Rabu, 04 Agustus 2021

Christosfer adalah yang keempat. Dalam christosphere, keadaan tanpa pikiran masuk dalam keberadaan. Ini adalah keadaan tanpa pikirannya seorang Buddha, seorang Kristus, bukan keadaan tanpa pikirannya batu. Dalam yang keempat muncul kesadaran, tanpa pusat, tanpa diri di dalamnya. Hanya kesadaran murni tanpa batas, kesadaran tak terhingga. Engkau tidak bisa mengatakan "Aku sadar." Tidak ada 'aku' untuk itu, hanya ada kesadaran. Itu tidak memiliki nama dan bentuk. Itu adalah ketiadaan, itu adalah kekosongan. Dengan kesadaran itu, pemikiran tidak diperlukan. Wawasan mulai berfungsi, intuisi mulai berfungsi.Intelektual hidup dengan biaya sekolah. Orang lain harus mengajarimu sehingga engkau membayar biaya sekolah. Intuisi tidak ada yang harus mengajarimu. Intuisi itu datang dari dalam, tumbuh darimu. Intuisi adalah pembungaan keberadaanmu.Inilah kualitas kesadaran yang disebut meditasi, intuisi, pandangan terang, kesadaran tanpa pusat, keabadian, atau engkau bisa menyebutnya sekarang, saat ini. Tapi ingat, ini bukan masa kini yang ada diantara masa lalu dan masa depan. Ini adalah masa sekarang di mana masa lalu dan masa depan telah larut.De Chardin menyebutnya 'titik omega', Buddha menyebutnya nirwana, Jaina menyebutnya moksha, Kristus menyebutnya 'Tuhan Bapa'. Ini adalah nama yang berbeda. Seluruh sutra ini berkaitan dengan pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat, dari noosfer ke christosfer, dari intelek ke kecerdasan, dari kesadaran akan diri ke tanpa kesadaran diri. Yang ketiga seperti bangun biasa, dan yang keempat adalah apa yang Patanjali sebut turiya, 'yang keempat'. Patanjali tidak memberinya nama apa pun, dan itu tampak sangat indah. Sebutan 'christosphere', terlihat seperti Kristen; sebutan 'Krishnasphere', terlihat seperti Hindu; sebutan Buddhasphere, terlihat seperti Buddhis.Patanjali sangat murni. Dia hanya menyebutnya 'yang keempat'. Itu berisi segalanya. Dia tidak memberinya nama khusus. Untuk tiga yang lain dia memberi nama karena mereka memiliki bentuk, dan di mana pun ada bentuk, nama menjadi relevan. Yang tak berbentuk tidak dapat memiliki nama apapun. Hanya turiya, 'yang keempat'.Seluruh Sutra Prajnaparamita ini adalah tentang pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat.Sariputra sedang berada di puncak yang ketiga: noosfer - refleksi, pemikiran, kesadaran diri. Dia telah melakukan perjalanan hingga yang ketiga, dia telah mencapai yang ketiga dengan maksimal. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan disitu. Dia berdiri di garis batas.OLEH KARENA ITU O SARIPUTRA...Buddha berdiri di luar batas dan memanggil Sariputra maju: "Ayo... ayo... datanglah..." Seluruh sutra diringkas dalam sutra terakhir ini. Semua sutra sebelumnya, sampai sutra terakhir sebelum ini, hanyalah persiapan untuk puncak terakhir ini.TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...KARENA SESEORANG HARUS TAHU...TASMAJ JNATAVYAM...Oleh karena itu, ini adalah satu-satunya hal yang perlu diketahui. Ini adalah kesimpulan dari seluruh dialog yang indah ini. Dialog antara dua energi, Buddha dan Sariputra, karena Sariputra tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ini adalah dialog yang jauh lebih unggul daripada dialog yang ada antara Arjuna dan Kresna dalam Gita (Bagawad Gita), karena Arjuna mengatakan sesuatu. Percakapan Arjuna dan Kresna adalah lisan. Arjuna lebih seperti murid daripada pencari. Dia menjadi pencari hanya di saat terakhir. Ketika Arjuna menjadi pencari, Krishna menjadi masternya. Jika si pencari bukan pencari, bagaimana bisa master menjadi master? Jika pencari hanyalah seorang murid, maka seorang master hanyalah seorang guru.Di mana Gita berakhir, di situlah Sutra Prajnaparamita ini dimulai. Sariputra adalah seorang pencari. Dia benar-benar diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tidak mengajukan pertanyaan secara lisan. Dia tamu, bukan penanya. Seluruh dirinya bertanya, bukan hanya pikirannya. Dia tidak perlu mengucapkan pertanyaannya. Seluruh keberadaannya adalah tanda tanya. Dia berdiri di hadapan Buddha, seluruh tubuhnya haus, terbakar, menjadi sebuah nyala api.Melihat keadaannya, Buddha terus berkata-kata sendiri. Si pencari tidak harus bertanya secara verbal. Sang master tahu kapan si pencari membutuhkan sutra ini. Master jauh lebih tahu apa kebutuhan si pencari daripada si pencari itu sendiri. Si pencari harus menunggu. Mungkin Sariputra telah menunggu selama bertahun-tahun, hampir dua puluh tahun, untuk saat ini, saat ketika sang master melihat kebutuhannya, saat ketika sang master akan merasakan lapar dan hausnya, saat ketika dia layak menerima hadiah dari masternya. Hari itu telah tiba, momen keberuntungan itu telah tiba.TASMAJ JNATAVYAM...Buddha berkata, "Oleh karena itu, O Sariputra, inilah satu-satunya hal yang patut diketahui." Dan sekarang Buddha memadatkan seluruh pesannya menjadi beberapa kalimat kecil, menjadi mantra, menjadi pepatah, menjadi formula. Ini adalah mantra terbesar, karena Buddha telah memasukkan semua yang diperlukan untuk seluruh perjalanan ini. Buddha telah memasukkan semuanya ke dalam formula yang sangat kecil ini.OLEH KARENA ITU, satu-satunya hal yang perlu diketahui adalah ...OSHOThe Heart Sutra------------The christosphere is the fourth. With the christosphere, no-mind comes into existence - the no-mind of a Buddha, of a Christ, not of a rock. With the fourth comes consciousness, without a center, with no self in it; just pure consciousness with no border to it, infinite consciousness. Then you can't say "I am conscious." There is no 'I' to it, it is just consciousness. It has no name and no form. It is nothingness, it is emptiness. With this consciousness, thinking is not needed; insight starts functioning, intuition starts functioning.Intellect lives on tuition. Others have to teach you - that's what tuition is. Intuition nobody has to teach you: it comes from within, it grows out of you, it is a flowering of your being.This is the quality of consciousness called meditation, intuition, insight, consciousness without a center, timelessness; or you can call it the now, the present. But remember, it is not the present between past and future; it is the present in which past and future have both dissolved.De Chardin calls it 'the omega point', Buddha calls it nirvana, Jainas call it moksha, Christ calls it 'God the Father'. These are different names. This whole sutra is concerned with the movement from the third to the fourth, from the noosphere to the christosphere, from intellect to intelligence, from self-consciousness to no self-consciousness. The third is like waking, ordinary waking, and the fourth is what Patanjali calls turiya, 'the fourth'. He has not given it any name, and that seems to be very beautiful. Call it 'christosphere', and it looks Christian; call it 'Krishnasphere', and it looks Hindu; call it Buddhasphere, and it looks Buddhist.Patanjali is very, very pure; he simply calls it 'the fourth'. That contains everything. He has not given it a particular name. For three he gives names because they have forms, and wherever form is, name is relevant. The formless cannot have any name - turiya, 'the fourth'.This whole Prajnaparamita Sutra is about the movement from the third to the fourth.Sariputra is at the peak of the third: the noosphere - reflection, thinking, self-consciousness.He has traveled to the uttermost into the third, he has reached the maximum of it. There is no more to it. He's standing on the boundary line.THEREFORE, O SARIPUTRA...Buddha is standing beyond the boundary and calling Sariputra forth: "Come... come... and yet come..." The whole sutra is condensed today in this last sutra. All of the sutras, up to now, were just preparation for this last peak.TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...THEREFORE ONE SHOULD KNOW...TASMAJ JNATAVYAM...... Therefore the only thing worth knowing is this. This is the conclusion of this whole beautiful dialogue. The dialogue is between two energies, Buddha and Sariputra, because Sariputra has not said a single word. This is a far superior dialogue than exists between Arjuna and Krishna in the Gita, because Arjuna says something. It is verbal. Arjuna is more like a student than like a disciple. He becomes a disciple only at the very end. When he becomes the disciple, Krishna becomes the master. If the disciple is not a disciple, how can the master be a master? If the disciple is just a student, then the master is just a teacher.Where the Gita ends, that is the point where this Prajnaparamita Sutra starts. Sariputra is a disciple: utterly silent, has not uttered a single word, has not even asked a question - not verbally. He's a guest, not a questioner. His whole being is asking, not his mind. He's not verbalizing; his existence is a question mark. He's standing before Buddha, his whole being thirsty, on fire, afire. Seeing his state Buddha goes on saying things on his own. Not that the disciple has to ask; the master knows when the disciple needs. The master knows far better than the disciple himself what his need is. The disciple has to wait. Maybe Sariputra has waited for many years, for twenty years almost, for this moment - when the master would see the need, when the master would feel his hunger and thirst, when he would be worthy of receiving a gift from the master. That day has come, that fortunate moment has arrived.TASMAJ JNATAVYAM...Buddha says, "Therefore, O Sariputra, this is the only thing that is worth knowing." And now he condenses his whole message into a few small words, into a small sentence, into a mantra, into a maxim, into a formula. This is the greatest mantra, because Buddha has contained in it all that is needed for the whole journey. He has put everything into this small, this very small formula.THEREFORE... the only thing worth knowing is...OSHOThe Heart SutraPicture courtesy: PinterestJika anda ingin bimbingan meditasi kesadaran murni silahkan hubungi saya wa 085848355117FREE FRATIS

Christosfer adalah yang keempat. Dalam christosphere, keadaan tanpa pikiran masuk dalam keberadaan. Ini adalah keadaan tanpa pikirannya seorang Buddha, seorang Kristus, bukan keadaan tanpa pikirannya batu. Dalam yang keempat muncul kesadaran, tanpa pusat, tanpa diri di dalamnya. Hanya kesadaran murni tanpa batas, kesadaran tak terhingga. Engkau tidak bisa mengatakan "Aku sadar." Tidak ada 'aku' untuk itu, hanya ada kesadaran. Itu tidak memiliki nama dan bentuk. Itu adalah ketiadaan, itu adalah kekosongan. Dengan kesadaran itu, pemikiran tidak diperlukan. Wawasan mulai berfungsi, intuisi mulai berfungsi.

Intelektual hidup dengan biaya sekolah. Orang lain harus mengajarimu sehingga engkau membayar biaya sekolah. Intuisi tidak ada yang harus mengajarimu. Intuisi itu datang dari dalam, tumbuh darimu. Intuisi adalah pembungaan keberadaanmu.

Inilah kualitas kesadaran yang disebut meditasi, intuisi, pandangan terang, kesadaran tanpa pusat, keabadian, atau engkau bisa menyebutnya sekarang, saat ini. Tapi ingat, ini bukan masa kini yang ada diantara masa lalu dan masa depan. Ini adalah masa sekarang di mana masa lalu dan masa depan telah larut.

De Chardin menyebutnya 'titik omega', Buddha menyebutnya nirwana, Jaina menyebutnya moksha, Kristus menyebutnya 'Tuhan Bapa'. Ini adalah nama yang berbeda. Seluruh sutra ini berkaitan dengan pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat, dari noosfer ke christosfer, dari intelek ke kecerdasan, dari kesadaran akan diri ke tanpa kesadaran diri. Yang ketiga seperti bangun biasa, dan yang keempat adalah apa yang Patanjali sebut turiya, 'yang keempat'. Patanjali tidak memberinya nama apa pun, dan itu tampak sangat indah. Sebutan 'christosphere', terlihat seperti Kristen; sebutan 'Krishnasphere', terlihat seperti Hindu; sebutan Buddhasphere,  terlihat seperti Buddhis.

Patanjali sangat murni. Dia hanya menyebutnya 'yang keempat'. Itu berisi segalanya. Dia tidak memberinya nama khusus. Untuk tiga yang lain dia memberi nama karena mereka memiliki bentuk, dan di mana pun ada bentuk, nama menjadi relevan. Yang tak berbentuk tidak dapat memiliki nama apapun. Hanya turiya, 'yang keempat'.

Seluruh Sutra Prajnaparamita ini adalah tentang pergerakan dari yang ketiga ke yang keempat.

Sariputra sedang berada di puncak yang ketiga: noosfer - refleksi, pemikiran, kesadaran diri. Dia telah melakukan perjalanan hingga yang ketiga, dia telah mencapai yang ketiga dengan maksimal. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan disitu. Dia berdiri di garis batas.

OLEH KARENA ITU O SARIPUTRA...

Buddha berdiri di luar batas dan memanggil Sariputra maju: "Ayo... ayo... datanglah..." Seluruh sutra diringkas dalam sutra terakhir ini. Semua sutra sebelumnya, sampai sutra terakhir sebelum ini, hanyalah persiapan untuk puncak terakhir ini.

TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...

KARENA SESEORANG HARUS TAHU...

TASMAJ JNATAVYAM...

Oleh karena itu, ini adalah satu-satunya hal yang perlu diketahui. Ini adalah kesimpulan dari seluruh dialog yang indah ini. Dialog antara dua energi, Buddha dan Sariputra, karena Sariputra tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ini adalah dialog yang jauh lebih unggul daripada dialog yang ada antara Arjuna dan Kresna dalam Gita (Bagawad Gita), karena Arjuna mengatakan sesuatu. Percakapan Arjuna dan Kresna adalah lisan. Arjuna lebih seperti murid daripada pencari. Dia menjadi pencari hanya di saat terakhir. Ketika Arjuna menjadi pencari, Krishna menjadi masternya. Jika si pencari bukan pencari, bagaimana bisa master menjadi master? Jika pencari hanyalah seorang murid, maka seorang master hanyalah seorang guru.

Di mana Gita berakhir, di situlah Sutra Prajnaparamita ini dimulai. Sariputra adalah seorang pencari. Dia benar-benar diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tidak mengajukan pertanyaan secara lisan. Dia tamu, bukan penanya. Seluruh dirinya bertanya, bukan hanya pikirannya. Dia tidak perlu mengucapkan pertanyaannya. Seluruh keberadaannya adalah tanda tanya. Dia berdiri di hadapan Buddha, seluruh tubuhnya haus, terbakar, menjadi sebuah nyala api.

Melihat keadaannya, Buddha terus berkata-kata sendiri. Si pencari tidak harus bertanya secara verbal. Sang master tahu kapan si pencari membutuhkan sutra ini. Master jauh lebih tahu apa kebutuhan si pencari daripada si pencari itu sendiri. Si pencari harus menunggu. Mungkin Sariputra telah menunggu selama bertahun-tahun, hampir dua puluh tahun, untuk saat ini, saat ketika sang master melihat kebutuhannya, saat ketika sang master akan merasakan lapar dan hausnya, saat ketika dia layak menerima hadiah dari masternya. Hari itu telah tiba, momen keberuntungan itu telah tiba.

TASMAJ JNATAVYAM...

Buddha berkata, "Oleh karena itu, O Sariputra, inilah satu-satunya hal yang patut diketahui." Dan sekarang Buddha memadatkan seluruh pesannya menjadi beberapa kalimat kecil, menjadi mantra, menjadi pepatah, menjadi formula. Ini adalah mantra terbesar, karena Buddha telah memasukkan semua yang diperlukan untuk seluruh perjalanan ini. Buddha telah memasukkan semuanya ke dalam formula yang sangat kecil ini.

OLEH KARENA ITU, satu-satunya hal yang perlu diketahui adalah ...

OSHO
The Heart Sutra
------------

The christosphere is the fourth. With the christosphere, no-mind comes into existence - the no-mind of a Buddha, of a Christ, not of a rock. With the fourth comes consciousness, without a center, with no self in it; just pure consciousness with no border to it, infinite consciousness. Then you can't say "I am conscious." There is no 'I' to it, it is just consciousness. It has no name and no form. It is nothingness, it is emptiness. With this consciousness, thinking is not needed; insight starts functioning, intuition starts functioning.

Intellect lives on tuition. Others have to teach you - that's what tuition is. Intuition nobody has to teach you: it comes from within, it grows out of you, it is a flowering of your being.

This is the quality of consciousness called meditation, intuition, insight, consciousness without a center, timelessness; or you can call it the now, the present. But remember, it is not the present between past and future; it is the present in which past and future have both dissolved.

De Chardin calls it 'the omega point', Buddha calls it nirvana, Jainas call it moksha, Christ calls it 'God the Father'. These are different names. This whole sutra is concerned with the movement from the third to the fourth, from the noosphere to the christosphere, from intellect to intelligence, from self-consciousness to no self-consciousness. The third is like waking, ordinary waking, and the fourth is what Patanjali calls turiya, 'the fourth'. He has not given it any name, and that seems to be very beautiful. Call it 'christosphere', and it looks Christian; call it 'Krishnasphere', and it looks Hindu; call it Buddhasphere, and it looks Buddhist.

Patanjali is very, very pure; he simply calls it 'the fourth'. That contains everything. He has not given it a particular name. For three he gives names because they have forms, and wherever form is, name is relevant. The formless cannot have any name - turiya, 'the fourth'.

This whole Prajnaparamita Sutra is about the movement from the third to the fourth.

Sariputra is at the peak of the third: the noosphere - reflection, thinking, self-consciousness.

He has traveled to the uttermost into the third, he has reached the maximum of it. There is no more to it. He's standing on the boundary line.

THEREFORE, O SARIPUTRA...

Buddha is standing beyond the boundary and calling Sariputra forth: "Come... come... and yet come..." The whole sutra is condensed today in this last sutra. All of the sutras, up to now, were just preparation for this last peak.

TASMAJ JNATAVYAM: PRAJNAPARAMITA MAHA-MANTRO MAHA- VIDYAMANTRO 'NUTTARA-MANTRO' SAMASAMA-MANTRAH...

THEREFORE ONE SHOULD KNOW...

TASMAJ JNATAVYAM...

... Therefore the only thing worth knowing is this. This is the conclusion of this whole beautiful dialogue. The dialogue is between two energies, Buddha and Sariputra, because Sariputra has not said a single word. This is a far superior dialogue than exists between Arjuna and Krishna in the Gita, because Arjuna says something. It is verbal. Arjuna is more like a student than like a disciple. He becomes a disciple only at the very end. When he becomes the disciple, Krishna becomes the master. If the disciple is not a disciple, how can the master be a master? If the disciple is just a student, then the master is just a teacher.

Where the Gita ends, that is the point where this Prajnaparamita Sutra starts. Sariputra is a disciple: utterly silent, has not uttered a single word, has not even asked a question - not verbally. He's a guest, not a questioner. His whole being is asking, not his mind. He's not verbalizing; his existence is a question mark. He's standing before Buddha, his whole being thirsty, on fire, afire. Seeing his state Buddha goes on saying things on his own. Not that the disciple has to ask; the master knows when the disciple needs. The master knows far better than the disciple himself what his need is. The disciple has to wait. Maybe Sariputra has waited for many years, for twenty years almost, for this moment - when the master would see the need, when the master would feel his hunger and thirst, when he would be worthy of receiving a gift from the master. That day has come, that fortunate moment has arrived.

TASMAJ JNATAVYAM...

Buddha says, "Therefore, O Sariputra, this is the only thing that is worth knowing." And now he condenses his whole message into a few small words, into a small sentence, into a mantra, into a maxim, into a formula. This is the greatest mantra, because Buddha has contained in it all that is needed for the whole journey. He has put everything into this small, this very small formula.

THEREFORE... the only thing worth knowing is...

OSHO
The Heart Sutra

Picture courtesy: Pinterest

Jika anda ingin bimbingan meditasi kesadaran murni silahkan hubungi saya  wa 085848355117
FREE FRATIS 

KONTRADIKSI KESUKSESAN BERKESADARAN DAN KESUKSESAN DUNIAWIJIKA ANDA MENCIPTAKAN KESUKSESAN DUNIAWI ITU BERARTI ANDA MENGKERUTKAN KESADARAN DAN JIKA ANDA MENGURANGI ATAU MENIADAKAN PROGRAM2 PIKIRAN YG MENDUKUNG KESUKSESAN DUNIAWI MAKA KESADARAN MELUASDunia bisa ada dan wujud karena vibrasi pikiran getaran yg disebut nicola tesla sebagai VIBRASI ENERGY DAN ATENSI.pikiran prrasaan manusia mencipta menciptakan MATRIX di alamsemesta. Jika anda ingin uang atau saat anda melihat orang lain punya istri cantik dan muncul pikiran harapan cita cita impian untuk memiliki istri cantik maka keinginan itu LANGSUNG di respon alam dan seketika alam membentuk jaringan MATRIX untuk mewujudkannya.cara kerjanya otomatis tanpa butuh persetujuan anda.semua pikiran perasaam anda pasti di wujudkan dengan membuat rancangan bangunan MATRIX.OLEH KARENA ITU ILMU LAW OF ATTRACTION ILMU MINDSET MIND POWER ILMU VIBRASI ILMU MANIFESTASI ILMU BAWAHSADAR ADALAH ILMU YG BERTUJUAN MENCIPTAKAN KEMELEKATAN YG DI TERSTRUKTUR DI ALAMSEMESTA.MENGAKTIFKAN UNSUR BRAHMA(SANG PENCIPTA)DLM DIRI ANDA.Jadi akan melekatkan impian goalsetting dengam mekanisme repetisi visualisasi edifikasi fokus dan menggunakan kekuatan KEYAKINAN.Keinginan2 ini pasti akan terwujud meskipun ANDA SUDAH MATI.jika anda mati maka seluruh harapan cita cita impian goalsetting anda dari pmbelajaran LOA atau harapan2 liar yang tanpa keilmuan akan tetap bertahan neskipun anda mati.file rekaman informasi itu akan tersimpan di gudang penyimpanan semesta yang oleh para ilmuan disebut : AKASHIC RECORDSKetika ada bayi lahir dan getaran orang tuanya selaras dengan file file di gudang akashic records maka file itu akan meluncur untuk menyatu dng sang bayi.itulah yang akan menjadi program sang bayi dlm hidupnya memiliki misi mnyelesaikan harapan dan impian yg masih ada.dalam hindu budha disebut dengan karma.maka wajar jika bayi lahir 70 % sudah membawa catatan NASIBNYA.Itulah yg oleh semua agama disebut TAKDIR Garis hidupnya 70% sudah di tentukan.meskipun begitu ia terap sebagai jiwa yang bebas freewill.untuk mnyelesaikan misinya menghabiskan karmanya atau menciptakan karma barunya sehingga karmanya numpuk berlipat lipat hingga butuh dilahirkan ratusan bahkan ribuan kali.sampai mencapai titik jenuh untuk bermain main dlm drama sinetron kehidupan dan menyadari bahwa ia adalah JIWA.yang tidak berbeda dari sang MAHAJIWA.dan jiwa akan berhasrat kuat untuk kembali.inna lillahi wa inna ilaihi roojiun.DARI ATMAN KEMBALI KE BRAHMAN.inilah biasanya yg disebut jiwa tua.jiwa yang matang sudah waktunya melebur tanpa dilahirkan kembali(MAHASAMADHI/VAIRAGYA).Kalo anda susah kaya atau hidup sengsara padahal anda orang baik.anda perlu untuk melihat catatan khidupan anda sebelumnya(PASTLIVE ANDA).anda akan menemukan hubungan korelasi yang masuk akal.dan menemukan hukum sebab akibatnya.karma.Tapi untuk bisa melihat itu.tidak mudah.karena itu butuh KEKUATAN MUKASYAFAH yang tidak sembarang orang bisa.Ilmu loa memupuk impian dan harapan dan ilmu kesadaran menghancurkan impian keinginan dan harapan.ilmu loa samasekali tidak berguna karena itu sama saja anda menginginkan mendapatkan setetes madu tetapi menempatkan diri anda pada bunuh diri.karena madzorotnya lebih besar dari manfaatnya.oke anda bisa kaya bisa punya istri cantik bisa bahagia di bumi tetapi anda menciptakan MATRIX bangunan energy penciptaan yang tebal tiada akhirnya.hingga itu menjadikan anda dilahirkan berulang kali.anda menciptakan film demi film.yang tidak pernah selesai.Belajar kesadaran,meditasi tanpa obyek,mengenal diri,tasawwuf,zikir murni,dll agar jiwa terbebas dari belenggu siklus kelahiran dan kematian sehingga mencapai fase MAHASAMADHI

KONTRADIKSI KESUKSESAN BERKESADARAN DAN KESUKSESAN DUNIAWI

JIKA ANDA MENCIPTAKAN KESUKSESAN DUNIAWI ITU BERARTI ANDA MENGKERUTKAN KESADARAN DAN JIKA ANDA MENGURANGI ATAU MENIADAKAN PROGRAM2 PIKIRAN YG MENDUKUNG KESUKSESAN DUNIAWI MAKA KESADARAN MELUAS

Dunia bisa ada dan wujud karena vibrasi pikiran getaran yg disebut nicola tesla sebagai VIBRASI ENERGY DAN ATENSI.pikiran prrasaan manusia mencipta menciptakan MATRIX di alamsemesta.
 Jika anda ingin uang atau saat anda melihat orang lain punya istri cantik dan muncul pikiran harapan cita cita impian untuk memiliki istri cantik maka keinginan itu LANGSUNG di respon alam dan seketika alam membentuk jaringan MATRIX untuk mewujudkannya.cara kerjanya otomatis tanpa butuh persetujuan anda.semua pikiran perasaam anda pasti di wujudkan dengan membuat rancangan bangunan MATRIX.

OLEH KARENA ITU ILMU LAW OF ATTRACTION ILMU MINDSET MIND POWER ILMU VIBRASI ILMU MANIFESTASI ILMU BAWAHSADAR ADALAH ILMU YG BERTUJUAN MENCIPTAKAN KEMELEKATAN YG DI TERSTRUKTUR DI ALAMSEMESTA.MENGAKTIFKAN UNSUR BRAHMA(SANG PENCIPTA)DLM DIRI ANDA.

Jadi akan melekatkan impian goalsetting dengam mekanisme repetisi visualisasi edifikasi fokus dan menggunakan kekuatan KEYAKINAN.
Keinginan2 ini pasti akan terwujud meskipun ANDA SUDAH MATI.jika anda mati maka seluruh harapan cita cita impian goalsetting anda dari pmbelajaran LOA atau harapan2 liar yang tanpa keilmuan akan tetap bertahan neskipun anda mati.file rekaman informasi itu akan tersimpan di gudang penyimpanan semesta yang oleh para ilmuan disebut :

                         AKASHIC RECORDS

Ketika ada bayi lahir dan getaran orang tuanya selaras dengan file file di gudang akashic records maka file itu akan meluncur untuk menyatu dng sang bayi.itulah yang akan menjadi program sang bayi dlm hidupnya memiliki misi mnyelesaikan harapan dan impian yg masih ada.dalam hindu budha disebut dengan karma.maka wajar jika bayi lahir 70 % sudah membawa catatan NASIBNYA.Itulah yg oleh semua agama disebut TAKDIR Garis hidupnya 70% sudah di tentukan.meskipun begitu ia terap sebagai jiwa yang bebas freewill.untuk mnyelesaikan misinya menghabiskan karmanya atau menciptakan karma barunya sehingga karmanya numpuk berlipat lipat hingga butuh dilahirkan ratusan bahkan ribuan kali.sampai mencapai titik jenuh untuk bermain main dlm drama sinetron kehidupan dan menyadari bahwa ia adalah JIWA.yang tidak berbeda dari sang MAHAJIWA.dan jiwa akan berhasrat kuat untuk kembali.inna lillahi wa inna ilaihi roojiun.DARI ATMAN KEMBALI KE BRAHMAN.

inilah biasanya yg disebut jiwa tua.jiwa yang matang sudah waktunya melebur tanpa dilahirkan kembali(MAHASAMADHI/VAIRAGYA).

Kalo anda susah kaya atau hidup sengsara padahal anda orang baik.anda perlu untuk melihat catatan khidupan anda sebelumnya(PASTLIVE ANDA).anda akan menemukan hubungan korelasi yang masuk akal.dan menemukan hukum sebab akibatnya.karma.
Tapi untuk bisa melihat itu.tidak mudah.karena itu butuh KEKUATAN MUKASYAFAH yang tidak sembarang orang bisa.

Ilmu loa memupuk impian dan harapan dan ilmu kesadaran menghancurkan impian keinginan dan harapan.ilmu loa samasekali tidak berguna karena itu sama saja anda menginginkan mendapatkan setetes madu tetapi menempatkan diri anda pada bunuh diri.karena madzorotnya lebih besar dari manfaatnya.oke anda bisa kaya bisa punya istri cantik bisa bahagia di bumi tetapi anda menciptakan MATRIX bangunan energy penciptaan yang tebal tiada akhirnya.hingga itu menjadikan anda dilahirkan berulang kali.anda menciptakan film demi film.yang tidak pernah selesai.
Belajar kesadaran,meditasi tanpa obyek,mengenal diri,tasawwuf,zikir murni,dll agar jiwa terbebas dari belenggu siklus kelahiran dan kematian sehingga mencapai fase

                         MAHASAMADHI

Selasa, 03 Agustus 2021

Ketika engkau memilih di antara dua pilihan, pilihanmu keluar dari kebingungan. Dari kebingungan tidak akan ada kebebasan. Engkau ingin menikahi gadis ini atau gadis itu, bagaimana engkau akan memilih? Engkau bingung.Kebingungan ini muncul karena engkau termotivasi. Ada motivasi: uang, musik, keamanan. Tapi tidak ada cinta sehingga engkau terkoyak (tidak utuh). Jika cinta yang intens ada di sana, cinta yang penuh gairah ada di sana, maka tidak akan ada pilihan. Gairah itu sendiri yang akan memutuskan. Engkau tidak akan memilih, engkau tidak akan tercabik-cabik. Tetapi orang-orang tidak begitu cerdas dan tidak terlalu intens. Mereka hidup dengan keadaan yang sangat tidak terlalu antusias, biasa-biasa saja. Mereka tidak hidup secara intens. Hidup mereka tidak memiliki api.Kebebasan sejati hanya terjadi ketika hidupmu menjadi begitu total di setiap saat sehingga engkau tidak perlu untuk memutuskan. Totalitaslah yang memutuskan. Apakah engkau mengikutiku? Totalitas itu sendiri yang memutuskan. Engkau tidak menghadapi dua alternatif: apakah akan menikahi wanita ini atau wanita itu. Hatimu sepenuhnya dengan yang satu. Tidak ada motif sehingga engkau tidak terpecah dan tidak ada kebingungan. Jika engkau memutuskan karena kebingungan, engkau akan menciptakan konflik. Kebingungan akan membawamu ke dalam kebingungan yang lebih dalam. Jangan pernah memutuskan dalam keadaan kebingungan.Itulah sebabnya Krishnamurti terus berbicara tentang keadaan tanpa- pilihan. Tanpa pilihan adalah kebebasan.Engaku tidak memilih. Engkau hanya menjadi benar-benar intens. Engkau menjadi benar-benar waspada, sadar, penuh perhatian.Misalnya, engkau sedang mendengarkan aku. Engkau dapat mendengarkan secara tidak intens - setengah tertidur, setengah terjaga, menguap, memikirkan seribu satu hal, merencanakan hal lain, malam terakhir masih berkeliaran di sekitarmu, mabuk dengan seribu satu jenis pikiran- dan engkau juga masih harus mendengarkanku. Lalu ada pertanyaan apakah aku mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Jika engkau mendengarkan dengan penuh sepenuh hati, jika engkau benar-benar berada di sini sekarang, hasratlah yang akan menentukan. Dalam intensitas itu engkau akan tahu apa itu kebenaran. Jika aku mengatakan sesuatu yang benar, itu akan langsung menghantam hatimu. Engkau akan sangat cerdas, sehingga engkau tak mungkin melewatkannya. Kecerdasanmu akan sangat waspada, bagaimana mungkin engkau bisa melewatkannya? Dan jika ada sesuatu yang tidak benar, engkau juga akan segera melihatnya. Visi akan datang, segera. Tidak diperlukan keputusan di pihakmu atas pertanyaan seperti: "Haruskah aku mengikuti orang ini atau tidak?" Pertanyaan itu keluar dari kebingungan. Engkau belum mendengarkan, engkau belum melihatku.Lihat intinya! Dengan kebenaran engkau tidak perlu setuju atau tidak setuju. Kebenaran harus didengar sepenuhnya, dengan kepekaan, itu saja. Dan kepekaan itulah yang menentukan. Engkau melihat, engkau langsung merasakan kebenarannya. Dalam kepekaan itu, engkau telah bergerak ke kebenaran. Ini bukan berarti engkau setuju atau tidak setuju. Bukan karena engkau diyakinkan atau dipertobatkan olehku. Aku tidak mengubah siapa pun. Kebenaran yang melakukannya. Dan kebenaran bukanlah keyakinan, kebenaran bukanlah argumen. Kebenaran adalah kehadiran. Jika engkau hadir, engkau akan merasakannya. Jika engkau tidak hadir, engkau tidak akan merasakannya.Jadi pada tahap ketiga, noosfer, ada kebebasan semu. Karena kebingungan, engkau perlu memutuskan sehingga kebingungan terus berkembang. Kebingungan membawa konflik, karena selalu ada dua sisi dalam dirimu: melakukan ini atau melakukan itu, menjadi atau tidak menjadi. Dan apa pun yang kau putuskan, pihak yang lain akan tetap di sana dan menunggu waktunya untuk membalas dendam. Kebebasan hanya terjadi pada tahap keempat.Kristosfer adalah..OSHOThe Heart Sutra--------------

Ketika engkau memilih di antara dua pilihan, pilihanmu keluar dari kebingungan. Dari kebingungan tidak akan ada kebebasan. Engkau ingin menikahi gadis ini atau gadis itu, bagaimana engkau akan memilih? Engkau bingung.

Kebingungan ini muncul karena engkau termotivasi. Ada motivasi: uang, musik, keamanan. Tapi tidak ada cinta sehingga engkau terkoyak (tidak utuh). Jika cinta yang intens ada di sana, cinta yang penuh gairah ada di sana, maka tidak akan ada pilihan. Gairah itu sendiri yang akan memutuskan. Engkau tidak akan memilih, engkau tidak akan tercabik-cabik. Tetapi orang-orang tidak begitu cerdas dan tidak terlalu intens. Mereka hidup dengan keadaan yang sangat tidak terlalu antusias, biasa-biasa saja. Mereka tidak hidup secara intens. Hidup mereka tidak memiliki api.

Kebebasan sejati hanya terjadi ketika hidupmu menjadi begitu total di setiap saat sehingga engkau tidak perlu untuk memutuskan. Totalitaslah yang memutuskan. Apakah engkau mengikutiku? Totalitas itu sendiri yang memutuskan. Engkau tidak menghadapi dua alternatif: apakah akan menikahi wanita ini atau wanita itu. Hatimu sepenuhnya dengan yang satu. Tidak ada motif sehingga engkau tidak terpecah dan tidak ada kebingungan. Jika engkau memutuskan karena kebingungan, engkau akan menciptakan konflik. Kebingungan akan membawamu ke dalam kebingungan yang lebih dalam. Jangan pernah memutuskan dalam keadaan kebingungan.

Itulah sebabnya Krishnamurti terus berbicara tentang keadaan tanpa- pilihan. Tanpa pilihan adalah kebebasan.

Engaku tidak memilih. Engkau hanya menjadi benar-benar intens. Engkau menjadi benar-benar waspada, sadar, penuh perhatian.

Misalnya, engkau sedang mendengarkan aku. Engkau dapat mendengarkan secara tidak intens - setengah tertidur, setengah terjaga, menguap, memikirkan seribu satu hal, merencanakan hal lain, malam terakhir masih berkeliaran di sekitarmu, mabuk dengan seribu satu jenis pikiran- dan engkau juga masih harus mendengarkanku. Lalu ada pertanyaan apakah aku mengatakan yang sebenarnya atau tidak. 

Jika engkau mendengarkan dengan penuh sepenuh hati, jika engkau benar-benar berada di sini sekarang, hasratlah yang akan menentukan. Dalam intensitas itu engkau akan tahu apa itu kebenaran. Jika aku mengatakan sesuatu yang benar, itu akan langsung menghantam hatimu. Engkau akan sangat cerdas, sehingga engkau tak mungkin melewatkannya. Kecerdasanmu akan sangat waspada, bagaimana mungkin engkau bisa melewatkannya? Dan jika ada sesuatu yang tidak benar, engkau juga akan segera melihatnya. Visi akan datang, segera. Tidak diperlukan keputusan di pihakmu atas pertanyaan seperti: "Haruskah aku mengikuti orang ini atau tidak?" Pertanyaan itu keluar dari kebingungan. Engkau belum mendengarkan, engkau belum melihatku.

Lihat intinya! Dengan kebenaran engkau tidak perlu setuju atau tidak setuju. Kebenaran harus didengar sepenuhnya, dengan kepekaan, itu saja. Dan kepekaan itulah yang menentukan. Engkau melihat, engkau langsung merasakan kebenarannya. Dalam kepekaan itu, engkau telah bergerak ke kebenaran. Ini bukan berarti engkau setuju atau tidak setuju. Bukan karena engkau diyakinkan atau dipertobatkan olehku. Aku tidak mengubah siapa pun. Kebenaran yang melakukannya. Dan kebenaran bukanlah keyakinan, kebenaran bukanlah argumen. Kebenaran adalah kehadiran. Jika engkau hadir, engkau akan merasakannya. Jika engkau tidak hadir, engkau tidak akan merasakannya.

Jadi pada tahap ketiga, noosfer, ada kebebasan semu. Karena kebingungan, engkau perlu memutuskan sehingga kebingungan terus berkembang. Kebingungan membawa konflik, karena selalu ada dua sisi dalam dirimu: melakukan ini atau melakukan itu, menjadi atau tidak menjadi. Dan apa pun yang kau putuskan, pihak yang lain akan tetap di sana dan menunggu waktunya untuk membalas dendam. Kebebasan hanya terjadi pada tahap keempat.

Kristosfer adalah..

OSHO
The Heart Sutra
--------------

LINGKARAN KARMA DAN RE INKARNASI*orang yg tdk mmiliki mimpi/impian seratus persen maka dia mncapai MAHASAMADHI.dia sudah selesai dlm berkarier bermain sinetron di bumi ini.terbebas dari kelahiran dan kematian.sehingga ia kmbali ke asal. atman kmbali ke brahman.mnyatu lebur tiada sehingga tdk di hidupkan kmbali untuk bereinkarnasiImpian2 harapan goal tujuan keinginan keinginan itulah yang membuat pertunjukan layar film berputar.dimensi dimensi akan tercipta.bayi yang lahir sudah membawa tujuan dsn goalnya masing masing.karena itu adalah sebuah misi berupa karma yang harus ia selesaikan di kehidupannya sekarang,lembaran karma yg ia bawa dimasa kehidupan masa lalunya.ia di hidupkan kembali karena sebuah misi ini.menuntaskan karma masa lalunya.Sebagai orangtua kita harus memahami hal ini.dan membantu anak anak kita mencapai tujuannya yang belum kelar.jangan malah memberikan jalan baru dan tujuan baru.jangam pernah menbentuk anak anak seperti keinginanmu.karena ia lahir sudah membawa misinya sendiri.susah senang harus ia terima karena itulah konsekuensinya.orang orang yang memilih bunuh diri sebelum usai masa tugasnya untuk menghabiskan karmanya maka ia akan menambah lama masa hukuman dan misinya.seperti seseorang yang memikul beban di pundaknya dan di tengah jalan ia menambah beban itu makin dalam.Semoga semua jiwa mencapai pemahaman ini dan mencapai kesadaran murni-samadhi-dan mahasamadhi(vairagya)Karma adalah proses pensempurnaan manusia,,,,tidak ada yng di jadikan musuh semuanya adalah cinta*UNTUK MENCAPAI INSANUL KAMIL*Foto:sang mahayoghi mahasamadhi Jaggi vasudev sadh guru india

 *LINGKARAN KARMA DAN RE INKARNASI*

orang yg tdk mmiliki mimpi/impian seratus persen maka dia mncapai MAHASAMADHI.dia sudah selesai dlm berkarier bermain sinetron di bumi ini.terbebas dari kelahiran dan kematian.sehingga ia kmbali ke asal. atman kmbali ke brahman.mnyatu lebur tiada sehingga tdk di hidupkan kmbali untuk bereinkarnasi

Impian2 harapan goal tujuan keinginan keinginan itulah yang membuat pertunjukan layar film berputar.dimensi dimensi akan tercipta.bayi yang lahir sudah membawa tujuan dsn goalnya masing masing.karena itu adalah sebuah misi berupa karma yang harus ia selesaikan di kehidupannya sekarang,lembaran karma  yg ia bawa dimasa kehidupan masa lalunya.ia di hidupkan kembali karena sebuah misi ini.menuntaskan karma masa lalunya.
Sebagai orangtua kita harus memahami hal ini.dan membantu anak anak kita mencapai tujuannya yang belum kelar.jangan malah memberikan jalan baru dan tujuan baru.jangam pernah menbentuk anak anak seperti keinginanmu.karena ia lahir sudah membawa misinya sendiri.susah senang harus ia terima karena itulah konsekuensinya.orang orang yang memilih bunuh diri sebelum usai masa tugasnya untuk menghabiskan karmanya maka ia akan menambah lama masa hukuman dan misinya.seperti seseorang yang memikul beban di pundaknya dan di tengah jalan ia menambah beban itu makin dalam.

Semoga semua jiwa mencapai pemahaman ini dan mencapai kesadaran murni-samadhi-dan mahasamadhi(vairagya)
Karma adalah proses pensempurnaan manusia,,,,tidak ada yng di jadikan musuh semuanya adalah cinta
*UNTUK MENCAPAI INSANUL KAMIL*

Foto:sang mahayoghi mahasamadhi Jaggi vasudev sadh guru india

... PRAJNAPARAMITAYAM UKTO MANTRAH - OLEH PRAJNAPARAMITA MANTRA INI TELAH DIBERIKAN.Dan Buddha berkata, "Aku telah memberikan yang terakhir, yang tertinggi di dalamnya. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, dan tidak ada lagi kemungkinan yang lebih baik darinya."Dan Aku juga mengatakan kepadamu: Tidak ada lagi kemungkinan yang lebih baik darinya. 'Ketiadaan' adalah mantra terbesar. Jika engkau dapat masuk ke dalam ketiadaan, maka tidak ada lagi yang dibutuhkan. Dan itulah keseluruhan pesan Sutra Prajnaparamita.TADYATHA... BERJALAN SEPERTI INI.Sekarang Buddha memadatkan seluruh kitab suci, seluruh dialog, seluruh pesan menjadi beberapa kata.TADYATHA... MANTRA ITU ADALAH:GATE GATE PARAGATE PARASAMGATE BODHI SVAHA :PERGI, PERGI, PERGILAH MELAMPAUI, PERGI MELAMPAUI SEGALA SESUATU DENGAN SEMPURNA.O, DEMI KEBANGKITAN, ALL HAIL!Buddha menggunakan kata 'PERGI' sampai empat kali. Ini adalah empat hal yang Beliau maksudkan untuk kata 'pergi', yaitu: geosfer, biosfer, noosfer, kristosfer. 'Pergi'. Pergi yang pertama adalah pergi dari materi, pergi dari tubuh, pergi dari yang terlihat, dari yang nampak nyata. Lalu Beliau kembali menggunakan kata 'pergi' untuk kedua kalinya. Pergi yang kedua adalah pergilah dari kehidupan, pergi dari yang disebut roda kehidupan dan kematian. 'Pergi melampaui' roda kehidupan dan kematian. Untuk ketiga kalinya Beliau menggunakan lagi kata 'pergi'. Sekarang pergilah melampaui pikiran, pemikiran, berpikir, diri, ego. 'Pergilah melampaui' yang tidak nyata yaitu pikiran, diri, ego. Beliau menggunakan 'pergi' untuk keempat kalinya, yang berarti bahkan pergilah melampaui yang melampaui, christosphere. Sekarang Buddha telah masuk ke dalam yang tidak diciptakan.Hidup telah bergerak satu lingkaran penuh. Ini adalah titik omega, dan ini adalah titik alfa juga. Ini adalah simbol yang harus kau lihat di banyak buku, di banyak kuil, di biara-biara tua - simbol ular menggigit ekornya sendiri.PERGI, PERGI, PERGILAH MELAMPAUI, PERGI MELAMPAUI SEGALA SESUATU DENGAN SEMPURNA.Engkau telah kembali ke rumah.O, DEMI KEBANGKITAN!Inilah satori! Inilah samadhi! Inilah kebangkitan, kebuddhaan...SALAM! HALLELUYA!Engkau dapat bertanya kepada Aneeta: dia terus menyanyikan 'Halleluya'. Inilah Halleluya. Ini adalah keadaan Halleluya: ketika semuanya hilang, ketika semua telah menghilang dan hanya ketiadaan murni yang tertinggal.Ini adalah berkat - Halleluya! Inilah ekstasi yang dicari semua orang. Benar atau salah, tapi semua orang mencari ekstasi ini.Engkau adalah seorang Buddha, dan sekarang engkau belum menjadi seorang Buddha: itulah dilemanya, itulah paradoksnya.Engkau dimaksudkan untuk menjadi seorang Buddha tetapi engkau melewatkannya. Sutra ini menjembatanimu, sutra ini membantumu menjadi apa yang ditakdirkan untukmu. Sutra ini membantumu untuk memenuhi keberadaanmu.Ingat, sutra ini tidak hanya untuk diulangucapkan seperti yang telah dilakukan selama berabad-abad di Cina, Korea, Thailand, Jepang, Ceylon. Mereka terus mengulangi mantra: Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha. Pengulangan itu tidak akan membantu.Mantra ini tidak hanya untuk diulangucapkan. Mantra ini harus dipahami, harus menjadi keberadaanmu.Teruslah bergerak melampaui setiap nama dan bentuk, teruslah bergerak melampaui setiap identitas, teruslah bergerak menjauh dari setiap batasan. Teruslah menjadi lebih besar dan lebih besar, sangat besar, menjadi hebat.Bahkan langit bukanlah batasmu. Terus lanjutkanlah...Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.Svaha adalah ekspresi dari ekstasi tertinggi. Svaha tidak berarti apapun. Itu persis seperti halleluya. Ini adalah seruan kegembiraan yang luar biasa. Berkat telah terjadi, engkau terpenuhi, benar-benar terpenuhi. Tapi ingat, sutra ini tidak hanya untuk diulang-ulang. Buddha telah meringkasnya menjadi beberapa kata sehingga engkau dapat mengingatnya. Dalam beberapa kata ini Buddha telah meletakkan seluruh pesannya, pesan seluruh hidupnya.Engkau adalah seorang Buddha, dan jika engkau tidak mengenali keBudhaanmu, engkau akan menderita. Sutra ini menyatakan engkau sebagai seorang Buddha. Itu sebabnya aku memulai khotbah ini dengan memberi hormat kepada Buddha di dalam dirimu. Aku menyatakan engkau sebagai Buddha! Kenali itu!OSHOThe Heart Sutra------------... PRAJNAPARAMITAYAM UKTO MANTRAH - BY THE PRAJNAPARAMITA HAS THIS SPELL BEEN DELIVERED.And Buddha says, "I have given the last, the ultimate in it. There is no more to it, and there is no more possibility to improve upon it."And I also say to you: There is no more possibility to improve upon it. 'Nothing' is the greatest mantra. If you can enter into nothingness, then nothing else is needed. And that is the whole message of the Prajnaparamita Sutra.TADYATHA... IT RUNS LIKE THIS.Now Buddha condenses the whole scripture, the whole dialogue, the whole message into a few words.TADYATHA... IT RUNS LIKE THIS:GATE GATE PARAGATE PARASAMGATE BODHI SVAHA:GONE, GONE, GONE BEYOND, GONE ALTOGETHER BEYOND.O, WHAT AN AWAKENING, ALL HAIL!Buddha uses 'gone' four times. These are the four things that he uses 'gone' for: the geosphere, the biosphere, the noosphere, the christosphere. 'Gone' - gone from matter, gone from the body, gone from the visible, the tangible. He again uses 'gone' a second time - gone from life, the so-called wheel of life and death. 'Gone beyond', the third time he uses 'gone' - now gone beyond mind, thought, thinking, self, ego. 'Gone altogether beyond' - now he uses it a fourth time... even gone beyond the beyond, the christosphere. Now he has entered into the uncreated.Life has moved a full circle. This is the omega point, and this is the alpha too. This is the symbol you must have seen in many books, in many temples, in old monasteries - the symbol of the snake holding its own tail in its mouth.GONE, GONE, GONE BEYOND, GONE ALTOGETHER...You have come back home.O, WHAT AN AWAKENING!What satori! What samadhi! This is awakening, the buddhahood...ALL-HAIL! Alleluia!You can ask Aneeta: she goes on singing 'Alleluia'. This is the alleluia. This is the state of alleluia: when all is gone, when all has disappeared and only pure nothingness is left behind.This is the benediction - alleluia! This is the ecstasy everybody is searching for. Rightly or wrongly, but everybody is searching for this ecstasy.You are a Buddha, and you are not yet a Buddha: that's the dilemma, that's the paradox.You are meant to be a Buddha but you are missing. This sutra bridges you, this sutra helps you to become that which you are destined to become. This sutra helps you to fulfill your being.Remember, this sutra is not just to be repeated as it has been done down the centuries in China, Korea, Thailand, Japan, Ceylon. They go on repeating: gate gate paragate parasamgate bodhi svaha. That repetition is not going to help.This mantra is not just to be repeated. It has to be understood, it has to become your being.Go on moving beyond every name and form, go on moving beyond every identity, go on moving away from every limitation. Go on becoming bigger and bigger, huge, enormous.Even the sky is not your limit. Go on...Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.Svaha is the expression of the ultimate ecstasy. It does not mean anything; it is just exactly like alleluia. It is a great exclamation of joy. The benediction has happened - you are fulfilled, utterly fulfilled. But this sutra is not just to be repeated, remember. Buddha has condensed it into few words so that you can remember it. In these few words he has put the whole message, his whole life's message.You are a Buddha, and unless you recognize it as that, you will suffer. This sutra declares you to be a Buddha. That's why I started these discourses by saluting the Buddha in you. I declare you to be Buddhas! Recognize it!OSHOThe Heart SutraPicture courtesy: Pinterest

... PRAJNAPARAMITAYAM UKTO MANTRAH - OLEH PRAJNAPARAMITA MANTRA INI TELAH DIBERIKAN.

Dan Buddha berkata, "Aku telah memberikan yang terakhir, yang tertinggi di dalamnya. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, dan tidak ada lagi kemungkinan yang lebih baik darinya."

Dan Aku juga mengatakan kepadamu: Tidak ada lagi kemungkinan yang lebih baik darinya. 'Ketiadaan' adalah mantra terbesar. Jika engkau dapat masuk ke dalam ketiadaan, maka tidak ada lagi yang dibutuhkan. Dan itulah keseluruhan pesan Sutra Prajnaparamita.

TADYATHA... BERJALAN SEPERTI INI.

Sekarang Buddha memadatkan seluruh kitab suci, seluruh dialog, seluruh pesan menjadi beberapa kata.

TADYATHA... MANTRA ITU ADALAH:

GATE GATE PARAGATE PARASAMGATE BODHI SVAHA :

PERGI, PERGI, PERGILAH MELAMPAUI, PERGI MELAMPAUI SEGALA SESUATU DENGAN SEMPURNA.

O, DEMI KEBANGKITAN, ALL HAIL!

Buddha menggunakan kata 'PERGI' sampai empat kali. Ini adalah empat hal yang Beliau maksudkan untuk kata 'pergi', yaitu: geosfer, biosfer, noosfer, kristosfer. 'Pergi'. Pergi yang pertama adalah pergi dari materi, pergi dari tubuh, pergi dari yang terlihat, dari yang nampak nyata. Lalu Beliau kembali menggunakan kata 'pergi' untuk kedua kalinya. Pergi yang kedua adalah pergilah dari kehidupan, pergi dari yang disebut roda kehidupan dan kematian. 'Pergi melampaui' roda kehidupan dan kematian. Untuk ketiga kalinya Beliau menggunakan lagi kata 'pergi'. Sekarang pergilah melampaui pikiran, pemikiran, berpikir, diri, ego. 'Pergilah melampaui' yang tidak nyata yaitu pikiran, diri, ego. Beliau menggunakan 'pergi' untuk keempat kalinya, yang berarti bahkan pergilah melampaui yang melampaui, christosphere. Sekarang Buddha telah masuk ke dalam yang tidak diciptakan.

Hidup telah bergerak satu lingkaran penuh. Ini adalah titik omega, dan ini adalah titik alfa juga. Ini adalah simbol yang harus kau lihat di banyak buku, di banyak kuil, di biara-biara tua - simbol ular menggigit ekornya sendiri.

PERGI, PERGI, PERGILAH MELAMPAUI, PERGI MELAMPAUI SEGALA SESUATU DENGAN SEMPURNA.

Engkau telah kembali ke rumah.

O, DEMI KEBANGKITAN!

Inilah satori! Inilah samadhi! Inilah kebangkitan, kebuddhaan...

SALAM! HALLELUYA!

Engkau dapat bertanya kepada Aneeta: dia terus menyanyikan 'Halleluya'. Inilah Halleluya. Ini adalah keadaan Halleluya: ketika semuanya hilang, ketika semua telah menghilang dan hanya ketiadaan murni yang tertinggal.

Ini adalah berkat - Halleluya! Inilah ekstasi yang dicari semua orang. Benar atau salah, tapi semua orang mencari ekstasi ini.

Engkau adalah seorang Buddha, dan sekarang engkau belum menjadi seorang Buddha: itulah dilemanya, itulah paradoksnya.

Engkau dimaksudkan untuk menjadi seorang Buddha tetapi engkau melewatkannya. Sutra ini menjembatanimu, sutra ini membantumu menjadi apa yang ditakdirkan untukmu. Sutra ini membantumu untuk memenuhi keberadaanmu.

Ingat, sutra ini tidak hanya untuk diulangucapkan seperti yang telah dilakukan selama berabad-abad di Cina, Korea, Thailand, Jepang, Ceylon. Mereka terus mengulangi mantra: Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha. Pengulangan itu tidak akan membantu.

Mantra ini tidak hanya untuk diulangucapkan. Mantra ini harus dipahami, harus menjadi keberadaanmu.

Teruslah bergerak melampaui setiap nama dan bentuk, teruslah bergerak melampaui setiap identitas, teruslah bergerak menjauh dari setiap batasan. Teruslah menjadi lebih besar dan lebih besar, sangat besar, menjadi hebat.

Bahkan langit bukanlah batasmu. Terus lanjutkanlah...

Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.

Svaha adalah ekspresi dari ekstasi tertinggi. Svaha tidak berarti apapun. Itu persis seperti halleluya. Ini adalah seruan kegembiraan yang luar biasa. Berkat telah terjadi, engkau terpenuhi, benar-benar terpenuhi. Tapi ingat, sutra ini tidak hanya untuk diulang-ulang. Buddha telah meringkasnya menjadi beberapa kata sehingga engkau dapat mengingatnya. Dalam beberapa kata ini Buddha telah meletakkan seluruh pesannya, pesan seluruh hidupnya.

Engkau adalah seorang Buddha, dan jika engkau tidak mengenali keBudhaanmu, engkau akan menderita. Sutra ini menyatakan engkau sebagai seorang Buddha. Itu sebabnya aku memulai khotbah ini dengan memberi hormat kepada Buddha di dalam dirimu. Aku menyatakan engkau sebagai Buddha! Kenali itu!

OSHO
The Heart Sutra
------------

... PRAJNAPARAMITAYAM UKTO MANTRAH - BY THE PRAJNAPARAMITA HAS THIS SPELL BEEN DELIVERED.

And Buddha says, "I have given the last, the ultimate in it. There is no more to it, and there is no more possibility to improve upon it."

And I also say to you: There is no more possibility to improve upon it. 'Nothing' is the greatest mantra. If you can enter into nothingness, then nothing else is needed. And that is the whole message of the Prajnaparamita Sutra.

TADYATHA... IT RUNS LIKE THIS.

Now Buddha condenses the whole scripture, the whole dialogue, the whole message into a few words.

TADYATHA... IT RUNS LIKE THIS:

GATE GATE PARAGATE PARASAMGATE BODHI SVAHA:

GONE, GONE, GONE BEYOND, GONE ALTOGETHER BEYOND.

O, WHAT AN AWAKENING, ALL HAIL!

Buddha uses 'gone' four times. These are the four things that he uses 'gone' for: the geosphere, the biosphere, the noosphere, the christosphere. 'Gone' - gone from matter, gone from the body, gone from the visible, the tangible. He again uses 'gone' a second time - gone from life, the so-called wheel of life and death. 'Gone beyond', the third time he uses 'gone' - now gone beyond mind, thought, thinking, self, ego. 'Gone altogether beyond' - now he uses it a fourth time... even gone beyond the beyond, the christosphere. Now he has entered into the uncreated.

Life has moved a full circle. This is the omega point, and this is the alpha too. This is the symbol you must have seen in many books, in many temples, in old monasteries - the symbol of the snake holding its own tail in its mouth.

GONE, GONE, GONE BEYOND, GONE ALTOGETHER...

You have come back home.

O, WHAT AN AWAKENING!

What satori! What samadhi! This is awakening, the buddhahood...

ALL-HAIL! Alleluia!

You can ask Aneeta: she goes on singing 'Alleluia'. This is the alleluia. This is the state of alleluia: when all is gone, when all has disappeared and only pure nothingness is left behind.

This is the benediction - alleluia! This is the ecstasy everybody is searching for. Rightly or wrongly, but everybody is searching for this ecstasy.

You are a Buddha, and you are not yet a Buddha: that's the dilemma, that's the paradox.

You are meant to be a Buddha but you are missing. This sutra bridges you, this sutra helps you to become that which you are destined to become. This sutra helps you to fulfill your being.

Remember, this sutra is not just to be repeated as it has been done down the centuries in China, Korea, Thailand, Japan, Ceylon. They go on repeating: gate gate paragate parasamgate bodhi svaha. That repetition is not going to help.

This mantra is not just to be repeated. It has to be understood, it has to become your being.

Go on moving beyond every name and form, go on moving beyond every identity, go on moving away from every limitation. Go on becoming bigger and bigger, huge, enormous.

Even the sky is not your limit. Go on...

Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.

Svaha is the expression of the ultimate ecstasy. It does not mean anything; it is just exactly like alleluia. It is a great exclamation of joy. The benediction has happened - you are fulfilled, utterly fulfilled. But this sutra is not just to be repeated, remember. Buddha has condensed it into few words so that you can remember it. In these few words he has put the whole message, his whole life's message.

You are a Buddha, and unless you recognize it as that, you will suffer. This sutra declares you to be a Buddha. That's why I started these discourses by saluting the Buddha in you. I declare you to be Buddhas! Recognize it!

OSHO
The Heart Sutra

Picture courtesy: Pinterest

Tdk ada masalalu,masa depan.masalalu itu saat ini masa depan juga saat ini.kalo kita bisa mengalami ini kita akan tau masalalu krn itu juga saat ini aslinya.waktu itu ilusi.

Tdk ada masalalu,masa depan.masalalu itu saat ini masa depan juga saat ini.kalo kita bisa mengalami ini kita akan tau masalalu krn itu juga saat ini aslinya.waktu itu ilusi.

*NAFSU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF*Hampir semua agama melihat nafsu sebagai hambatan dalam menuju tuhan.ia adalah penghalang.dalam terminologi semua aliran yoga,nafsu adalah tembok yang menutupi kesadaran.ini sebabnya di butuhkan perjuangan untuk meruntuhkannya.semua di awali dari persepsi.jika engkau mempersepsikan nafsu sebagai hambatan dan pihak yang menutupi maka engkau harus berjuang .agama dan yoga adalah metode berperang dan pertarungan dengan nafsu agar mencapai tuhan dan kesadaran.Ini adalah metode pemerkosaan terhadap nafsu.Ada perspektif sebaliknya,yaitu *TANTRA*,tantra menganggap nafsu adalah ketuhanan/kesadaran yang masih berupa benih.itu adalah benih ketuhanan.dia adalah altar pintu masuk menuju tuhan.sebuah kuil sebuah media sebuah sarana sebuah jembatan satu bentuk washilah untuk kesadaran dab tuhan.pandangan ini membuat para tantrik tidak memperkosa nafsu tidak melawannya tapi menggunakannya sebagai media.semua berawal dari persepsi .tuhan sesuai persangkaan hambanya.jika kita menyangka nafsu adalah musuh maka kita butuh senjata untuk memeranginya.(anda adalah yogi).Tapi jika anda menganggap nafsu adalah biji ilahi maka bekerjasamalah dengannya.dia akan membawamu dia akan mnghantarkanmu.(anda adalah seorang TANTRIK).sekalilagi ini bukan Soal mana yang benar,mana yang terbaik karena tidak ada metode yg terbaik.itu terserah anda.sikap anda terhadap nafsu menentukan jalan mana yg seharusnya anda pilih.Ibarat sebuah pohon.TANTRIK menemukan biji kemudian ia menganggap biji adalah bahan baku pohon maka sang tantrik akan menyiraminya memupuknya memberi ruang seluas2nya agar tumbuh alami sehingga pada suatu ketika ia akan menemukan biji tadi menjadi pohon.biji akan berubah sendiri secara alami tanpa di bentuk.YOGA Dan agama menganggap ada tuhan ada kesadaran dan ada ego,ketidaksadaran.sehingga mereka berupaya menentang ego dan ketidaksadaran menuju tuhan dan kesadaran.sedangkan TANTRA menganggap keseluruhan adalah wujud ilahi semuanya adalah wujud kesadaran sehingga itu tidak perlu untuk di ubah itu tidak membutuhkan perjuangan dan bersitegang.karena sejak awal keseluruhannya adalah tuhan.tidak ada tempat bagi yang bukan ilahi.tidak ada satu hal pun yang bukan ilahi.hanya perlu untuk di pahami dan di mengerti lebih dalam.karena jika kita menyelam kedalam apapum disana di kedalaman itulah singgasana tuhan bersemayam.karena tuhan ada dimanapun tak terkecuali.Jadi,jika anda tipe petarung/maskulin anda adalah yogi persiapkan diri untuk berperangJika anda seorang yang lemah/feminim,anda hanya perlu memahami secara mendalam.karena tidak ada musuh yg perlu di taklukkan.maka tantra disimbolkan sebagai wanita dan kebebasan.

*NAFSU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF*

Hampir semua agama melihat nafsu sebagai hambatan dalam menuju tuhan.ia adalah penghalang.dalam terminologi semua aliran yoga,nafsu adalah tembok yang menutupi kesadaran.ini sebabnya di butuhkan perjuangan untuk meruntuhkannya.semua di awali dari persepsi.jika engkau mempersepsikan nafsu sebagai hambatan dan pihak yang menutupi maka engkau harus berjuang .agama dan yoga adalah metode berperang dan pertarungan dengan nafsu agar mencapai  tuhan dan kesadaran.
Ini adalah metode pemerkosaan terhadap nafsu.

Ada perspektif sebaliknya,yaitu *TANTRA*,tantra menganggap nafsu adalah ketuhanan/kesadaran yang masih berupa benih.itu adalah benih ketuhanan.dia adalah altar pintu masuk menuju tuhan.sebuah kuil sebuah media sebuah sarana sebuah jembatan satu bentuk washilah untuk kesadaran dab tuhan.pandangan ini membuat para tantrik tidak memperkosa nafsu tidak melawannya tapi menggunakannya sebagai media.semua berawal dari persepsi .tuhan sesuai persangkaan hambanya.jika kita menyangka nafsu adalah musuh maka kita butuh senjata untuk memeranginya.(anda adalah yogi).
Tapi jika anda menganggap nafsu adalah biji ilahi maka bekerjasamalah dengannya.dia akan membawamu dia akan mnghantarkanmu.(anda adalah seorang TANTRIK).sekalilagi ini bukan Soal mana yang benar,mana yang terbaik karena tidak ada metode yg terbaik.itu terserah anda.sikap anda terhadap nafsu menentukan jalan mana yg seharusnya anda pilih.

Ibarat sebuah pohon.TANTRIK menemukan biji kemudian ia menganggap biji adalah bahan baku pohon maka sang tantrik akan menyiraminya memupuknya memberi ruang seluas2nya agar tumbuh alami sehingga pada suatu ketika ia akan menemukan biji tadi menjadi pohon.biji akan berubah sendiri secara alami tanpa di bentuk.

YOGA Dan agama menganggap ada tuhan ada kesadaran dan ada ego,ketidaksadaran.sehingga mereka berupaya menentang ego dan ketidaksadaran menuju tuhan dan kesadaran.sedangkan TANTRA menganggap keseluruhan adalah wujud ilahi semuanya adalah wujud kesadaran sehingga itu tidak perlu untuk di ubah itu tidak membutuhkan perjuangan dan bersitegang.karena sejak awal keseluruhannya adalah tuhan.tidak ada tempat bagi yang bukan ilahi.tidak ada satu hal pun yang bukan ilahi.hanya perlu untuk di pahami dan di mengerti lebih dalam.karena jika kita menyelam kedalam apapum disana di kedalaman itulah singgasana tuhan bersemayam.karena tuhan ada dimanapun tak terkecuali.


Jadi,jika anda tipe petarung/maskulin anda adalah yogi persiapkan diri untuk berperang

Jika anda seorang yang lemah/feminim,anda hanya perlu memahami secara mendalam.karena tidak ada musuh yg perlu di taklukkan.maka tantra disimbolkan sebagai wanita dan kebebasan.