Jumat, 06 Desember 2024

PAK SONHAJI SETELAH DIBERI GRATIS UMROH DAN UANG RATUSAN JUTA,SEKARANG GRATIS MOTOR

 PAK SONHAJI SETELAH DIBERI GRATIS UMROH DAN UANG RATUSAN JUTA,SEKARANG GRATIS MOTOR


Dalam perjalanan hidup, kisah Pak Son Heji, seorang penjual es keliling (ST), menjadi pelajaran luar biasa tentang kekuatan manifestasi dan kesadaran. Awalnya, beliau hanya seorang bakul kecil yang sempat mendapatkan komentar negatif dari Gus Miftah. Namun, apa yang terjadi setelah itu adalah bukti nyata bahwa hidup dapat berubah secara drastis, bahkan dari titik terendah sekalipun.


Setelah peristiwa  tersebut, bantuan mulai mengalir deras. Mulai dari uang Rp100 juta,400 JUTA,, hadiah Rp10 juta, hingga keberkahan lain seperti perjalanan umroh gratis. Yang terbaru, beliau menerima motor baru dari Boss John LBF, sebuah simbol penghargaan atas perjuangan hidupnya. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana satu keberhasilan awal dapat membuka pintu-pintu rezeki yang lebih besar dan lebih cepat datangnya.


Pelajaran dari Kelas SABDA: Manifestasi dan Kesadaran Murni


Kisah Pak Son Haji adalah gambaran sempurna dari apa yang diajarkan dalam Kelas SABDA. Dalam kelas ini, peserta diajarkan untuk menggabungkan dua kekuatan besar: ilmu kesadaran murni dan ilmu manifestasi.


1. Kesadaran Murni:

Peserta dilatih untuk mencapai state of being di mana mereka sadar sepenuhnya akan jati diri mereka. Kesadaran ini membantu seseorang mengenali kekuatan internal mereka dan melepaskan hambatan yang berasal dari pikiran atau emosi negatif. Dengan demikian, mereka hidup dalam kehadiran murni, tidak terjebak oleh masa lalu atau kekhawatiran masa depan.



2. Ilmu Manifestasi:

Setelah menemukan jati diri dan ketenangan pikiran, peserta belajar bagaimana menciptakan realitas mereka melalui niat yang jelas. Sama seperti Pak Son Heji yang manifestasinya terus berkembang, para peserta Kelas SABDA diajarkan cara menyalurkan energi mereka untuk mewujudkan apa pun yang mereka inginkan, baik itu dalam keuangan, kesehatan, hubungan, atau kedamaian batin.




Kunci Kesuksesan: Pengalaman Pertama Manifestasi


Pengalaman pertama sukses dalam manifestasi adalah titik penting. Ketika seseorang berhasil mewujudkan sesuatu untuk pertama kalinya, kepercayaan diri dan energinya meningkat secara eksponensial. Ini membuat proses manifestasi berikutnya menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Sama seperti aliran rezeki yang dialami oleh Pak Son Heji, hal yang awalnya terlihat mustahil menjadi kenyataan secara beruntun.


Mengapa Kelas SABDA Begitu Berbeda?


Kelas SABDA tidak hanya berfokus pada satu aspek kehidupan, melainkan memadukan kesadaran dan manifestasi menjadi satu kesatuan utuh. Dengan metode sederhana yang memungkinkan perubahan cepat, seperti download aplikasi, peserta mampu:


Menghapus blok mental dan emosional.


Menemukan ketenangan dan jati diri sejati.


Menciptakan realitas yang sesuai dengan keinginan mereka.



Kisah Pak Son Heji hanyalah satu contoh kecil dari keajaiban yang bisa dicapai melalui gabungan ilmu kesadaran dan manifestasi. Kelas SABDA membuka pintu bagi siapa saja yang ingin mewujudkan impian mereka dan hidup dalam harmoni total.


Bagi Anda yang ingin mengalami keajaiban serupa, saatnya menjadikan kesadaran dan manifestasi sebagai bagian dari hidup Anda. Seperti Pak Son Heji, langkah kecil Anda hari ini bisa menjadi awal dari aliran keberuntungan yang tak terputus.




Kamis, 05 Desember 2024

MENGENDALIKAN PIKIRAN

 Mengendalikan Pikiran dengan KELAS SABDA: Solusi Sederhana dan Cepat


Pikiran, seperti remote control, sering sulit dikendalikan, bahkan oleh mereka yang bertahun-tahun mempelajari hukum tarik-menarik. SABDA, metode yang lahir dari perenungan mendalam tanpa panduan buku atau guru, menawarkan pendekatan revolusioner untuk mengondisikan pikiran dan perasaan dengan cepat dan mudah.


Konsep SABDA


1. Unduh: Untuk menciptakan kondisi pikiran atau emosi tertentu, cukup "download" perasaan yang diinginkan—cepat dan sederhana seperti mengunduh aplikasi.



2. Hapus: Ketika keheningan diperlukan, cukup matikan atau hapus "igornya," dan ketenangan langsung tercapai.



3. Wujudkan: Untuk manifestasi keinginan, cukup "unduh" apa yang ingin diwujudkan ke dalam realitas.




Keunggulan SABDA


Instan: Tidak membutuhkan waktu panjang atau metode kompleks.


Mudah: Siap digunakan siapa saja tanpa pengalaman sebelumnya.


Efektif: Menghadirkan ketenangan dan kemampuan mewujudkan dengan efisiensi tinggi.



SABDA menjadikan kendali atas pikiran dan realitas sesederhana klik tombol, memungkinkan Anda hidup dengan lebih damai dan penuh daya cipta.

APA SIH FLOW STATE ITU?

 The Flow atau flow state adalah kondisi mental optimal di mana seseorang begitu terfokus dan tenggelam dalam suatu aktivitas sehingga segala hal di sekitarnya seakan menghilang. Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Mihaly Csikszentmihalyi dalam bukunya "Flow: The Psychology of Optimal Experience."


Dalam flow state, seseorang merasa:


1. Sangat Fokus: Tidak ada gangguan, perhatian sepenuhnya terpusat pada tugas.



2. Kehilangan Kesadaran Waktu: Waktu terasa berjalan lebih cepat atau bahkan berhenti.



3. Efisiensi Tinggi: Segala sesuatu terasa "mudah" dan mengalir tanpa hambatan.



4. Kepuasan Mendalam: Aktivitas itu sendiri menjadi sumber kebahagiaan, bukan hasil akhirnya.



5. Hilangnya Kesadaran Diri: Ego memudar, dan seseorang benar-benar tenggelam dalam apa yang mereka lakukan.




Ciri-Ciri Kondisi Flow


Flow terjadi ketika:


Tantangan aktivitas dan kemampuan pribadi seimbang: Tidak terlalu sulit sehingga membuat frustrasi, tapi juga tidak terlalu mudah sehingga membosankan.


Tujuan jelas: Seseorang memahami apa yang ingin dicapai.


Umpan balik langsung: Progres atau hasil dapat langsung terlihat, memberi motivasi.



Contoh Flow dalam Kehidupan


1. Olahraga: Atlet sering mengalami flow saat sedang bermain atau bertanding, di mana mereka merasa "satu" dengan gerakan mereka.



2. Seni: Pelukis, musisi, atau penulis sering tenggelam dalam proses kreatif hingga lupa waktu.



3. Pekerjaan: Saat menyelesaikan tugas yang menarik dan menantang, seseorang dapat merasa produktif tanpa terganggu.



4. Meditasi atau Yoga: Ketika seseorang benar-benar hadir dalam momen tersebut, mereka masuk dalam flow.




Manfaat Flow


Meningkatkan produktivitas: Seseorang bekerja lebih cepat dan efisien.


Memperbaiki kualitas hasil: Fokus tinggi meningkatkan kreativitas dan presisi.


Kebahagiaan: Flow memberikan rasa puas dan kebahagiaan intrinsik.


Pengembangan diri: Flow mendorong seseorang untuk terus tumbuh karena selalu mencari keseimbangan antara tantangan dan kemampuan.



Cara Mencapai Flow


1. Pilih aktivitas yang menantang tetapi realistis: Temukan aktivitas yang sedikit di atas tingkat kemampuan Anda.



2. Tetapkan tujuan yang jelas: Miliki target spesifik agar Anda tahu ke mana arah fokus Anda.



3. Minimalkan gangguan: Singkirkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi.



4. Latihan konsistensi: Semakin sering Anda terlibat dalam aktivitas yang memungkinkan flow, semakin mudah mencapainya.



5. Hadir sepenuhnya dalam momen: Hindari multitasking, dan nikmati prosesnya.




Flow adalah salah satu kekuatan manusia yang luar biasa karena membawa seseorang ke puncak potensi mereka. Apakah Anda pernah mengalami flow? Jika ya, dalam aktivitas apa?


Di kelas sabda anda akan mengalami kondisi tersebut tanpa usaha dari anda

Rabu, 13 November 2024

 KUNCI HIDUP

Pikiran adalah salah satu faktor yang paling kuat dalam membentuk kehidupan manusia, karena pikiran adalah kendali atas takdir kita. Buddha pernah mengatakan, “What you think, you become. What you feel, you attract. What you imagine, you create.”


Terjemahannya: "Apa yang kau pikirkan, itulah yang kau wujudkan. Apa yang kau rasakan, itulah yang kau tarik. Apa yang kau bayangkan, itulah yang kau ciptakan."


Apa yang kita alami dalam hidup bukan hanya hasil dari tindakan, tetapi juga dari apa yang kita simpan dalam pikiran. Pikiran memiliki daya tarik, seolah menjadi magnet yang menarik berbagai pengalaman sesuai dengan keyakinan kita. Meskipun banyak orang menyadari kekuatan ini, mengubah isi pikiran bukan hal yang mudah. Ada yang dinamakan "mental blok," suatu kondisi di mana pikiran lama bertahan dan melawan setiap perubahan yang diupayakan. Hal ini menjelaskan kenapa seseorang sulit melepaskan kebiasaan buruk, mengubah pola pikir kemiskinan menjadi kelimpahan, dan mencapai perubahan-perubahan besar lainnya.


Menghentikan, menghapus, mengubah, atau mengganti pikiran memang bukan perkara sederhana.


Namun, di kelas Sabda 2, Anda tidak perlu terjebak dalam pertempuran dengan pikiran atau melawan mental blok. Untuk mencapai tujuan, Anda tidak perlu memaksakan perubahan yang berat pada diri sendiri.


Bagaimana bisa, tanpa usaha? Karena yang diperlukan hanyalah pemahaman. Ketika kita sepenuhnya mengerti akar dari apa yang kita alami, kita mendapati bahwa usaha keras tidak lagi diperlukan untuk mencapai apa yang kita inginkan.


Tanpa meditasi, tanpa visualisasi, tanpa afirmasi, tanpa bertarung melawan mental blok, tanpa mengendalikan energi, dan tanpa berfokus secara berlebihan. Dengan membiarkan segalanya berjalan secara alami, Anda akan menyaksikan bagaimana hidup mengalir dengan indah, tanpa perlu intervensi dari diri Anda.


Kelas Sabda 2 ini adalah solusi yang komprehensif dan mendalam untuk setiap tantangan dalam hidup Anda, baik itu terkait dengan kesejahteraan material maupun pertumbuhan spiritual.

Wa 085848355117

Kelas online biaya Rp.1000.000

Dan privat biaya Rp.10.000.000

Rabu, 25 September 2024

 JANGAN MENARUH UANG DI PIKIRAN DAN HATI ANDA,TARUHLAH DI DOMPET ATAU ATM

Sebagai makhluk cahaya, kita turun ke bumi dengan satu tujuan: merasakan kehidupan fisik dengan segala kenikmatan indrawi yang ditawarkannya. Makanan, seks, prestise, dan penghargaan sering menjadi pusat perhatian kita, memberi ilusi kebahagiaan yang tampak abadi. Namun, tanpa disadari, kita sering terjebak dalam perburuan tak berujung, terikat oleh keinginan untuk terus mengulang pengalaman tersebut.


Keinginan yang tidak terkendali ini adalah jebakan. Hal-hal duniawi yang kita anggap sebagai sumber kebahagiaan hanyalah sementara, tetapi dorongan untuk terus mengejarnya membuat kita terlena, menjadikan hidup sebagai siklus perburuan tanpa akhir. Ketika kita membiarkan kenikmatan-kenikmatan ini mengendalikan kita, kita menjadi terikat pada elemen-elemen bumi—keinginan yang membentuk rantai tak terlihat di sekitar kesadaran kita. Kenikmatan fisik dan duniawi bukanlah hal buruk, tetapi ketika kita kehilangan kendali dan membiarkan mereka mendikte hidup kita, kita mulai kehilangan jati diri sejati kita.


Spiritualitas Bukanlah Jalan Menuju Kesaktian atau Kekayaan


Namun, perlu dipahami bahwa spiritualitas bukanlah tentang menjadi sakti, kaya, atau hidup senang. Itu adalah ilusi. Spiritualitas adalah jalan menuju kehancuran total dari apa yang kita pikir sebagai “diri.” Segala sesuatu yang bukan esensi sejati kita harus dihancurkan sehancur-hancurnya, hingga kita seperti menjadi debu yang ditiup angin. Kita dipatahkan, dihancurkan, hingga tidak ada lagi ego yang tersisa. Inilah esensi dari spiritualitas—pembebasan dari segala ikatan duniawi, termasuk ide-ide tentang kehebatan, kekayaan, dan kesuksesan.


Spiritualitas adalah tentang membuang, menjatuhkan semua keinginan yang mengikat kita. Oleh karena itu, lepaskan uang dari pikiran Anda. Jangan menaruh uang di dalam pikiran atau hati Anda. Uang adalah bagian dari dunia luar—taruhlah di dompet, ATM, atau di tempat yang seharusnya, tetapi jangan memasukkannya ke dalam pikiran Anda. Hati dan pikiran hanya boleh diisi dengan kebahagiaan, sukacita, perayaan spiritual, dan kesadaran.


Pikiran yang terisi uang dan hal hal duniawi akan sulit menerima pencerahan


Untuk membebaskan diri dari jebakan perburuan duniawi ini, kita perlu mengembangkan kesadaran yang tajam terhadap diri sendiri. Alih-alih memburu kenikmatan secara membabi buta, kita bisa menikmati secukupnya dengan penuh kesadaran, tanpa membiarkan diri terperangkap oleh dorongan-dorongan tersebut. Menikmati dunia ini tidaklah salah, tetapi menikmati tanpa kesadaran adalah jalan menuju perbudakan batin.


Kenikmatan harus dihadapi dengan kesadaran penuh—seperti mengunyah makanan dengan sadar akan rasa, tekstur, dan sensasi tanpa berlebihan. Dalam setiap tindakan, jika kita hadir sepenuhnya, kenikmatan duniawi tetap bisa dirasakan tetapi tidak akan mencengkeram kita. Kita menjadi pengamat dari pengalaman itu, tidak lagi terseret dalam arus ketidaksadaran.


Menjatuhkan Dunia: Jalan Menuju Pembebasan


Untuk benar-benar merdeka, dunia ini harus dijatuhkan dari kesadaran kita. Bukan berarti kita meninggalkan dunia secara fisik, tetapi kita menolak terikat secara emosional dan mental pada ilusi kenikmatan abadi yang ia tawarkan. Dalam setiap hal yang kita lakukan, kita harus sadar bahwa dunia ini tidaklah abadi. Dengan mengingat ketidakkekalan ini, kita lebih mudah melepaskan keinginan untuk terus berburu dan memiliki.


Menjatuhkan dunia adalah tindakan pemberontakan batin terhadap rantai-rantai yang dibentuk oleh keinginan kita sendiri. Ketika dunia jatuh, rantai pun putus. Kita tidak lagi terjebak dalam perburuan, melainkan hidup dalam kebebasan batin yang sejati—kenikmatan bukanlah tujuan utama, tetapi sebuah pengalaman yang dapat diterima dan dilepaskan dengan mudah.


Sebagai makhluk cahaya, kita memang datang ke bumi untuk merasakan kenikmatan fisik, tetapi jangan biarkan itu merantai kita. Kenikmatan duniawi bukanlah hal yang perlu dihindari, melainkan perlu dinikmati dengan bijak dan penuh kesadaran. Jangan terjebak dalam ilusi bahwa hal-hal ini abadi. Nikmati secukupnya, sadarilah keberadaannya, dan ketika saatnya tiba, lepaskanlah dunia ini.


Yang lebih penting, jangan biarkan duniawi, terutama uang, menguasai pikiran dan hati Anda. Tempatkan uang di luar diri Anda—di dompet, ATM, atau di mana pun, tetapi jangan masukkan ke dalam pikiran. Hati dan pikiran Anda seharusnya diisi hanya dengan kebahagiaan sejati, kesadaran, dan perayaan spiritual. Karena, hanya dengan menjatuhkan dunia dan melepaskan segala ilusi, kita bisa benar-benar bebas.

Minggu, 22 September 2024

 BERTINDAK TIDAK SELALU MENYELESAIKAN SOLUSI

Bertindak kadang juga bikin nambah masalah.karna tindakan biasanya di dasari dan diambil dari otak Reptil.

Tindakan ngawur karena dorongan ketakutan keterpaksaan dan kehawatiran atau tindakan dari keinginan dan ambisi.


Kadang kadang TIDAK MELAKUKAN APA APA  justru menyelamatkan dari masalah yang lebih besar.


Pengalaman nyata pernah bertindak karna dorongan rasa takut dan kehawatiran sampai pada ahirnya terpaksa mengambil tindakan yang seharusnya tidak dilakukan tapi terpaksa dilakukan karena terdesak kondisi.

Hingga pada satu titik dimana TIDAK BISA LAGI MELAKUKAN TINDAKAN KARENA TIDAK ADA JALAN LAGI.dengan terpaksa BERHENTI BERTINDAK   Dan Allohumma mboh.pasrah.tetapi ternyata pasrah atau tidak berbuat apa apa tidak buruk hasilnya.ternyata setelah  tanpa melakukan apa apa dan tenang,masalah yang di bayangkan tidak terjadi.semua baik baik saja tanpa perlu usaha apa apa.


Ahirnya tertawa sendiri.ternyata cuman begitu permainannya.batin sambil ngucap WASHUU.kalo tau begini ngapain kemaren GEDEBUKAN Nyari cara usaha sana sini alah mbelgedes.


Ternyata hanya MATRIX yang tidak semenakutkan apa yg pikiran gambarkan.sebenarnya masalah itu akan berahir dengan sendirinya tanpa perlu di cari jalannya.saat ia datang dia tetap datang dan saat ia pergi ia pergi.usaha yang dulu saya usahakan ternyata tidak pernah menjawab permasalahan.justru masalah selesai tanpa usaha.jadi usaha usaha tersebut tidak berguna dan hanya membuat kacau saja.


Hal ini pun kemudian saya gunakan untuk cek orang lain.disaat punya masalah saya mengamati dari jauh.saat dia berusaha mengatur hidupnya dengan berbagai cara pada ahirnya justru menambah masalahnya.tapi saya diam saja mengamati dan tetap konsisten TIDAK MELAKUKAN APA APA.Dia ribut bikin bisnis ini itu saya cuma diam.karena dia akan tau sendiri lewat waktu.dan benar,sekarang orang  tersebut sudah tidak melakukan apa apa dan lucunya dia cuma bikin usaha kecil kecilan dan jalan.padahal dulu ngoyo perhitungan matang modal jumbo dan lain lain.yang pada ahirnya BERANTAKAN.


Setelah MENEP PIKIRANE,Tenang anteng,sentuhan sentuhan kecil yg di lakukannya tanpa perencanaan dan ambisi, justru pelan pelan tumbuh baik.

Jumat, 20 September 2024

 AMBISI ELON MUSK MENGHAPUS BAHASA UNTUK INTERAKSI BERALIH KE TELEPATI

Elon Musk memiliki ambisi besar dengan perusahaan Starlink, yang awalnya bertujuan untuk mengatasi penyakit seperti Alzheimer dan stroke. Dengan teknologi implant otak yang dikembangkan, diharapkan kerja otak dapat terbantu, sehingga banyak penyakit berbahaya dapat diatasi. Teknologi ini telah terbukti berhasil di laboratorium. Namun, ambisi Elon Musk tidak berhenti di sana. Ia ingin melangkah lebih jauh, dengan cita-cita yang lebih luar biasa: menghapus bahasa manusia dan menggantinya dengan komunikasi berbasis getaran, frekuensi, atau yang disebut telepati.


Alasannya cukup masuk akal. Bahasa sering kali mempersempit informasi. Banyak kesalahpahaman terjadi karena kendala bahasa. Dalam masyarakat dan di media sosial, sering kali kita tidak bermaksud menyinggung orang lain, tetapi kata-kata kita dapat dengan mudah disalahartikan. Akibatnya, orang bisa tersinggung, marah, atau merasa dibenci, meskipun niat kita sebenarnya berbeda. Bahasa, dalam hal ini, menjadi penghalang bagi frekuensi sejati yang kita pancarkan. Orang hanya menangkap kata-kata, bukan energi atau niat di baliknya, yang pada akhirnya menciptakan potensi miskomunikasi yang tajam.


Inilah yang ingin diubah oleh Elon Musk. Ia berpendapat bahwa kata-kata atau bahasa menciptakan bias. Untuk menghilangkan bias ini, ia ingin manusia kembali ke bentuk komunikasi yang lebih alami, tanpa menggunakan kata-kata. Elon Musk membayangkan manusia dapat berkomunikasi melalui gelombang, frekuensi, atau telepati, seperti makhluk di dimensi gaib yang juga tidak menggunakan bahasa. Mereka berkomunikasi secara telepatik, menggunakan frekuensi dan getaran. Di alam gaib tertentu, tidak ada nama atau identitas. Mereka tidak tahu nama satu sama lain, karena identitas pribadi tidak penting. Mereka berinteraksi tanpa batasan identitas, dan komunikasi mereka menjadi satu kesatuan, tidak terdistorsi oleh kepribadian atau bahasa.


Dengan telepati dan frekuensi, maksud kita bisa disampaikan secara penuh dan sempurna, tanpa bias atau kesalahpahaman. Inilah yang ingin dikembangkan oleh Elon Musk. Di sisi lain, konsep serupa sebenarnya sudah diterapkan dalam Buddhisme oleh beberapa guru besar. Misalnya, ada seorang guru Buddha yang mengajar dengan menghadap ke tembok, bukan ke muridnya. Ia tidak ingin terpengaruh oleh kehadiran personal murid-muridnya. Dengan tidak melihat murid secara langsung, ia bisa menghindari bias atau distorsi yang mungkin timbul dari interaksi personal, termasuk prasangka atau emosi masa lalu, baik positif maupun negatif.


Interaksi guru ini berbasis getaran atau frekuensi, bukan pada identitas pribadi. Ini memungkinkan komunikasi yang lebih murni dan tidak terdistorsi. Hal ini juga terjadi dalam konteks modern, termasuk di media sosial. Beberapa orang, termasuk saya, memilih untuk tidak terlalu memperhatikan siapa yang berkomentar atau belajar dengan saya. Mengapa? Karena dengan mengetahui identitas seseorang, jawaban kita bisa terpengaruh oleh bias pribadi, entah karena kita menyukai atau tidak menyukai orang tersebut.


Oleh karena itu, cara terbaik untuk menjaga kemurnian interaksi adalah dengan fokus pada frekuensi dan getaran yang ditangkap, bukan pada identitas atau kepribadian seseorang. Saya membaca frekuensi Anda saat ini, dan Anda membaca frekuensi saya saat ini,lupakan saya sebagai siapa. Dengan cara ini, kita bisa berinteraksi di tingkatan yang lebih murni, bebas dari bias personal.


Tujuan ini sejalan dengan visi Elon Musk, dan kita sebenarnya sudah bisa mulai melakukannya sekarang.