisa berbicara begitu banyak? Semua kitab suci ini hanya bisa ada jika Buddha terus berbicara selama empat puluh tahun, tanpa jeda sesaat pun. Hanya dengan begitu kitab suci sebanyak ini bisa dikatakan oeh Buddha. Buddha pasti sudah banyak bicara, secara terus-menerus, tetapi tetap saja Buddha bilang kuncinya tidak bisa disampaikan lewat kata-kata.Kisah ini adalah salah satu yang paling penting, karena dari sinilah tradisi Zen diturunkan. Buddha adalah sumbernya, dan Mahakashyap adalah master yang pertama, master asli Zen. Buddha adalah sumbernya, Mahakashyap adalah guru pertama, dan cerita ini adalah sumber dari mana seluruh tradisi -salah satu tradisi yang paling indah yang hidup dan ada di bumi, tradisi Zen- dimulai.Coba pahami cerita ini. Buddha datang pada suatu pagi, dan seperti biasa banyak orang berkumpul, banyak orang menunggu untuk mendengarkannya. Tapi satu hal yang tidak biasa, Buddha membawa bunga di tangannya. Belum pernah Buddha membawa apapun di tangannya. Orang-orang berpikir bahwa seseorang pasti telah memberikan bunga itu kepadanya.Buddha datang, duduk di bawah pohon. Orang banyak menunggu dan menunggu, dan Buddha tidak mau berbicara. Buddha bahkan tidak melihat mereka, hanya terus melihat bunga itu. Menit berlalu, berjam-jam berlalu, dan orang-orang menjadi sangat gelisah.Dikatakan bahwa Mahakashyap tidak bisa menahan diri. Dia tertawa keras. Buddha memanggilnya, memberinya bunga dan berkata kepada orang banyak yang berkumpul, "Apa pun yang dapat dikatakan melalui kata-kata, telah Kukatakan kepadamu, dan apa yang tidak dapat dikatakan melalui kata-kata, kuberikan kepada Mahakashyap. Kuncinya tidak dapat dikomunikasikan secara lisan. Kuberikan kuncinya secara langsung kepada Mahakashyap."Inilah yang disebut oleh para ahli Zen sebagai pemindahan kunci tanpa kitab suci, melampaui kitab suci, melampaui kata-kata, melampaui pikiran. Buddha memberikan bunga itu kepada Mahakashyap dan tidak ada yang bisa mengerti apa yang terjadi. Baik Mahakashyap maupun Buddha tidak pernah mengomentarinya lagi. Seluruh bab ditutup. Sejak itu, di Cina, di Tibet, di Thailand, di Burma, di Jepang, di Ceylon, di mana-mana, umat Buddha telah bertanya selama dua puluh lima abad ini, "Apa yang diberikan kepada Mahakashyap? Apa kuncinya?"Seluruh cerita tampaknya sangat esoteris. Buddha tidak tertutup. Ini adalah satu-satunya kejadian. Buddha adalah makhluk yang sangat rasional, berbicara secara rasional, tidak gila, berargumen secara rasional, dan logikanya sempurna. Engkau tidak dapat menemukan celah di dalamnya. Ini adalah satu-satunya kejadian di mana Buddha berperilaku tidak logis, di mana Buddha melakukan sesuatu yang misterius. Buddha sama sekali bukan pria misterius. Engkau tidak akan dapat menemukan master lain yang tidak misterius selain Buddha.Yesus sangat misterius, Lao Tzu benar-benar misterius. Buddha itu polos, transparan, tidak ada misteri yang mengelilinginya, tidak ada kabut di sekelilingnya. Nyala apinya menyala dengan jernih dan terang, benar-benar transparan, tanpa asap. Kejadian ini adalah satu-satunya hal yang tampak misterius, maka banyak kitab suci Buddhis tidak pernah menceritakan anekdot ini, mereka membuangnya. Mereka berpikir sepertinya seseorang telah menciptakannya. Cerita itu tidak masuk akal dengan kehidupan dan ajaran Buddha.Tapi bagi Zen inilah asal usulnya. Mahakashyap menjadi pemegang kunci pertama. Kemudian enam pemegang berturut-turut ada di India, hingga Bodhidharma. Bodhidharma adalah pemegang kunci keenam, dan kemudian dia mencari dan mencari di seluruh India tetapi dia tidak dapat menemukan seorang manusia dengan kemampuan Mahakashyap, seorang manusia yang dapat memahami keheningan. Dia harus meninggalkan India hanya untuk mencari orang yang dapat diberikan kunci itu. Jika tidak, kuncinya akan hilang.OSHOA Bird on the WingBuddha talked -- it's difficult to find another person who talked so much. Scholars have been studying all the scriptures in existence that are in the name of Buddha, and it seems an impossible accomplishment because after his enlightenment he lived only forty years, walking from one village to another. He walked all over Bihar, and the name Bihar comes because Buddha walked there. Bihar means the walking paths of Buddha. The whole province is called Bihar because this is the boundary where Buddha walked -- his Bihar, his wanderings.He continually walked; only in the rainy season did he rest. So much time was wasted in walking, and then also he had to sleep. So scholars have been calculating; they say, "This seems impossible. Sleeping, walking, doing other daily routines -- there are so many scriptures, how could he have talked so much? If he was continuously talking for forty years, without a gap of a single moment, only then could this much have been talked. He must have talked so much -- continuously -- yet still he says the key cannot be conveyed through words.This story is one of the most significant ones, because from this was passed the tradition of Zen. Buddha was the source, and Mahakashyap was the first, the original master of Zen. Buddha was the source, Mahakashyap was the first master, and this story is the source from where the whole tradition -- one of the most beautiful and alive that exists on earth, the tradition of Zen -- started.Try to understand this story. Buddha came one morning, and as usual a crowd had gathered, many people were waiting to listen to him. But one thing was unusual -- he was carrying a flower in his hand. Never before had he carried anything in his hand. People thought that someone must have presented it to him. Buddha came, he sat under the tree.The crowd waited and waited and he would not speak. He wouldn't even look at them, he just went on looking at the flower. Minutes passed, then hours, and the people became very much restless.It is said that Mahakashyap couldn't contain himself. He laughed loudly. Buddha called him, gave him the flower and said to the gathered crowd, "Whatsoever can be said through words I have said to you, and that which cannot be said through words I give to Mahakashyap. The key cannot be communicated verbally. I hand over the key to Mahakashyap."This is what Zen masters call transference of the key without scripture -- beyond scripture, beyond words, beyond mind. He gave the flower to Mahakashyap, and nobody could understand what happened. Neither Mahakashyap nor Buddha ever commented upon it again. The whole chapter was closed. Since then, in China, in Tibet, in Thailand, in Burma, in Japan, in Ceylon -- everywhere Buddhists have been asking for these twenty-five centuries, "What was given to Mahakashyap? What was the key?"The whole story seems to be very esoteric. Buddha was not secretive; this was the only incident.... Buddha was a very rational being. He talked rationally, he was not a mad ecstatic, he argued rationally, and his logic was perfect -- you could not find a loophole in it. This was the only incident where he behaved illogically, where he did something which was mysterious. He was not a mysterious man at all. You cannot find another master who was less mysterious.Jesus was very mysterious, Lao Tzu was absolutely mysterious. Buddha was plain, transparent; no mystery surrounds him, no smoke is allowed. His flame burns clear and bright, absolutely transparent, smokeless. This was the only thing that seemed mysterious; hence many Buddhist scriptures never relate this anecdote, they have simply dropped it. It seemed as if someone had invented it. It didn't make any sense with Buddha's life and teaching.But for Zen this is the origin. Mahakashyap became the first holder of the key. Then six holders in succession existed in India, up to Bodhidharma; he was the sixth holder of the key, and then he searched and searched all over India but he couldn't find a man of the capability of Mahakashyap -- a man who could understand silence. He had to leave India just in search of a man to whom the key could be given; otherwise the key would be lost.OSHOA Bird on the WingPicture courtesy: Pinterest

Buddha berbicara, sulit menemukan orang lain yang bicara sebanyak Buddha. Para sarjana telah mempelajari semua kitab suci yang ada, yang mengatasnamakan Buddha. Tampaknya pencapaian berbicara sebanyak itu mustahil, karena setelah pencerahannya, Buddha hanya hidup selama empat puluh tahun, berjalan dari satu desa ke desa lainnya. Buddha berjalan di seluruh Bihar. Nama Bihar datang karena Buddha berjalan di sana. Bihar berarti jalan pengembaraan Buddha. Seluruh provinsi disebut Bihar karena ini adalah batas tempat Buddha berjalan, Biharnya, pengembaraannya.

Buddha terus berjalan. Hanya di musim hujan Buddha beristirahat. Begitu banyak waktu yang terbuang untuk berjalan. Kemudian Buddha juga harus tidur. Jadi para sarjana telah menghitung waktu berbicara Buddha. Mereka berkata, "Ini sepertinya tidak mungkin. Kapan Buddha tidur, berjalan dan melakukan rutinitas sehari-hari lainnya?" Ada begitu banyak kitab suci, bagaimana Buddha bisa berbicara begitu banyak? Semua kitab suci ini hanya bisa ada jika Buddha terus berbicara selama empat puluh tahun, tanpa jeda sesaat pun. Hanya dengan begitu kitab suci sebanyak ini bisa dikatakan oeh Buddha. Buddha pasti sudah banyak bicara, secara terus-menerus, tetapi tetap saja Buddha bilang kuncinya tidak bisa disampaikan lewat kata-kata.

Kisah ini adalah salah satu yang paling penting, karena dari sinilah tradisi Zen diturunkan. Buddha adalah sumbernya, dan Mahakashyap adalah master yang pertama, master asli Zen. Buddha adalah sumbernya, Mahakashyap adalah guru pertama, dan cerita ini adalah sumber dari mana seluruh tradisi -salah satu tradisi yang paling indah yang hidup dan ada di bumi, tradisi Zen- dimulai.

Coba pahami cerita ini. Buddha datang pada suatu pagi, dan seperti biasa banyak orang berkumpul, banyak orang menunggu untuk mendengarkannya. Tapi satu hal yang tidak biasa, Buddha membawa bunga di tangannya. Belum pernah Buddha membawa apapun di tangannya. Orang-orang berpikir bahwa seseorang pasti telah memberikan bunga itu kepadanya.

Buddha datang, duduk di bawah pohon. Orang banyak menunggu dan menunggu, dan Buddha tidak mau berbicara. Buddha bahkan tidak melihat mereka, hanya terus melihat bunga itu. Menit berlalu, berjam-jam berlalu, dan orang-orang menjadi sangat gelisah.

Dikatakan bahwa Mahakashyap tidak bisa menahan diri. Dia tertawa keras. Buddha memanggilnya, memberinya bunga dan berkata kepada orang banyak yang berkumpul, "Apa pun yang dapat dikatakan melalui kata-kata, telah Kukatakan kepadamu, dan apa yang tidak dapat dikatakan melalui kata-kata, kuberikan kepada Mahakashyap. Kuncinya tidak dapat dikomunikasikan secara lisan. Kuberikan kuncinya secara langsung kepada Mahakashyap."

Inilah yang disebut oleh para ahli Zen sebagai pemindahan kunci tanpa kitab suci, melampaui kitab suci, melampaui kata-kata, melampaui pikiran. Buddha memberikan bunga itu kepada Mahakashyap dan tidak ada yang bisa mengerti apa yang terjadi. Baik Mahakashyap maupun Buddha tidak pernah mengomentarinya lagi. Seluruh bab ditutup. Sejak itu, di Cina, di Tibet, di Thailand, di Burma, di Jepang, di Ceylon, di mana-mana, umat Buddha telah bertanya selama dua puluh lima abad ini, "Apa yang diberikan kepada Mahakashyap? Apa kuncinya?"

Seluruh cerita tampaknya sangat esoteris. Buddha tidak tertutup. Ini adalah satu-satunya kejadian. Buddha adalah makhluk yang sangat rasional, berbicara secara rasional, tidak gila, berargumen secara rasional, dan logikanya sempurna. Engkau tidak dapat menemukan celah di dalamnya. Ini adalah satu-satunya kejadian di mana Buddha berperilaku tidak logis, di mana Buddha melakukan sesuatu yang misterius. Buddha sama sekali bukan pria misterius. Engkau tidak akan dapat menemukan master lain yang tidak misterius selain Buddha.

Yesus sangat misterius, Lao Tzu benar-benar misterius. Buddha itu polos, transparan, tidak ada misteri yang mengelilinginya, tidak ada kabut di sekelilingnya. Nyala apinya menyala dengan jernih dan terang, benar-benar transparan, tanpa asap. Kejadian ini adalah satu-satunya hal yang tampak misterius, maka banyak kitab suci Buddhis tidak pernah menceritakan anekdot ini, mereka membuangnya. Mereka berpikir sepertinya seseorang telah menciptakannya. Cerita itu tidak masuk akal dengan kehidupan dan ajaran Buddha.

Tapi bagi Zen inilah asal usulnya. Mahakashyap menjadi pemegang kunci pertama. Kemudian enam pemegang berturut-turut ada di India, hingga Bodhidharma. Bodhidharma adalah pemegang kunci keenam, dan kemudian dia mencari dan mencari di seluruh India tetapi dia tidak dapat menemukan seorang manusia dengan kemampuan Mahakashyap, seorang manusia yang dapat memahami keheningan. Dia harus meninggalkan India hanya untuk mencari orang yang dapat diberikan kunci itu. Jika tidak, kuncinya akan hilang.

OSHO
A Bird on the Wing

Buddha talked -- it's difficult to find another person who talked so much. Scholars have been studying all the scriptures in existence that are in the name of Buddha, and it seems an impossible accomplishment because after his enlightenment he lived only forty years, walking from one village to another. He walked all over Bihar, and the name Bihar comes because Buddha walked there. Bihar means the walking paths of Buddha. The whole province is called Bihar because this is the boundary where Buddha walked -- his Bihar, his wanderings.

He continually walked; only in the rainy season did he rest. So much time was wasted in walking, and then also he had to sleep. So scholars have been calculating; they say, "This seems impossible. Sleeping, walking, doing other daily routines -- there are so many scriptures, how could he have talked so much? If he was continuously talking for forty years, without a gap of a single moment, only then could this much have been talked. He must have talked so much -- continuously -- yet still he says the key cannot be conveyed through words.

This story is one of the most significant ones, because from this was passed the tradition of Zen. Buddha was the source, and Mahakashyap was the first, the original master of Zen. Buddha was the source, Mahakashyap was the first master, and this story is the source from where the whole tradition -- one of the most beautiful and alive that exists on earth, the tradition of Zen -- started.

Try to understand this story. Buddha came one morning, and as usual a crowd had gathered, many people were waiting to listen to him. But one thing was unusual -- he was carrying a flower in his hand. Never before had he carried anything in his hand. People thought that someone must have presented it to him. Buddha came, he sat under the tree.

The crowd waited and waited and he would not speak. He wouldn't even look at them, he just went on looking at the flower. Minutes passed, then hours, and the people became very much restless.

It is said that Mahakashyap couldn't contain himself. He laughed loudly. Buddha called him, gave him the flower and said to the gathered crowd, "Whatsoever can be said through words I have said to you, and that which cannot be said through words I give to Mahakashyap. The key cannot be communicated verbally. I hand over the key to Mahakashyap."

This is what Zen masters call transference of the key without scripture -- beyond scripture, beyond words, beyond mind. He gave the flower to Mahakashyap, and nobody could understand what happened. Neither Mahakashyap nor Buddha ever commented upon it again. The whole chapter was closed. Since then, in China, in Tibet, in Thailand, in Burma, in Japan, in Ceylon -- everywhere Buddhists have been asking for these twenty-five centuries, "What was given to Mahakashyap? What was the key?"

The whole story seems to be very esoteric. Buddha was not secretive; this was the only incident.... Buddha was a very rational being. He talked rationally, he was not a mad ecstatic, he argued rationally, and his logic was perfect -- you could not find a loophole in it. This was the only incident where he behaved illogically, where he did something which was mysterious. He was not a mysterious man at all. You cannot find another master who was less mysterious.

Jesus was very mysterious, Lao Tzu was absolutely mysterious. Buddha was plain, transparent; no mystery surrounds him, no smoke is allowed. His flame burns clear and bright, absolutely transparent, smokeless. This was the only thing that seemed mysterious; hence many Buddhist scriptures never relate this anecdote, they have simply dropped it. It seemed as if someone had invented it. It didn't make any sense with Buddha's life and teaching.

But for Zen this is the origin. Mahakashyap became the first holder of the key. Then six holders in succession existed in India, up to Bodhidharma; he was the sixth holder of the key, and then he searched and searched all over India but he couldn't find a man of the capability of Mahakashyap -- a man who could understand silence. He had to leave India just in search of a man to whom the key could be given; otherwise the key would be lost.

OSHO
A Bird on the Wing

Picture courtesy: Pinterest

*EVOLUSI KESADARAN*maulana jalaluddin rumi berkata bahwa kita mengalami evolusi dari saripati jadi tumbuhan dari tumbuhan jadi hewan dari hewan jadi manusia.dan dalam teori evolusi darwin manusia pun mengalami perubahan dari pythecantropus erectus menjadi homo sapiens.pergeseran ini terus akan berlanjut hingga ilmuan modern YOUFAL NOAH HARARI dalam bukunya HOMO DEUS berkata bahwa manusia dari homo sapiens(manusia sekarang)akan ber evolusi menjadi HOMO DEUS(SANG PENCIPTA/memiliki kemampuan tuhan).Dunia sains dulu dikuasai oleh ilmu kimia,dan sekarang adalah puncak kejayaan ilmu fisika.yang terakhir adalah meledaknya teori fisika quantum oleh einstein.oleh sebab itu marak ilmu2 loa pemberdayaan diri ilmu pikiran bawahsadar ilmu quantum.dalam fisika manusia lahir suci dan kosong ,vibrasi getaran pikiran perasaan lingkungannya yang berperan mencetak nasibnya oleh sebab itu mereka percaya hidup itu di tentukan oleh kita sendiri(JABARIYAH).ilmu fisika quantum berkaitan dng energy vibrasi dam atensi.sehingga seluruh ilmu pengetahuan saat ini berbondong2 ingin merubah manusia dengan cara merubah vibrasi pikiran bawahsadarnya dan hal itu banyak sekali terbukti mengubah jutaan orang yang awalnya gagal menjadi SUKSES .sekaligus hal itu menjadi penanda berakhirnya ilmu fisika dan muncul tren baru yaitu ilmu BIOLOGI.ini adalah zaman awal lahirnya pengembangan biologi.Ilmu vibrasi energy dan atensi serta fisika quantum ternyata tidak sepenuhnya penentu perubahan manusia.Ada penemuan mencengangkan yg terbaru yaitu dlm ilmu biologi yg menjadikan ilmu fisika quantum di bantah habis habisan oleh ilmu biologi.Biologi menemukan bahwa penentu prilaku dan nasib seseorang bukan di tentukan oleh vibrasi pikiran bawahsadarnya tetapi dari JENIS DNA DAN KROMOSOM SEL NYA.hal ini menunjukkan bahwa NASIB DAN JALAN HIDUP SERTA PRILAKU BAIK BURUK SESEORANG SUDAH DI TENTUKAN DARI SONONYA.kita adalah wayang yg tak berdaya untuk merubah apapun karena terbukti meskipun seseorang itu aslinya baik tapi jika kromosom selnya memiliki jalan hidup jahat maka dia akan menjadi jahat pada waktunya.(QODARIYAH).Salahsatu bukti nya adalah pemimpin NAZI ADOLF HITTLER sejak kecil dia orang baik bahkan ia selalu ingin melawan getaran kjahatan yg muncul dari dalam diriny tetapi pada akhirnya nasib membawanya pada aktor kejam.dia seperti sengaja di skenario alam untuk menjadi sebab terbunuhnya jutaan orang dan anehnya dia selalu selamat dari kematian.di bom dia selamat di todong pistol yang nodong kasihan di jebak di bom dalam koper bommya tidak meledak.bahkan dia sempat berfikir bahwa dia abadi.terahir kmatiannya karena sengaja bunuhdiri bukan karena di bunuh.Menyadari hal ini,Ilmuan biologi kemudian berkesperimen mengubah kromosom dan berhasil.kromosom yang di nilai mengarah pada yg tidak baik akan di potong dan di cangkok kromosom dari orang baik.atau orang sukses atau orang jenius dll tergantung kehendak ilmuan itu.oleh karena itu kedepan akan muncul bayi cloning cromosom MANUSIA SUPER.AKAN LAHIR SPESIES BARU MANUSIA YG MENDEKATI TUHAN.Orang2 kaya akan mudah untuk punya anak yang SUPER JENIUS,BAIK,ATAU BAHKAN YANG MEMILIKI BAKAT KETUHANAN YG SEMPURNA ITU BISA DI CIPTAKAN.Diambil dari DNA orang suci dari org sukses dari orang jenis dari orang baik.maka akan muncul spesies baru orangnya spiritual tinggi jnius kaya dan baik.mungkin saja film film animasi yang bercerita ada manusia super seperti MUTANT itu kedepan akan muncul.manusia yg kuat sekali seperti HULK yg bisa terbang seperti SPIDERMAN dll.manusia mengalami PERCEPATAN EVOLUSI melalui ilmu pengetahuan HOMO DEUS.Sebenarnya 5000 th silam sudah ada upaya percepatan evolusi tetapi ini berkaitan dng evolusi kesadaran manusia.ini adalah upaya para reshi meditator dan orang suci mereka berlomba2 menciptakan metode percepatan evolusi spiritual.aliran KRIYA YOGA BABAJI yang sangat jelas selalu mengatakan hal ini.bahwa dengan mengamalkan metode pernafasan yoga ala kriya yoga akan mampu mempersingkat evolusi kesadaran manusia yang katanya 7 x putaran meditasi pernafasan tertentu bisa mempercepat evolusi kesadarannya hingga 100 tahun atau bahkan lebih.Film Kehidupan ini berputar berdasarkan keinginan harapan cita cita dan karma seseorsng.jika seseorang punya pikiran keinginan cita2 harapan dan goal serta karma dan anda sudah mati belum terwujud maka rekaman keinginan dan karma akan menjadikan anda lahir kembali untuk misi mnyelesaikannya.sampai anda terbebas dari ikatan keinginan tersebut.tebalmya karma akan menutupi sinar cahaya kesadaran menyentuh anda.sehingga banyak kita temukan orang2 yg hidup tidak tau tujuanjya hidup ngejar harta tahta wanita mngejar kesenangan dll hanya ibarah makan minum cari uang dan mati.ini disebut JIWA MUDA.ketika kita ratusan kali di hidupkan maka mmbawa pengalaman2 dan kedewasaan mental sehingga jiwa akan mulai sadar akan tujuannya sehingga dia sayup sayup akan melihat secercah cahaya kebenaran.dan ingin di cari diikuti.sampai pada kondisi sinar cahaya kesadaran itu berkuasa atas diri seseorang dan orang itu dalam hidup hanya beetujuan untuk mngalami kesadaran murni.ini disebut JIWA TUA JIWA MATANG.Saat kita bertemu anak anak dan pemahaman serta kebijaksanaany serta sangat kuatny untuk menyingkap misteri kehidupan ini pertanda dia telah hidup lama ribuan kali sehingga dia sudah pada titik final.FISIK MUDA TAPI JIWA TUA.EVOLUSI KESADARANNYA SUDAH PADA TITIK MAKSIMAL.sehingga ia akan mngalami pencerahan REALISASI DIRI DAN PADA TITIK TERTINGGINYA AKAN MATI DENGAN CARA MAHASAMADHI.Inilah EVOLUSI SPIRITUAL.dan oleh para pakar kriya yoga berusaha untuk di percepat sehingga tidak perlu mengalami hidup dan mati berulang kali.SESEORANG YG TIDAK NYAMBUNG DENGAN KESADARAN BAHKAN MIKIR TTG KESADARAN SAJA NGGAK,BERARTI KARMA MASIH TEBAL UMUR JIWANYA MUDA.DAN SESEORANG YG MULAI BERFIKIR KESADARAN DAN BERTEKAD MENEMUKANNYA BERARTI UMUR JIWANYA TUA MESKIPUN KADANG FISIKNYA MASIH KECIL.JIKA DIA BELUM JUGA BERTEMU ARTINYA LINGKARAN KARMANYA MASIH BELUM SELESAI.NAGA TIMUR ❤️❤️❤️

*EVOLUSI KESADARAN*

maulana jalaluddin rumi berkata bahwa kita mengalami evolusi dari saripati jadi tumbuhan dari tumbuhan jadi hewan dari hewan jadi manusia.dan dalam teori evolusi darwin manusia pun mengalami perubahan dari pythecantropus erectus menjadi homo sapiens.pergeseran ini terus akan berlanjut hingga ilmuan modern YOUFAL NOAH HARARI dalam bukunya HOMO DEUS berkata bahwa manusia dari homo sapiens(manusia sekarang)akan ber evolusi menjadi HOMO DEUS(SANG PENCIPTA/memiliki kemampuan tuhan).

Dunia sains dulu dikuasai oleh ilmu kimia,dan sekarang adalah puncak kejayaan ilmu fisika.yang terakhir adalah meledaknya teori fisika quantum oleh einstein.oleh sebab itu marak ilmu2 loa pemberdayaan diri ilmu pikiran bawahsadar ilmu quantum.dalam fisika manusia lahir suci dan kosong ,vibrasi getaran pikiran perasaan lingkungannya yang berperan mencetak nasibnya oleh sebab itu mereka percaya hidup itu di tentukan oleh kita sendiri(JABARIYAH).ilmu fisika quantum berkaitan dng energy vibrasi dam atensi.sehingga seluruh ilmu pengetahuan saat ini berbondong2 ingin merubah manusia dengan cara merubah vibrasi pikiran bawahsadarnya dan hal itu banyak sekali terbukti mengubah jutaan orang yang awalnya gagal menjadi SUKSES .sekaligus hal itu menjadi penanda berakhirnya ilmu fisika dan muncul tren baru yaitu ilmu BIOLOGI.ini adalah zaman awal lahirnya pengembangan biologi.

Ilmu vibrasi energy dan atensi serta fisika quantum ternyata tidak sepenuhnya penentu perubahan manusia.Ada penemuan mencengangkan yg terbaru yaitu dlm ilmu biologi yg menjadikan ilmu fisika quantum di bantah habis habisan oleh ilmu biologi.
Biologi menemukan bahwa penentu prilaku dan nasib seseorang bukan di tentukan oleh vibrasi pikiran bawahsadarnya tetapi dari JENIS DNA DAN KROMOSOM SEL NYA.hal ini menunjukkan bahwa NASIB DAN JALAN HIDUP SERTA PRILAKU BAIK BURUK SESEORANG SUDAH DI TENTUKAN DARI SONONYA.kita adalah wayang yg tak berdaya untuk merubah apapun karena terbukti meskipun seseorang itu aslinya baik tapi jika kromosom selnya memiliki jalan hidup jahat maka dia akan menjadi jahat pada waktunya.(QODARIYAH).
Salahsatu bukti nya adalah pemimpin NAZI ADOLF HITTLER sejak kecil dia orang baik bahkan ia selalu ingin melawan getaran kjahatan yg muncul dari dalam diriny tetapi pada akhirnya nasib membawanya pada aktor kejam.dia seperti sengaja di skenario alam untuk menjadi sebab terbunuhnya jutaan orang dan anehnya dia selalu selamat dari kematian.di bom dia selamat di todong pistol yang nodong kasihan di jebak di bom dalam koper bommya tidak meledak.bahkan dia sempat berfikir bahwa dia abadi.terahir kmatiannya karena sengaja bunuhdiri bukan karena di bunuh.

Menyadari hal ini,Ilmuan biologi kemudian berkesperimen mengubah kromosom dan berhasil.kromosom yang di nilai mengarah pada yg tidak baik akan di potong dan di cangkok kromosom dari orang baik.atau orang sukses atau orang jenius dll tergantung kehendak ilmuan itu.oleh karena itu kedepan akan muncul bayi cloning cromosom MANUSIA SUPER.AKAN LAHIR SPESIES BARU MANUSIA YG MENDEKATI TUHAN.
Orang2 kaya akan mudah untuk punya anak yang SUPER JENIUS,BAIK,ATAU BAHKAN YANG MEMILIKI BAKAT KETUHANAN YG SEMPURNA ITU BISA DI CIPTAKAN.Diambil dari DNA orang suci dari org sukses dari orang jenis dari orang baik.maka akan muncul spesies baru orangnya spiritual tinggi jnius kaya dan baik.mungkin saja film film animasi yang bercerita ada manusia super seperti MUTANT itu kedepan akan muncul.manusia yg kuat sekali seperti HULK yg bisa terbang seperti SPIDERMAN  dll.manusia mengalami PERCEPATAN EVOLUSI melalui ilmu pengetahuan HOMO DEUS.

Sebenarnya 5000 th silam sudah ada upaya percepatan evolusi tetapi ini berkaitan dng evolusi kesadaran manusia.ini adalah upaya para reshi meditator dan orang suci mereka berlomba2 menciptakan metode percepatan evolusi spiritual.aliran KRIYA YOGA BABAJI yang sangat jelas selalu mengatakan hal ini.bahwa dengan mengamalkan metode pernafasan yoga ala kriya yoga akan mampu mempersingkat evolusi kesadaran manusia yang katanya 7 x putaran meditasi pernafasan tertentu bisa mempercepat evolusi kesadarannya hingga 100 tahun atau bahkan lebih.

Film Kehidupan ini berputar berdasarkan keinginan harapan cita cita dan karma seseorsng.jika seseorang punya pikiran keinginan cita2 harapan dan goal serta karma dan anda sudah mati belum terwujud maka rekaman keinginan dan karma akan menjadikan anda lahir kembali untuk misi mnyelesaikannya.sampai anda terbebas dari ikatan keinginan tersebut.tebalmya karma akan menutupi sinar cahaya kesadaran menyentuh anda.sehingga banyak kita temukan orang2 yg hidup tidak tau tujuanjya hidup ngejar harta tahta wanita mngejar kesenangan dll hanya ibarah makan minum cari uang dan mati.ini disebut JIWA MUDA.ketika kita ratusan kali di hidupkan maka mmbawa pengalaman2 dan kedewasaan mental sehingga jiwa akan mulai sadar akan tujuannya sehingga dia sayup sayup akan melihat secercah cahaya kebenaran.dan ingin di cari diikuti.sampai pada kondisi sinar cahaya kesadaran itu berkuasa atas diri seseorang dan orang itu dalam hidup hanya beetujuan untuk mngalami kesadaran murni.ini disebut JIWA TUA JIWA MATANG.

Saat kita bertemu anak anak dan pemahaman serta kebijaksanaany serta sangat kuatny untuk menyingkap misteri kehidupan ini pertanda dia telah hidup lama ribuan kali sehingga dia sudah pada titik final.FISIK MUDA TAPI JIWA TUA.EVOLUSI KESADARANNYA SUDAH PADA TITIK MAKSIMAL.sehingga ia akan mngalami pencerahan REALISASI DIRI DAN PADA TITIK TERTINGGINYA AKAN MATI DENGAN CARA MAHASAMADHI.

Inilah EVOLUSI SPIRITUAL.dan oleh para pakar kriya yoga berusaha untuk di percepat sehingga tidak perlu mengalami hidup dan mati berulang kali.

SESEORANG YG TIDAK NYAMBUNG DENGAN KESADARAN BAHKAN MIKIR TTG KESADARAN SAJA NGGAK,BERARTI KARMA MASIH TEBAL UMUR JIWANYA MUDA.

DAN SESEORANG YG MULAI BERFIKIR KESADARAN DAN BERTEKAD MENEMUKANNYA BERARTI UMUR JIWANYA TUA MESKIPUN KADANG FISIKNYA MASIH KECIL.JIKA DIA BELUM JUGA BERTEMU ARTINYA LINGKARAN KARMANYA MASIH BELUM SELESAI.

NAGA TIMUR ❤️❤️❤️

TUMIMBAL LAHIR

Tumimbal Lahir

Manusia percaya bahwa ada sesuatu yang kekal di dalam dirinya. Sesuatu yang kekal ini diberi berbagai nama : Atta, Jiwa,Atman, Roh,Diri Sejati, Pribadi Luhur dan sebagainya. Sang buddha mengatakan; bahwa apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang kekal, semata-mata merupakan gabungan dari kelompok-kelompok energi batin-jasmani yang senantiasa berubah.
  
Sang Buddha bersabda:
“Badan jasmani, perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran
dan kesadaran adalah lima khanda,
yang semuanya tidak memiliki inti diri yang kekal.
Bila khanda itu memiliki atta, 
maka ia dapat berubah sekehendak atta itu dan tidak akan menderita, 
karena semua keinginannya dapat dipenuhi misalnya, 
‘Semoga khanda-ku begini dan begitu.’
Tetapi, karena khanda itu anatta,
 maka ia tidak dapat berubah sekehendak atta itu 
dan oleh sebab itu menderita, karena semua kehendak dan keinginannya tak dapat dipenuhi.
Misalnya, ‘ Semoga khanda-ku begini dan bukan begitu.’ “
( Vin. Mv. Kh. 1 ; cf. S. 22 : 59 ).

Anatta /Tiada inti diri adalah salah satu doktrin yang sangat penting dalam ajaran Buddha. Anatta adalah ajaran yang paling unik, yang diakui oleh banyak cendekiawan, membedakan ajaran Buddha terhadap agama-agama lainnya. Para cendekiawan menyatakan bahwa semua agama selain ajaran Buddha menerima adanya jiwa atau diri yang ada di dalam atau di luar makhluk hidup.

Donald Watson menulis, “Diantara agama-agama besar di dunia, hanya ajaran Buddha yang tidak mengakui keberadaan jiwa”.

Pelajar lainnya, Richard Kennedy menyatakan, “ Menurut ajaran Kristiani, Islam dan Yahudi, setiap jiwa akan dihakimi pada akhir zaman… Jiwa itulah yang menentukan apakah seseorang akan dihukum dalam Neraka atau di hadiahi kehidupan abadi di dalam Surga… Ajaran Buddha mengajarkan bahwa jiwa atau diri yang kekal itu tidak ada .”

Sekalipun doktrin Anatta adalah begitu penting, unik dan semestinya dipahami oleh umat Buddha, namun sampai saat ini dari seluruh ajaran Sang Buddha, doktrin inilah yang paling banyak disalahpahami dan paling banyak disalahtafsirkan, karena doktrin Anatta diajarkan oleh Sang Buddha dari sudut pandang seseorang yang telah mencapai pencerahan sempurna, pandangan yang melihat bahwa segala sesuatu adalah Anatta.

Sang Buddha bersabda :
“ Segala sesuatu yang berkondisi adalah tanpa inti;
 apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat ini,
 maka ia akan merasa jemu dengan penderitaan,
 Inilah jalan yang membawa pada kesucian .”
( Dhammapada XX ; 279 )

Kontroversi mengenai doktrin Anatta sepertinya didasari oleh rasa takut yang mendalam terhadap penolakan adanya jiwa. Manusia pada umumnya sangat melekat pada hidupnya, sehingga mereka cenderung untuk   mempercayai adanya sesuatu yang bersifat tetap,  kekal, abadi di dalam dirinya.

Bila ada orang yang mengatakan bahwa tiada sesuatupun yang kekal dalam diri mereka, tidak ada semacam jiwa dalam diri mereka yang akan berlangsung selamanya, mereka akan merasa ketakutan. Mereka bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan mereka di kehidupan mendatang, mereka takut menjadi musnah !.

Sang Buddha sangat memahami hal ini, seperti yang dapat kita lihat dalam cerita tentang Vacchagotta, yang seperti orang pada umumnya, takut dan bingung terhadap doktrin Anatta.

Vacchagotta adalah seorang pertapa yang pada suatu hari mengunjungi Sang Buddha untuk menanyakan beberapa hal penting. Dia bertanya kepada Sang Buddha, : “ Apakah atta (jiwa) itu ada ?.” Sang Buddha Diam. Kemudian, dia bertanya kembali,: “ Apakah atta itu tidak ada ?.” Namun Sang Buddha tetap diam.

Setelah Vacchagotta berlalu, Sang Buddha menjelaskan kepada Ananda, mengapa Ia telah bersikap diam. Sang Buddha menjelaskan bahwa Ia mengetahui Vacchagotta sedang mengalami kebingungan tentang atta, dan jika Ia menjawab bahwa atta itu ada, berarti Ia mengajarkan paham Eternalistik    ( teori jiwa yang kekal ), yang tidak Ia setujui. dan, bila Ia menjawab bahwa atta itu tidak ada, maka Vacchagotta akan berpikir bahwa Sang Buddha mengajarkan paham Materialistik/Nihilisme ( paham yang mengajarkan bahwa makhluk hidup hanyalah suatu organisme batin-jasmani yang akan musnah total setelah kematian ).

Sang Buddha menolak paham materialistik, karena paham ini tidak sesuai dengan hukum kamma, tumimbal lahir dan hukum Sebab-Akibat yang saling bergantungan. Sebaliknya Sang Buddha mengajarkan bahwa manusia terlahir kembali dengan “Kesadaran yang berkesinambungan”. (patisandhi), yaitu kesadaran tumimbal lahir yang tidak berpindah dari kehidupan sebelumnya, melainkan timbul karena adanya berbagai kondisi dari kehidupan sebelumnya.

Jadi orang yang terlahir kembali bukanlah orang yang sama dengan yang telah meninggal, namun juga bukan orang yang sepenuhnya berbeda dengan yang telah meninggal.

Yang paling penting, adalah didalam ajaran Buddha tidak dikenal adanya tubuh metafisik, jiwa, atau roh yang sama berlanjut dari satu kehidupan ke- kehidupan berikutnya.

KEMBALI PADA TUHANJika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranyaJika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNyaJika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; karena Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata uang palsumuJika engkau masih mempunyai seratus keraguan tentang Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya wahai pejalanBiarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayolah datang, dan datanglah lagiKarena Tuhan telah berfirman: “Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaKu, karena Akulah jalan itu.” SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG!Sesungguhnya, engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, kau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang, dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini, manusia tidak tahu ke mana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?Aku tidak mengetahui diriku sendiri.Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,bukan Majusi, bukan Islam.Bukan dari Timur, maupun Barat.Bukan dari darat, maupun laut.Bukan dari Sumber Alam, bukan dari surga yang berputar,Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;Bukan dari dunia kini atau akan datang: surga atau neraka;Bukan dari Adam, Hawa, taman Surgawi atau Firdaus;Tempatku tidak bertempat, jejakku tidak berjejak.Baik raga maupun jiwaku: semuanya adalah kehidupan Kekasihku ...BURUNG HANTU DAN ELANG RAJASeekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu. Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, "Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja." Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, "Jangan percaya kepadanya! Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita."DIMENSI LAIN Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan, tetapi dalam jenis yang berbeda.Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.Ini tampak nyata,hanya untuk orang yang berbudi halus -- mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.KESADARANManusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.Dia tidak di Salib.Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah, dan ke Kandahar Aku memandang. Dia tidak di dataran tinggi maupun dataran rendah. Dengan tegas, aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).Di sana cuma ada tempat tinggal (legenda) burung Anqa.Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah. Dia tidak ada di sana.Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosufDia ada di luar jangkauan Avicenna ...Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.Di situlah, tempatnya, aku melihat Dirinya.Dia tidak di tempat lain.KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektifBagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?JIWA MANUSIA Pergilah lebih tinggi -- Lihatlah Jiwa Manusia! DUA ALANG-ALANG Dua alang-alang minum dari satu sungai.Satunya palsu, lainnya tebu.AKAN JADI APA DIRIKU? Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.Maka mengapa takut hilang melalui kematian?Kelak aku akan mati Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat -- Apa yang tidak dapat kau bayangkan.Aku akan menjadi itu. KEBENARANNabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan: "Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah. Tidak di bumi, langit atau singgasana. Ini kepastian, wahai kekasih: Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman. Jika kau mencari Aku, carilah di kalbu-kalbu ini."DEBU DI ATAS CERMINJiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya. Keindahan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.TINDAKAN DAN KATA-KATAAku memberi orang-orang apa yang mereka inginkan.Aku membawakan sajak karena mereka menyukainya sebagai hiburan.Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.Sudah lama aku mencari orang yang menginginkan tindakan, tetapi mereka semua ingin kata-kata.Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian; tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya. Maka aku hadirkan padamu -- kata-kata.Ketidakpedulian yang bodoh akhirnya membahayakan,Bagaimanapun hatinya satu denganmu.KERJAKerja bukan seperti yang dipikirkan orang.Bukan sekadar sesuatu yang jika sedang berlangsung, kau dapat melihatnya dari luar.Seberapa lama kita, di Bumi-dunia, seperti anak-anakMemenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?Mari kita tinggalkan dunia dan terbang ke surga,Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan dan menuju ke kelompok Manusia.RUMAHJika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, "Ini sudah takdir Tuhan."Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.UPAYAIkat dua burung bersama.Mereka tidak akan dapat terbang,kendati mereka tahu memiliki empat sayap.KOMUNITAS CINTAKomunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak;Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.SEBUAH BUKUTujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan. Maulana jalaluddin rumi

KEMBALI PADA TUHAN

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya

Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; karena Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata uang palsumu

Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan tentang Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya wahai pejalan

Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayolah datang, dan datanglah lagi

Karena Tuhan telah berfirman: “Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaKu, karena Akulah jalan itu.”

 
SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG!

Sesungguhnya, engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, kau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang, dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini, manusia tidak tahu ke mana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU

 
Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam, bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang: surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa, taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat, jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya adalah kehidupan Kekasihku ...

BURUNG HANTU DAN ELANG RAJA

Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu. Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, "Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja." Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, "Jangan percaya kepadanya! Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita."

DIMENSI LAIN
 
Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan, tetapi dalam jenis yang berbeda.
Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.
Ini tampak nyata,hanya untuk orang yang berbudi halus -- mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

KESADARAN

Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.

DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN
 
Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah, dan ke Kandahar 
Aku memandang. Dia tidak di dataran tinggi maupun dataran rendah. 
Dengan tegas, aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana cuma ada tempat tinggal (legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah. Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna ...
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat Dirinya.
Dia tidak di tempat lain.

KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI
 
Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif
Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?

JIWA MANUSIA
 
Pergilah lebih tinggi -- Lihatlah Jiwa Manusia!
 
DUA ALANG-ALANG
 
Dua alang-alang minum dari satu sungai.
Satunya palsu, lainnya tebu.

AKAN JADI APA DIRIKU?
 
Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;
Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.
Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;
Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.
Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.
Maka mengapa takut hilang melalui kematian?
Kelak aku akan mati Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:
Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat -- Apa yang tidak dapat kau bayangkan.
Aku akan menjadi itu.
 
KEBENARAN

Nabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan: "Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah. Tidak di bumi, langit atau singgasana. Ini kepastian, wahai kekasih: Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman. Jika kau mencari Aku, carilah di kalbu-kalbu ini."

DEBU DI ATAS CERMIN

Jiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya. Keindahan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.

TINDAKAN DAN KATA-KATA

Aku memberi orang-orang apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang menginginkan tindakan, tetapi mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian; tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya. Maka aku hadirkan padamu -- kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

KERJA

Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.
Bukan sekadar sesuatu yang jika sedang berlangsung, kau dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia, seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan dan menuju ke kelompok Manusia.

RUMAH

Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, "Ini sudah takdir Tuhan."

Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.

UPAYA

Ikat dua burung bersama.
Mereka tidak akan dapat terbang,kendati mereka tahu memiliki empat sayap.

KOMUNITAS CINTA

Komunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak;
Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.

SEBUAH BUKU

Tujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan.
 
Maulana jalaluddin rumi

Kamis, 05 Agustus 2021

Osho tercinta,Suatu hari Buddha memberikan ceramah khusus dan ribuan pengikutnya datang dari daerah-daerah sekitarnya.Ketika Buddha muncul, Buddha memegang setangkai bunga. Waktu berlalu tapi Buddha tidak mengatakan apapun. Buddha hanya melihat bunga itu. Pengikutnya gelisah, tapi Mahakashyap, yang tdak bisa menahan diri lagi, tertawa.Buddha memberi isyarat kepadanya untuk mendekat, menyerahkan bunganya dan berkata kepada pengikutnya, "Aku memiliki cara mengajar yang benar. Semua dapat diberikan melalui kata-kata yang sudah Kuberikan kepadamu. Tetapi dengan bunga ini, aku memberikan kunci ajarannya kepada Mahakashyap."Ceramah Osho akan cerita ini:Untuk semua ajaran, tidak hanya untuk ajaran dari Buddha tetapi untuk ajaran dari semua guru - Yesus, Mahavira, Lao Tzu - kunci ajarannya tidak dapat diberikan melalui komunikasi verbal, kuncinya tidak dapat disampaikan melalui pikiran. Tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu. Semakin banyak engkau mengatakan tentangnya semakin sulit untuk menyampaikannya, karena seorang Buddha dan dirimu hidup dalam dimensi yang berbeda. Tidak hanya berbeda tetapi juga berlawanan secara diametris, sehingga apa pun yang dikatakan seorang Buddha akan disalahpahami.Telinga fisik baik-baik saja, tetapi telinga spiritual hilang. Seorang Buddha hanya dapat berbicara dengan Buddha lain, inilah masalahnya. Dan dengan Buddha lain, dia tidak perlu berbicara secara verbal. Buddha harus berbicara dengan mereka yang belum tercerahkan. Dengan mereka ada kebutuhan untuk berbicara dan berkomunikasi, tetapi kemudian komunikasi menjadi tidak mungkin.Pernah diceritakan seorang sufi pengikut Muhammad bernama Farid (Ibnu al Farid, seorang sufi dari Arab). Ia sedang lewat di dekat Benares tempat Kabir tinggal. Pengikut Farid berkata, "Akan sangat indah jika engkau dan Kabir bertemu. Bagi kami itu akan menjadi berkah."Hal yang sama terjadi pada Kabir (Penulis gerakan bhakti dalam Hindu. Dia terlahir di keluarga muslim tapi lalu belajar Hindu) dan para pengikutnya. Mereka mendengar bahwa Farid sedang lewat, jadi mereka berkata kepada Kabir bahwa akan lebih baik jika Kabir meminta Farid untuk tinggal beberapa hari di ashram.Murid-murid Farid berkata, "Pembicaraan kalian berdua akan menjadi berkah besar bagi kami, kami ingin mendengar apa yang dua orang tercerahkan katakan satu sama lain."Farid tertawa ketika mereka mengatakan ini dan menjawab, "Akan ada pertemuan, tapi kurasa tidak akan ada pembicaraan. Tapi mari kita lihat."Kabir berkata, "Tanyakan pada Farid. Biarkan dia datang dan tinggal, tapi siapa pun yang berbicara lebih dulu akan membuktikan bahwa dia tidak tercerahkan."Farid datang. Kabir menerimanya. Mereka tertawa dan saling berpelukan. Kemudian mereka duduk dalam diam. Dua hari Farid ada di sana, dan selama berjam-jam mereka duduk bersama. Para murid gelisah, menunggu mereka mengatakan sesuatu, mengucapkan sesuatu. Tetapi tidak ada satu kata pun yang dikomunikasikan.Hari ketiga Farid pergi dan Kabir datang untuk mengantarnya. Mereka kembali tertawa, saling berpelukan, lalu berpisah.Saat mereka berpisah, murid-murid Farid berkumpul di sekelilingnya dan berkata, "Omong kosong! Buang-buang waktu saja. Kami berharap sesuatu akan terjadi. Tidak ada yang terjadi. Mengapa engkau tiba-tiba menjadi begitu bodoh? Engkau berbicara begitu banyak kepada kami."Farid menjawab, "Semua yang kutahu, dia juga tahu. Tidak ada yang bisa dikatakan. Aku menatap matanya, dan dia ada di sana, di mana aku berada. Apa pun yang dia lihat telah kulihat. Apa pun yang dia sadari telah kusadari. Tidak ada yang bisa dikatakan."Dua orang bodoh dapat berbicara. Mereka banyak bicara, mereka tidak melakukan apa-apa kecuali berbicara. Dua orang yang tercerahkan tidak dapat berbicara. Pembicaraan itu tidak masuk akal. Dua orang bodoh berbicara tidak ada artinya karena tidak ada yang ingin disampaikan. Mereka tidak tahu apa-apa yang bisa dikatakan, yang harus dikatakan, tetapi mereka terus berbicara. Mereka sedang mengobrol. Mereka tidak bisa menahannya. Itu hanya katarsis kegilaan, hanya rilis.Dua orang yang tercerahkan tidak dapat berbicara karena mereka mengetahui hal yang sama. Tidak ada yang bisa dikatakan. Hanya satu orang yang tercerahkan dan satu orang yang tidak tercerahkan yang dapat memiliki komunikasi yang bermakna, karena yang satu tahu dan yang lain masih dalam ketidaktahuan. Komunikasi yang berarti, kataku. Aku tidak mengatakan bahwa kebenaran dapat disampaikan, tetapi beberapa petunjuk, beberapa indikasi, beberapa gerakan bisa diberitahukan, sehingga orang lain siap untuk melompat. Kebenaran tidak bisa disampaikan, tapi rasa haus bisa diberikan. Tidak ada ajaran yang sesuai dengan namanya yang dapat diberikan kunci melalui kata-kata.OSHOA Bird on the Wing------------BELOVED OSHO,BUDDHA WAS TO GIVE A SPECIAL TALK ONE DAY,AND THOUSANDS OF FOLLOWERS HAD COME FROM MILES AROUND.WHEN BUDDHA APPEARED HE WAS HOLDING A FLOWER. TIME PASSED, BUT BUDDHA SAID NOTHING. HE JUST LOOKED AT THE FLOWER. THE CROWD GREW RESTLESS, BUT MAHAKASHYAP, WHO COULD RESTRAIN HIMSELF NO LONGER, LAUGHED.BUDDHA BECKONED HIM OVER, HANDED HIM THE FLOWER, AND SAID TO THE CROWD, "I HAVE THE EYE OF THE TRUE TEACHING. ALL THAT CAN BE GIVEN WITH WORDS I HAVE GIVEN TO YOU; BUT WITH THIS FLOWER, I GIVE TO MAHAKASHYAP THE KEY TO THIS TEACHING."To all teachings, not only for a Buddha but for all masters -- Jesus, Mahavira, Lao Tzu -- the key cannot be given through verbal communication, the key cannot be delivered through the mind. Nothing can be said about it. The more you say the more difficult it becomes to deliver, because a buddha and you live in such different dimensions -- not only different but diametrically opposite -- that whatsoever a buddha says will be misunderstood.The physical ear is okay, the spiritual ear is missing. A buddha can talk only to another buddha, this is the problem, and with another buddha there is no need to talk. Buddha has to talk with those who are not enlightened. With them exists the need to talk and communicate, but then communication is impossible.It is reported of one Mohammedan saint, Farid, that he was passing near Benares where Kabir lived. Followers of Farid said, "It would be just wonderful if you and Kabir met. For us it would be a blessing."The same thing happened to Kabir and his followers. They heard that Farid was passing, so they said to Kabir that it would be good if he would ask Farid to stay a few days in the ashram.Farid's disciples said, "You both talking would be a great opportunity for us, we would like to hear what two enlightened persons say to each other."Farid laughed when they said this and replied, "There will be a meeting, but I don't think there is going to be any talking. But let us see."Kabir said, "Ask Farid. Let him come and stay -- but whosoever speaks first will prove that he is not enlightened."Farid came; Kabir received him. They laughed and embraced each other. Then they sat in silence. Two days Farid was there, and for many hours they sat together, with the disciples restless, waiting for them to say something, utter something. But not a single word was communicated.The third day Farid left and Kabir came to see him off. They again laughed, embraced each other, parted.The moment they parted Farid's disciples gathered around him and said, "What nonsense! What wastage of time. We were hoping that something was going to happen. Nothing happened. Why did you suddenly become so dumb? You talk so much to us."Farid replied, "All that I know, he knows also. Nothing is to be said. I looked into his eyes, and he is there, where I am. Whatsoever he has seen I have seen; whatsoever he has realized I have realized. There is nothing to be said."Two ignorant persons can talk. They talk much; they do nothing except talk. Two enlightened persons cannot talk -- it would be absurd. Two ignorant persons talking is meaningless because there is nothing to convey. They don't know anything that can be said, that should be said, but they go on talking. They are chattering. They cannot help it; it's just a mad catharsis, a release.Two enlightened persons cannot talk because they know the same. Nothing is to be said. Only one enlightened person and one unenlightened person can have a meaningful communication, because one knows and the other is yet in ignorance. A meaningful communication, I said. I don't say that the truth can be conveyed, but some hints, some indications, some gestures can, so that the other becomes ready to take the jump. The truth cannot be conveyed, but the thirst can be given. No teaching worth the name can give the key through words.OSHOA Bird on the Wing

Osho tercinta,
Suatu hari Buddha memberikan ceramah khusus dan ribuan pengikutnya datang dari daerah-daerah sekitarnya.

Ketika Buddha muncul, Buddha memegang setangkai bunga. Waktu berlalu tapi Buddha tidak mengatakan apapun. Buddha hanya melihat bunga itu. Pengikutnya gelisah, tapi Mahakashyap, yang tdak bisa menahan diri lagi, tertawa.

Buddha memberi isyarat kepadanya untuk mendekat, menyerahkan bunganya dan berkata kepada pengikutnya, "Aku memiliki cara mengajar yang benar. Semua dapat diberikan melalui kata-kata yang sudah Kuberikan kepadamu. Tetapi dengan bunga ini, aku memberikan kunci ajarannya kepada Mahakashyap."

Ceramah Osho akan cerita ini:

Untuk semua ajaran, tidak hanya untuk ajaran dari Buddha tetapi untuk ajaran dari semua guru - Yesus, Mahavira, Lao Tzu - kunci ajarannya tidak dapat diberikan melalui komunikasi verbal, kuncinya tidak dapat disampaikan melalui pikiran. Tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu. Semakin banyak engkau mengatakan tentangnya semakin sulit untuk menyampaikannya, karena seorang Buddha dan dirimu hidup dalam dimensi yang berbeda. Tidak hanya berbeda tetapi juga berlawanan secara diametris, sehingga apa pun yang dikatakan seorang Buddha akan disalahpahami.

Telinga fisik baik-baik saja, tetapi telinga spiritual hilang. Seorang Buddha hanya dapat berbicara dengan Buddha lain, inilah masalahnya. Dan dengan Buddha lain, dia tidak perlu berbicara secara verbal. Buddha harus berbicara dengan mereka yang belum tercerahkan. Dengan mereka ada kebutuhan untuk berbicara dan berkomunikasi, tetapi kemudian komunikasi menjadi tidak mungkin.

Pernah diceritakan seorang sufi pengikut Muhammad bernama Farid (Ibnu al Farid, seorang sufi dari Arab). Ia sedang lewat di dekat Benares tempat Kabir tinggal. Pengikut Farid berkata, "Akan sangat indah jika engkau dan Kabir bertemu. Bagi kami itu akan menjadi berkah."

Hal yang sama terjadi pada Kabir (Penulis gerakan bhakti dalam Hindu. Dia terlahir di keluarga muslim tapi lalu belajar Hindu) dan para pengikutnya. Mereka mendengar bahwa Farid sedang lewat, jadi mereka berkata kepada Kabir bahwa akan lebih baik jika Kabir meminta Farid untuk tinggal beberapa hari di ashram.

Murid-murid Farid berkata, "Pembicaraan kalian berdua akan menjadi berkah besar bagi kami, kami ingin mendengar apa yang dua orang tercerahkan katakan satu sama lain."

Farid tertawa ketika mereka mengatakan ini dan menjawab, "Akan ada pertemuan, tapi kurasa tidak akan ada pembicaraan. Tapi mari kita lihat."

Kabir berkata, "Tanyakan pada Farid. Biarkan dia datang dan tinggal, tapi siapa pun yang berbicara lebih dulu akan membuktikan bahwa dia tidak tercerahkan."

Farid datang. Kabir menerimanya. Mereka tertawa dan saling berpelukan. Kemudian mereka duduk dalam diam. Dua hari Farid ada di sana, dan selama berjam-jam mereka duduk bersama. Para murid gelisah, menunggu mereka mengatakan sesuatu, mengucapkan sesuatu. Tetapi tidak ada satu kata pun yang dikomunikasikan.

Hari ketiga Farid pergi dan Kabir datang untuk mengantarnya. Mereka kembali tertawa, saling berpelukan, lalu berpisah.

Saat mereka berpisah, murid-murid Farid berkumpul di sekelilingnya dan berkata, "Omong kosong! Buang-buang waktu saja. Kami berharap sesuatu akan terjadi. Tidak ada yang terjadi. Mengapa engkau tiba-tiba menjadi begitu bodoh? Engkau berbicara begitu banyak kepada kami."

Farid menjawab, "Semua yang kutahu, dia juga tahu. Tidak ada yang bisa dikatakan. Aku menatap matanya, dan dia ada di sana, di mana aku berada. Apa pun yang dia lihat telah kulihat. Apa pun yang dia sadari telah kusadari. Tidak ada yang bisa dikatakan."

Dua orang bodoh dapat berbicara. Mereka banyak bicara, mereka tidak melakukan apa-apa kecuali berbicara. Dua orang yang tercerahkan tidak dapat berbicara. Pembicaraan itu tidak masuk akal. Dua orang bodoh berbicara tidak ada artinya karena tidak ada yang ingin disampaikan. Mereka tidak tahu apa-apa yang bisa dikatakan, yang harus dikatakan, tetapi mereka terus berbicara. Mereka sedang mengobrol. Mereka tidak bisa menahannya. Itu hanya katarsis kegilaan, hanya rilis.

Dua orang yang tercerahkan tidak dapat berbicara karena mereka mengetahui hal yang sama. Tidak ada yang bisa dikatakan. Hanya satu orang yang tercerahkan dan satu orang yang tidak tercerahkan yang dapat memiliki komunikasi yang bermakna, karena yang satu tahu dan yang lain masih dalam ketidaktahuan. Komunikasi yang berarti, kataku. Aku tidak mengatakan bahwa kebenaran dapat disampaikan, tetapi beberapa petunjuk, beberapa indikasi, beberapa gerakan bisa diberitahukan, sehingga orang lain siap untuk melompat. Kebenaran tidak bisa disampaikan, tapi rasa haus bisa diberikan. Tidak ada ajaran yang sesuai dengan namanya yang dapat diberikan kunci melalui kata-kata.

OSHO
A Bird on the Wing
------------

BELOVED OSHO,

BUDDHA WAS TO GIVE A SPECIAL TALK ONE DAY,AND THOUSANDS OF FOLLOWERS HAD COME FROM MILES AROUND.

WHEN BUDDHA APPEARED HE WAS HOLDING A FLOWER. TIME PASSED, BUT BUDDHA SAID NOTHING. HE JUST LOOKED AT THE FLOWER. THE CROWD GREW RESTLESS, BUT MAHAKASHYAP, WHO COULD RESTRAIN HIMSELF NO LONGER, LAUGHED.

BUDDHA BECKONED HIM OVER, HANDED HIM THE FLOWER, AND SAID TO THE CROWD, "I HAVE THE EYE OF THE TRUE TEACHING. ALL THAT CAN BE GIVEN WITH WORDS I HAVE GIVEN TO YOU; BUT WITH THIS FLOWER, I GIVE TO MAHAKASHYAP THE KEY TO THIS TEACHING."

To all teachings, not only for a Buddha but for all masters -- Jesus, Mahavira, Lao Tzu -- the key cannot be given through verbal communication, the key cannot be delivered through the mind. Nothing can be said about it. The more you say the more difficult it becomes to deliver, because a buddha and you live in such different dimensions -- not only different but diametrically opposite -- that whatsoever a buddha says will be misunderstood.

The physical ear is okay, the spiritual ear is missing. A buddha can talk only to another buddha, this is the problem, and with another buddha there is no need to talk. Buddha has to talk with those who are not enlightened. With them exists the need to talk and communicate, but then communication is impossible.

It is reported of one Mohammedan saint, Farid, that he was passing near Benares where Kabir lived. Followers of Farid said, "It would be just wonderful if you and Kabir met. For us it would be a blessing."

The same thing happened to Kabir and his followers. They heard that Farid was passing, so they said to Kabir that it would be good if he would ask Farid to stay a few days in the ashram.

Farid's disciples said, "You both talking would be a great opportunity for us, we would like to hear what two enlightened persons say to each other."

Farid laughed when they said this and replied, "There will be a meeting, but I don't think there is going to be any talking. But let us see."

Kabir said, "Ask Farid. Let him come and stay -- but whosoever speaks first will prove that he is not enlightened."

Farid came; Kabir received him. They laughed and embraced each other. Then they sat in silence. Two days Farid was there, and for many hours they sat together, with the disciples restless, waiting for them to say something, utter something. But not a single word was communicated.

The third day Farid left and Kabir came to see him off. They again laughed, embraced each other, parted.

The moment they parted Farid's disciples gathered around him and said, "What nonsense! What wastage of time. We were hoping that something was going to happen. Nothing happened. Why did you suddenly become so dumb? You talk so much to us."

Farid replied, "All that I know, he knows also. Nothing is to be said. I looked into his eyes, and he is there, where I am. Whatsoever he has seen I have seen; whatsoever he has realized I have realized. There is nothing to be said."

Two ignorant persons can talk. They talk much; they do nothing except talk. Two enlightened persons cannot talk -- it would be absurd. Two ignorant persons talking is meaningless because there is nothing to convey. They don't know anything that can be said, that should be said, but they go on talking. They are chattering. They cannot help it; it's just a mad catharsis, a release.

Two enlightened persons cannot talk because they know the same. Nothing is to be said. Only one enlightened person and one unenlightened person can have a meaningful communication, because one knows and the other is yet in ignorance. A meaningful communication, I said. I don't say that the truth can be conveyed, but some hints, some indications, some gestures can, so that the other becomes ready to take the jump. The truth cannot be conveyed, but the thirst can be given. No teaching worth the name can give the key through words.

OSHO
A Bird on the Wing

Rabu, 04 Agustus 2021

Christosfer adalah yang keempat. Dalam christosphere, keadaan tanpa pikiran masuk dalam keberadaan. Ini adalah keadaan tanpa pikirannya seorang Buddha, seorang Kristus, bukan keadaan tanpa pikirannya batu. Dalam yang keempat muncul kesadaran, tanpa pusat, tanpa diri di dalamnya. Hanya kesadaran murni tanpa batas, kesadaran tak terhingga. Engkau tidak bisa mengatakan "Aku sadar." Tidak ada 'aku' untuk itu, hanya ada kesadaran. Itu tidak memiliki nama dan bentuk. Itu adalah ketiadaan, itu adalah kekosongan. Dengan kesadaran itu, pemikiran tidak diperlukan. Wawasan mulai berfungsi, intuisi mulai berfungsi.Intelektual hidup dengan biaya sekolah. Orang lain harus mengajarimu sehingga engkau membayar biaya sekolah. Intuisi tidak ada yang harus mengajarimu. Intuisi itu datang dari dalam, tumbuh darimu. Intuisi adalah pembungaan keberadaanmu.Inilah kualitas kesadaran yang disebut meditasi, intuisi, pandangan terang, kesadaran tanpa pusat, keabadian, atau engkau bisa menyebutnya sekarang, saat ini. Tapi ingat, ini bukan masa kini yang ada diantara masa lalu dan masa depan. Ini adalah masa sekarang di mana masa lalu dan masa depan telah larut.De Chardin menyebutnya 'titik omega', Buddha menyebutnya nirwana, Jaina menyebutnya moksha, Kristus menyebutnya 'Tuhan Bapa'. Ini adalah nama yang berbeda. Seluruh sutra ini berkaitan dengan pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat, dari noosfer ke christosfer, dari intelek ke kecerdasan, dari kesadaran akan diri ke tanpa kesadaran diri. Yang ketiga seperti bangun biasa, dan yang keempat adalah apa yang Patanjali sebut turiya, 'yang keempat'. Patanjali tidak memberinya nama apa pun, dan itu tampak sangat indah. Sebutan 'christosphere', terlihat seperti Kristen; sebutan 'Krishnasphere', terlihat seperti Hindu; sebutan Buddhasphere, terlihat seperti Buddhis.Patanjali sangat murni. Dia hanya menyebutnya 'yang keempat'. Itu berisi segalanya. Dia tidak memberinya nama khusus. Untuk tiga yang lain dia memberi nama karena mereka memiliki bentuk, dan di mana pun ada bentuk, nama menjadi relevan. Yang tak berbentuk tidak dapat memiliki nama apapun. Hanya turiya, 'yang keempat'.Seluruh Sutra Prajnaparamita ini adalah tentang pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat.Sariputra sedang berada di puncak yang ketiga: noosfer - refleksi, pemikiran, kesadaran diri. Dia telah melakukan perjalanan hingga yang ketiga, dia telah mencapai yang ketiga dengan maksimal. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan disitu. Dia berdiri di garis batas.OLEH KARENA ITU O SARIPUTRA...Buddha berdiri di luar batas dan memanggil Sariputra maju: "Ayo... ayo... datanglah..." Seluruh sutra diringkas dalam sutra terakhir ini. Semua sutra sebelumnya, sampai sutra terakhir sebelum ini, hanyalah persiapan untuk puncak terakhir ini.TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...KARENA SESEORANG HARUS TAHU...TASMAJ JNATAVYAM...Oleh karena itu, ini adalah satu-satunya hal yang perlu diketahui. Ini adalah kesimpulan dari seluruh dialog yang indah ini. Dialog antara dua energi, Buddha dan Sariputra, karena Sariputra tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ini adalah dialog yang jauh lebih unggul daripada dialog yang ada antara Arjuna dan Kresna dalam Gita (Bagawad Gita), karena Arjuna mengatakan sesuatu. Percakapan Arjuna dan Kresna adalah lisan. Arjuna lebih seperti murid daripada pencari. Dia menjadi pencari hanya di saat terakhir. Ketika Arjuna menjadi pencari, Krishna menjadi masternya. Jika si pencari bukan pencari, bagaimana bisa master menjadi master? Jika pencari hanyalah seorang murid, maka seorang master hanyalah seorang guru.Di mana Gita berakhir, di situlah Sutra Prajnaparamita ini dimulai. Sariputra adalah seorang pencari. Dia benar-benar diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tidak mengajukan pertanyaan secara lisan. Dia tamu, bukan penanya. Seluruh dirinya bertanya, bukan hanya pikirannya. Dia tidak perlu mengucapkan pertanyaannya. Seluruh keberadaannya adalah tanda tanya. Dia berdiri di hadapan Buddha, seluruh tubuhnya haus, terbakar, menjadi sebuah nyala api.Melihat keadaannya, Buddha terus berkata-kata sendiri. Si pencari tidak harus bertanya secara verbal. Sang master tahu kapan si pencari membutuhkan sutra ini. Master jauh lebih tahu apa kebutuhan si pencari daripada si pencari itu sendiri. Si pencari harus menunggu. Mungkin Sariputra telah menunggu selama bertahun-tahun, hampir dua puluh tahun, untuk saat ini, saat ketika sang master melihat kebutuhannya, saat ketika sang master akan merasakan lapar dan hausnya, saat ketika dia layak menerima hadiah dari masternya. Hari itu telah tiba, momen keberuntungan itu telah tiba.TASMAJ JNATAVYAM...Buddha berkata, "Oleh karena itu, O Sariputra, inilah satu-satunya hal yang patut diketahui." Dan sekarang Buddha memadatkan seluruh pesannya menjadi beberapa kalimat kecil, menjadi mantra, menjadi pepatah, menjadi formula. Ini adalah mantra terbesar, karena Buddha telah memasukkan semua yang diperlukan untuk seluruh perjalanan ini. Buddha telah memasukkan semuanya ke dalam formula yang sangat kecil ini.OLEH KARENA ITU, satu-satunya hal yang perlu diketahui adalah ...OSHOThe Heart Sutra------------The christosphere is the fourth. With the christosphere, no-mind comes into existence - the no-mind of a Buddha, of a Christ, not of a rock. With the fourth comes consciousness, without a center, with no self in it; just pure consciousness with no border to it, infinite consciousness. Then you can't say "I am conscious." There is no 'I' to it, it is just consciousness. It has no name and no form. It is nothingness, it is emptiness. With this consciousness, thinking is not needed; insight starts functioning, intuition starts functioning.Intellect lives on tuition. Others have to teach you - that's what tuition is. Intuition nobody has to teach you: it comes from within, it grows out of you, it is a flowering of your being.This is the quality of consciousness called meditation, intuition, insight, consciousness without a center, timelessness; or you can call it the now, the present. But remember, it is not the present between past and future; it is the present in which past and future have both dissolved.De Chardin calls it 'the omega point', Buddha calls it nirvana, Jainas call it moksha, Christ calls it 'God the Father'. These are different names. This whole sutra is concerned with the movement from the third to the fourth, from the noosphere to the christosphere, from intellect to intelligence, from self-consciousness to no self-consciousness. The third is like waking, ordinary waking, and the fourth is what Patanjali calls turiya, 'the fourth'. He has not given it any name, and that seems to be very beautiful. Call it 'christosphere', and it looks Christian; call it 'Krishnasphere', and it looks Hindu; call it Buddhasphere, and it looks Buddhist.Patanjali is very, very pure; he simply calls it 'the fourth'. That contains everything. He has not given it a particular name. For three he gives names because they have forms, and wherever form is, name is relevant. The formless cannot have any name - turiya, 'the fourth'.This whole Prajnaparamita Sutra is about the movement from the third to the fourth.Sariputra is at the peak of the third: the noosphere - reflection, thinking, self-consciousness.He has traveled to the uttermost into the third, he has reached the maximum of it. There is no more to it. He's standing on the boundary line.THEREFORE, O SARIPUTRA...Buddha is standing beyond the boundary and calling Sariputra forth: "Come... come... and yet come..." The whole sutra is condensed today in this last sutra. All of the sutras, up to now, were just preparation for this last peak.TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...THEREFORE ONE SHOULD KNOW...TASMAJ JNATAVYAM...... Therefore the only thing worth knowing is this. This is the conclusion of this whole beautiful dialogue. The dialogue is between two energies, Buddha and Sariputra, because Sariputra has not said a single word. This is a far superior dialogue than exists between Arjuna and Krishna in the Gita, because Arjuna says something. It is verbal. Arjuna is more like a student than like a disciple. He becomes a disciple only at the very end. When he becomes the disciple, Krishna becomes the master. If the disciple is not a disciple, how can the master be a master? If the disciple is just a student, then the master is just a teacher.Where the Gita ends, that is the point where this Prajnaparamita Sutra starts. Sariputra is a disciple: utterly silent, has not uttered a single word, has not even asked a question - not verbally. He's a guest, not a questioner. His whole being is asking, not his mind. He's not verbalizing; his existence is a question mark. He's standing before Buddha, his whole being thirsty, on fire, afire. Seeing his state Buddha goes on saying things on his own. Not that the disciple has to ask; the master knows when the disciple needs. The master knows far better than the disciple himself what his need is. The disciple has to wait. Maybe Sariputra has waited for many years, for twenty years almost, for this moment - when the master would see the need, when the master would feel his hunger and thirst, when he would be worthy of receiving a gift from the master. That day has come, that fortunate moment has arrived.TASMAJ JNATAVYAM...Buddha says, "Therefore, O Sariputra, this is the only thing that is worth knowing." And now he condenses his whole message into a few small words, into a small sentence, into a mantra, into a maxim, into a formula. This is the greatest mantra, because Buddha has contained in it all that is needed for the whole journey. He has put everything into this small, this very small formula.THEREFORE... the only thing worth knowing is...OSHOThe Heart SutraPicture courtesy: PinterestJika anda ingin bimbingan meditasi kesadaran murni silahkan hubungi saya wa 085848355117FREE FRATIS

Christosfer adalah yang keempat. Dalam christosphere, keadaan tanpa pikiran masuk dalam keberadaan. Ini adalah keadaan tanpa pikirannya seorang Buddha, seorang Kristus, bukan keadaan tanpa pikirannya batu. Dalam yang keempat muncul kesadaran, tanpa pusat, tanpa diri di dalamnya. Hanya kesadaran murni tanpa batas, kesadaran tak terhingga. Engkau tidak bisa mengatakan "Aku sadar." Tidak ada 'aku' untuk itu, hanya ada kesadaran. Itu tidak memiliki nama dan bentuk. Itu adalah ketiadaan, itu adalah kekosongan. Dengan kesadaran itu, pemikiran tidak diperlukan. Wawasan mulai berfungsi, intuisi mulai berfungsi.

Intelektual hidup dengan biaya sekolah. Orang lain harus mengajarimu sehingga engkau membayar biaya sekolah. Intuisi tidak ada yang harus mengajarimu. Intuisi itu datang dari dalam, tumbuh darimu. Intuisi adalah pembungaan keberadaanmu.

Inilah kualitas kesadaran yang disebut meditasi, intuisi, pandangan terang, kesadaran tanpa pusat, keabadian, atau engkau bisa menyebutnya sekarang, saat ini. Tapi ingat, ini bukan masa kini yang ada diantara masa lalu dan masa depan. Ini adalah masa sekarang di mana masa lalu dan masa depan telah larut.

De Chardin menyebutnya 'titik omega', Buddha menyebutnya nirwana, Jaina menyebutnya moksha, Kristus menyebutnya 'Tuhan Bapa'. Ini adalah nama yang berbeda. Seluruh sutra ini berkaitan dengan pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat, dari noosfer ke christosfer, dari intelek ke kecerdasan, dari kesadaran akan diri ke tanpa kesadaran diri. Yang ketiga seperti bangun biasa, dan yang keempat adalah apa yang Patanjali sebut turiya, 'yang keempat'. Patanjali tidak memberinya nama apa pun, dan itu tampak sangat indah. Sebutan 'christosphere', terlihat seperti Kristen; sebutan 'Krishnasphere', terlihat seperti Hindu; sebutan Buddhasphere,  terlihat seperti Buddhis.

Patanjali sangat murni. Dia hanya menyebutnya 'yang keempat'. Itu berisi segalanya. Dia tidak memberinya nama khusus. Untuk tiga yang lain dia memberi nama karena mereka memiliki bentuk, dan di mana pun ada bentuk, nama menjadi relevan. Yang tak berbentuk tidak dapat memiliki nama apapun. Hanya turiya, 'yang keempat'.

Seluruh Sutra Prajnaparamita ini adalah tentang pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat.

Sariputra sedang berada di puncak yang ketiga: noosfer - refleksi, pemikiran, kesadaran diri. Dia telah melakukan perjalanan hingga yang ketiga, dia telah mencapai yang ketiga dengan maksimal. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan disitu. Dia berdiri di garis batas.

OLEH KARENA ITU O SARIPUTRA...

Buddha berdiri di luar batas dan memanggil Sariputra maju: "Ayo... ayo... datanglah..." Seluruh sutra diringkas dalam sutra terakhir ini. Semua sutra sebelumnya, sampai sutra terakhir sebelum ini, hanyalah persiapan untuk puncak terakhir ini.

TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...

KARENA SESEORANG HARUS TAHU...

TASMAJ JNATAVYAM...

Oleh karena itu, ini adalah satu-satunya hal yang perlu diketahui. Ini adalah kesimpulan dari seluruh dialog yang indah ini. Dialog antara dua energi, Buddha dan Sariputra, karena Sariputra tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ini adalah dialog yang jauh lebih unggul daripada dialog yang ada antara Arjuna dan Kresna dalam Gita (Bagawad Gita), karena Arjuna mengatakan sesuatu. Percakapan Arjuna dan Kresna adalah lisan. Arjuna lebih seperti murid daripada pencari. Dia menjadi pencari hanya di saat terakhir. Ketika Arjuna menjadi pencari, Krishna menjadi masternya. Jika si pencari bukan pencari, bagaimana bisa master menjadi master? Jika pencari hanyalah seorang murid, maka seorang master hanyalah seorang guru.

Di mana Gita berakhir, di situlah Sutra Prajnaparamita ini dimulai. Sariputra adalah seorang pencari. Dia benar-benar diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tidak mengajukan pertanyaan secara lisan. Dia tamu, bukan penanya. Seluruh dirinya bertanya, bukan hanya pikirannya. Dia tidak perlu mengucapkan pertanyaannya. Seluruh keberadaannya adalah tanda tanya. Dia berdiri di hadapan Buddha, seluruh tubuhnya haus, terbakar, menjadi sebuah nyala api.

Melihat keadaannya, Buddha terus berkata-kata sendiri. Si pencari tidak harus bertanya secara verbal. Sang master tahu kapan si pencari membutuhkan sutra ini. Master jauh lebih tahu apa kebutuhan si pencari daripada si pencari itu sendiri. Si pencari harus menunggu. Mungkin Sariputra telah menunggu selama bertahun-tahun, hampir dua puluh tahun, untuk saat ini, saat ketika sang master melihat kebutuhannya, saat ketika sang master akan merasakan lapar dan hausnya, saat ketika dia layak menerima hadiah dari masternya. Hari itu telah tiba, momen keberuntungan itu telah tiba.

TASMAJ JNATAVYAM...

Buddha berkata, "Oleh karena itu, O Sariputra, inilah satu-satunya hal yang patut diketahui." Dan sekarang Buddha memadatkan seluruh pesannya menjadi beberapa kalimat kecil, menjadi mantra, menjadi pepatah, menjadi formula. Ini adalah mantra terbesar, karena Buddha telah memasukkan semua yang diperlukan untuk seluruh perjalanan ini. Buddha telah memasukkan semuanya ke dalam formula yang sangat kecil ini.

OLEH KARENA ITU, satu-satunya hal yang perlu diketahui adalah ...

OSHO
The Heart Sutra
------------

The christosphere is the fourth. With the christosphere, no-mind comes into existence - the no-mind of a Buddha, of a Christ, not of a rock. With the fourth comes consciousness, without a center, with no self in it; just pure consciousness with no border to it, infinite consciousness. Then you can't say "I am conscious." There is no 'I' to it, it is just consciousness. It has no name and no form. It is nothingness, it is emptiness. With this consciousness, thinking is not needed; insight starts functioning, intuition starts functioning.

Intellect lives on tuition. Others have to teach you - that's what tuition is. Intuition nobody has to teach you: it comes from within, it grows out of you, it is a flowering of your being.

This is the quality of consciousness called meditation, intuition, insight, consciousness without a center, timelessness; or you can call it the now, the present. But remember, it is not the present between past and future; it is the present in which past and future have both dissolved.

De Chardin calls it 'the omega point', Buddha calls it nirvana, Jainas call it moksha, Christ calls it 'God the Father'. These are different names. This whole sutra is concerned with the movement from the third to the fourth, from the noosphere to the christosphere, from intellect to intelligence, from self-consciousness to no self-consciousness. The third is like waking, ordinary waking, and the fourth is what Patanjali calls turiya, 'the fourth'. He has not given it any name, and that seems to be very beautiful. Call it 'christosphere', and it looks Christian; call it 'Krishnasphere', and it looks Hindu; call it Buddhasphere, and it looks Buddhist.

Patanjali is very, very pure; he simply calls it 'the fourth'. That contains everything. He has not given it a particular name. For three he gives names because they have forms, and wherever form is, name is relevant. The formless cannot have any name - turiya, 'the fourth'.

This whole Prajnaparamita Sutra is about the movement from the third to the fourth.

Sariputra is at the peak of the third: the noosphere - reflection, thinking, self-consciousness.

He has traveled to the uttermost into the third, he has reached the maximum of it. There is no more to it. He's standing on the boundary line.

THEREFORE, O SARIPUTRA...

Buddha is standing beyond the boundary and calling Sariputra forth: "Come... come... and yet come..." The whole sutra is condensed today in this last sutra. All of the sutras, up to now, were just preparation for this last peak.

TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...

THEREFORE ONE SHOULD KNOW...

TASMAJ JNATAVYAM...

... Therefore the only thing worth knowing is this. This is the conclusion of this whole beautiful dialogue. The dialogue is between two energies, Buddha and Sariputra, because Sariputra has not said a single word. This is a far superior dialogue than exists between Arjuna and Krishna in the Gita, because Arjuna says something. It is verbal. Arjuna is more like a student than like a disciple. He becomes a disciple only at the very end. When he becomes the disciple, Krishna becomes the master. If the disciple is not a disciple, how can the master be a master? If the disciple is just a student, then the master is just a teacher.

Where the Gita ends, that is the point where this Prajnaparamita Sutra starts. Sariputra is a disciple: utterly silent, has not uttered a single word, has not even asked a question - not verbally. He's a guest, not a questioner. His whole being is asking, not his mind. He's not verbalizing; his existence is a question mark. He's standing before Buddha, his whole being thirsty, on fire, afire. Seeing his state Buddha goes on saying things on his own. Not that the disciple has to ask; the master knows when the disciple needs. The master knows far better than the disciple himself what his need is. The disciple has to wait. Maybe Sariputra has waited for many years, for twenty years almost, for this moment - when the master would see the need, when the master would feel his hunger and thirst, when he would be worthy of receiving a gift from the master. That day has come, that fortunate moment has arrived.

TASMAJ JNATAVYAM...

Buddha says, "Therefore, O Sariputra, this is the only thing that is worth knowing." And now he condenses his whole message into a few small words, into a small sentence, into a mantra, into a maxim, into a formula. This is the greatest mantra, because Buddha has contained in it all that is needed for the whole journey. He has put everything into this small, this very small formula.

THEREFORE... the only thing worth knowing is...

OSHO
The Heart Sutra

Picture courtesy: Pinterest

Jika anda ingin bimbingan meditasi kesadaran murni silahkan hubungi saya  wa 085848355117
FREE FRATIS 

KONTRADIKSI KESUKSESAN BERKESADARAN DAN KESUKSESAN DUNIAWIJIKA ANDA MENCIPTAKAN KESUKSESAN DUNIAWI ITU BERARTI ANDA MENGKERUTKAN KESADARAN DAN JIKA ANDA MENGURANGI ATAU MENIADAKAN PROGRAM2 PIKIRAN YG MENDUKUNG KESUKSESAN DUNIAWI MAKA KESADARAN MELUASDunia bisa ada dan wujud karena vibrasi pikiran getaran yg disebut nicola tesla sebagai VIBRASI ENERGY DAN ATENSI.pikiran prrasaan manusia mencipta menciptakan MATRIX di alamsemesta. Jika anda ingin uang atau saat anda melihat orang lain punya istri cantik dan muncul pikiran harapan cita cita impian untuk memiliki istri cantik maka keinginan itu LANGSUNG di respon alam dan seketika alam membentuk jaringan MATRIX untuk mewujudkannya.cara kerjanya otomatis tanpa butuh persetujuan anda.semua pikiran perasaam anda pasti di wujudkan dengan membuat rancangan bangunan MATRIX.OLEH KARENA ITU ILMU LAW OF ATTRACTION ILMU MINDSET MIND POWER ILMU VIBRASI ILMU MANIFESTASI ILMU BAWAHSADAR ADALAH ILMU YG BERTUJUAN MENCIPTAKAN KEMELEKATAN YG DI TERSTRUKTUR DI ALAMSEMESTA.MENGAKTIFKAN UNSUR BRAHMA(SANG PENCIPTA)DLM DIRI ANDA.Jadi akan melekatkan impian goalsetting dengam mekanisme repetisi visualisasi edifikasi fokus dan menggunakan kekuatan KEYAKINAN.Keinginan2 ini pasti akan terwujud meskipun ANDA SUDAH MATI.jika anda mati maka seluruh harapan cita cita impian goalsetting anda dari pmbelajaran LOA atau harapan2 liar yang tanpa keilmuan akan tetap bertahan neskipun anda mati.file rekaman informasi itu akan tersimpan di gudang penyimpanan semesta yang oleh para ilmuan disebut : AKASHIC RECORDSKetika ada bayi lahir dan getaran orang tuanya selaras dengan file file di gudang akashic records maka file itu akan meluncur untuk menyatu dng sang bayi.itulah yang akan menjadi program sang bayi dlm hidupnya memiliki misi mnyelesaikan harapan dan impian yg masih ada.dalam hindu budha disebut dengan karma.maka wajar jika bayi lahir 70 % sudah membawa catatan NASIBNYA.Itulah yg oleh semua agama disebut TAKDIR Garis hidupnya 70% sudah di tentukan.meskipun begitu ia terap sebagai jiwa yang bebas freewill.untuk mnyelesaikan misinya menghabiskan karmanya atau menciptakan karma barunya sehingga karmanya numpuk berlipat lipat hingga butuh dilahirkan ratusan bahkan ribuan kali.sampai mencapai titik jenuh untuk bermain main dlm drama sinetron kehidupan dan menyadari bahwa ia adalah JIWA.yang tidak berbeda dari sang MAHAJIWA.dan jiwa akan berhasrat kuat untuk kembali.inna lillahi wa inna ilaihi roojiun.DARI ATMAN KEMBALI KE BRAHMAN.inilah biasanya yg disebut jiwa tua.jiwa yang matang sudah waktunya melebur tanpa dilahirkan kembali(MAHASAMADHI/VAIRAGYA).Kalo anda susah kaya atau hidup sengsara padahal anda orang baik.anda perlu untuk melihat catatan khidupan anda sebelumnya(PASTLIVE ANDA).anda akan menemukan hubungan korelasi yang masuk akal.dan menemukan hukum sebab akibatnya.karma.Tapi untuk bisa melihat itu.tidak mudah.karena itu butuh KEKUATAN MUKASYAFAH yang tidak sembarang orang bisa.Ilmu loa memupuk impian dan harapan dan ilmu kesadaran menghancurkan impian keinginan dan harapan.ilmu loa samasekali tidak berguna karena itu sama saja anda menginginkan mendapatkan setetes madu tetapi menempatkan diri anda pada bunuh diri.karena madzorotnya lebih besar dari manfaatnya.oke anda bisa kaya bisa punya istri cantik bisa bahagia di bumi tetapi anda menciptakan MATRIX bangunan energy penciptaan yang tebal tiada akhirnya.hingga itu menjadikan anda dilahirkan berulang kali.anda menciptakan film demi film.yang tidak pernah selesai.Belajar kesadaran,meditasi tanpa obyek,mengenal diri,tasawwuf,zikir murni,dll agar jiwa terbebas dari belenggu siklus kelahiran dan kematian sehingga mencapai fase MAHASAMADHI

KONTRADIKSI KESUKSESAN BERKESADARAN DAN KESUKSESAN DUNIAWI

JIKA ANDA MENCIPTAKAN KESUKSESAN DUNIAWI ITU BERARTI ANDA MENGKERUTKAN KESADARAN DAN JIKA ANDA MENGURANGI ATAU MENIADAKAN PROGRAM2 PIKIRAN YG MENDUKUNG KESUKSESAN DUNIAWI MAKA KESADARAN MELUAS

Dunia bisa ada dan wujud karena vibrasi pikiran getaran yg disebut nicola tesla sebagai VIBRASI ENERGY DAN ATENSI.pikiran prrasaan manusia mencipta menciptakan MATRIX di alamsemesta.
 Jika anda ingin uang atau saat anda melihat orang lain punya istri cantik dan muncul pikiran harapan cita cita impian untuk memiliki istri cantik maka keinginan itu LANGSUNG di respon alam dan seketika alam membentuk jaringan MATRIX untuk mewujudkannya.cara kerjanya otomatis tanpa butuh persetujuan anda.semua pikiran perasaam anda pasti di wujudkan dengan membuat rancangan bangunan MATRIX.

OLEH KARENA ITU ILMU LAW OF ATTRACTION ILMU MINDSET MIND POWER ILMU VIBRASI ILMU MANIFESTASI ILMU BAWAHSADAR ADALAH ILMU YG BERTUJUAN MENCIPTAKAN KEMELEKATAN YG DI TERSTRUKTUR DI ALAMSEMESTA.MENGAKTIFKAN UNSUR BRAHMA(SANG PENCIPTA)DLM DIRI ANDA.

Jadi akan melekatkan impian goalsetting dengam mekanisme repetisi visualisasi edifikasi fokus dan menggunakan kekuatan KEYAKINAN.
Keinginan2 ini pasti akan terwujud meskipun ANDA SUDAH MATI.jika anda mati maka seluruh harapan cita cita impian goalsetting anda dari pmbelajaran LOA atau harapan2 liar yang tanpa keilmuan akan tetap bertahan neskipun anda mati.file rekaman informasi itu akan tersimpan di gudang penyimpanan semesta yang oleh para ilmuan disebut :

                         AKASHIC RECORDS

Ketika ada bayi lahir dan getaran orang tuanya selaras dengan file file di gudang akashic records maka file itu akan meluncur untuk menyatu dng sang bayi.itulah yang akan menjadi program sang bayi dlm hidupnya memiliki misi mnyelesaikan harapan dan impian yg masih ada.dalam hindu budha disebut dengan karma.maka wajar jika bayi lahir 70 % sudah membawa catatan NASIBNYA.Itulah yg oleh semua agama disebut TAKDIR Garis hidupnya 70% sudah di tentukan.meskipun begitu ia terap sebagai jiwa yang bebas freewill.untuk mnyelesaikan misinya menghabiskan karmanya atau menciptakan karma barunya sehingga karmanya numpuk berlipat lipat hingga butuh dilahirkan ratusan bahkan ribuan kali.sampai mencapai titik jenuh untuk bermain main dlm drama sinetron kehidupan dan menyadari bahwa ia adalah JIWA.yang tidak berbeda dari sang MAHAJIWA.dan jiwa akan berhasrat kuat untuk kembali.inna lillahi wa inna ilaihi roojiun.DARI ATMAN KEMBALI KE BRAHMAN.

inilah biasanya yg disebut jiwa tua.jiwa yang matang sudah waktunya melebur tanpa dilahirkan kembali(MAHASAMADHI/VAIRAGYA).

Kalo anda susah kaya atau hidup sengsara padahal anda orang baik.anda perlu untuk melihat catatan khidupan anda sebelumnya(PASTLIVE ANDA).anda akan menemukan hubungan korelasi yang masuk akal.dan menemukan hukum sebab akibatnya.karma.
Tapi untuk bisa melihat itu.tidak mudah.karena itu butuh KEKUATAN MUKASYAFAH yang tidak sembarang orang bisa.

Ilmu loa memupuk impian dan harapan dan ilmu kesadaran menghancurkan impian keinginan dan harapan.ilmu loa samasekali tidak berguna karena itu sama saja anda menginginkan mendapatkan setetes madu tetapi menempatkan diri anda pada bunuh diri.karena madzorotnya lebih besar dari manfaatnya.oke anda bisa kaya bisa punya istri cantik bisa bahagia di bumi tetapi anda menciptakan MATRIX bangunan energy penciptaan yang tebal tiada akhirnya.hingga itu menjadikan anda dilahirkan berulang kali.anda menciptakan film demi film.yang tidak pernah selesai.
Belajar kesadaran,meditasi tanpa obyek,mengenal diri,tasawwuf,zikir murni,dll agar jiwa terbebas dari belenggu siklus kelahiran dan kematian sehingga mencapai fase

                         MAHASAMADHI