Selasa, 10 Agustus 2021

CERAMAH OSHO TENTANG WANITA

Wanitamu
(Diambil dari ceramah Osho pada tanggal 24 januari 1986, pagi hari. Dibukukan dalam The Sword and the Lotus. Chapter 5. Something of the Sacred)

Laki-laki sangat egois. Itu sebabnya aku menyebutnya male-chauvinistic. Laki-laki telah menciptakan masyarakat kita ini, dan dalam masyarakat ini tidak ada tempat bagi wanita. Dan wanita memiliki kualitas luar biasa sendiri!

Misalnya, jika pria memiliki potensi kecerdasan, wanita itu memiliki potensi cinta. Itu tidak berarti wanita tidak dapat memiliki kecerdasan; wanita bisa memiliki kecerdasan, ia hanya harus diberi kesempatan untuk mengembangkannya. Tapi ia dilahirkan dengan cinta - dia memiliki lebih banyak kasih sayang, lebih banyak kebaikan, lebih banyak pengertian ....

Pria dan wanita adalah dua senar dari satu harpa, tetapi keduanya dalam penderitaan terpisah satu sama lain. Dan karena mereka menderita dan tidak tahu alasannya kenapa, mereka mulai membalas dendam satu sama lain.

Wanita bisa sangat membantu dalam menciptakan masyarakat organik. Dia berbeda dari pria, tetapi tidak sama. Dia sama dengan pria sebagaimana manusia lainnya. Dia memiliki bakat sendiri yang sangat dibutuhkan.

Tidak cukup hanya menghasilkan uang, tidak cukup hanya menjadi sukses di dunia; yang lebih penting adalah rumah yang indah, dan wanita memiliki kapasitas untuk mengubah bangunan rumah (house) apa pun menjadi rumah (home). Wanita bisa mengisinya dengan cinta; dia memiliki kepekaan untuk itu. Wanita bisa meremajakan pria, membantu pria lebih santai.

Dalam Upanishad ada pemberkatan yang sangat aneh bagi pasangan baru. Pasangan baru datang ke seorang Guru Upanishad dan Guru memberikan restu. Dia berkata kepada gadis itu secara khusus, “Aku harap engkau akan menjadi ibu dari sepuluh anak, dan akhirnya, suamimu akan menjadi anak kesebelasmu. Jika engkau belum menjadi ibu bagi suamimu, maka engkau belum berhasil menjadi istri sejati.” Ini sangat aneh tetapi memiliki wawasan psikologis yang luas di dalamnya, karena inilah yang ditemukan psikologi modern, bahwa setiap lelaki mencari sosok ibunya pada wanitanya, dan setiap wanita mencari sosok ayahnya pada lelakinya.

Itu sebabnya setiap pernikahan gagal: engkau tidak dapat menemukan ibumu. Wanita yang engkau nikahi belum datang ke rumahmu sebagai ibumu, ia ingin menjadi istrimu, kekasih. Tetapi pemberkatan Upanishad, yang berusia hampir lima ribu atau enam ribu tahun, memberi wawasan psikologi modern. Seorang wanita, apapun dia, pada dasarnya adalah seorang ibu. Seorang ayah adalah institusi yang diciptakan, itu tidak natural ....

Tetapi ibu akan tetap tak tergantikan. Para Bijak dari masa lalu telah melakukan berbagai percobaan: mereka telah memberi anak-anak semua fasilitas, obat-obatan, semua makanan ... setiap kesempurnaan dari berbagai cabang ilmu pengetahuan, tetapi anehnya anak-anak terus menyusut dan akan mati dalam waktu tiga bulan. Kemudian mereka menemukan bahwa tubuh ibu dan kehangatannya merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan untuk tumbuh. Kehangatan di alam semesta yang luas dan dingin ini mutlak diperlukan di awal, jika tidak, anak akan merasa ditinggalkan. Dia akan menyusut dan mati ....

Laki-laki tidak perlu merasa rendah diri terhadap perempuan. Seluruh ide muncul karena engkau menganggap pria dan wanita sebagai dua spesies. Mereka milik satu umat manusia, dan mereka berdua memiliki kualitas yang saling melengkapi. Mereka berdua saling membutuhkan, dan hanya ketika mereka bersama-sama mereka utuh….

Hidup harus dijalani dengan santai. Perbedaan bukanlah kontradiksi. Perbedaan dapat saling membantu dan sangat meningkatkan satu sama lain. Wanita yang mencintaimu dapat meningkatkan kreativitasmu, dapat menginspirasi engkau ke ketinggian yang tidak pernah engkau impikan. Dan dia tidak meminta apa pun. Dia hanya menginginkan cintamu, yang merupakan hak asasinya.

Sabtu, 07 Agustus 2021

TETAPLAH MENJADI TUANNYA!Aku tidak berkata singkirkanlah ego dan pikiranmu, aku hanya berkata jadilah tuan dari pikiranmu. Aku tidak menyuruhmu untuk menjadi tanpa pikiran, aku hanya berkata: Jangan hanya menjadi pikiran - engkau jauh lebih dari itu.Jadilah kesadaran! Lalu pikiran menjadi hal yang kecil. Engkau bisa menggunakannya kapan pun diperlukan, dan kapan pun tidak diperlukan, engkau bisa melepaskannya.Aku sedang menggunakan pikiranku ketika aku sedang berbicara denganmu. Pikiran harus digunakan; tidak ada jalan lain. Tetapi pada saat aku memasuki kamarku, maka aku tidak terus menggunakannya - tidak ada gunanya. Lalu aku hanya diam.Bersamamu, aku menggunakan bahasa, kata-kata, tetapi ketika aku bersama diriku sendiri, tidak perlu bahasa apa pun, kata-kata apa pun. Ketika aku menetap di dalam diriku sendiri dan tidak ada pertanyaan tentang komunikasi, bahasa menghilang. Kemudian ada sejenis kesadaran yang sama sekali berbeda.Saat ini kesadaranku mengalir melalui pikiran, aku menggunakan mekanisme pikiran untuk mendekatimu. Aku bisa meraihmu dengan tanganku, tetapi aku bukan tangannya. Dan ketika aku menyentuhmu dengan tanganku, tangan hanyalah sebuat alat; sesuatu yang lain sedang menyentuhmu melalui tangan.Tubuh harus digunakan, pikiran harus digunakan, ego, bahasa, dan segala macam hal harus digunakan. Dan engkau diperbolehkan menggunakannya hanya dengan satu syarat: Tetaplah menjadi tuannya.OSHO ~ Ah, This! Chpt 2

TETAPLAH MENJADI TUANNYA!

Aku tidak berkata singkirkanlah ego dan pikiranmu, aku hanya berkata jadilah tuan dari pikiranmu. Aku tidak menyuruhmu untuk menjadi tanpa pikiran, aku hanya berkata: Jangan hanya menjadi pikiran - engkau jauh lebih dari itu.

Jadilah kesadaran! Lalu pikiran menjadi hal yang kecil. Engkau bisa menggunakannya kapan pun diperlukan, dan kapan pun tidak diperlukan, engkau bisa melepaskannya.

Aku sedang menggunakan pikiranku ketika aku sedang berbicara denganmu. Pikiran harus digunakan; tidak ada jalan lain. Tetapi pada saat aku memasuki kamarku, maka aku tidak terus menggunakannya - tidak ada gunanya. Lalu aku hanya diam.

Bersamamu, aku menggunakan bahasa, kata-kata, tetapi ketika aku bersama diriku sendiri, tidak perlu bahasa apa pun, kata-kata apa pun. Ketika aku menetap di dalam diriku sendiri dan tidak ada pertanyaan tentang komunikasi, bahasa menghilang. Kemudian ada sejenis kesadaran yang sama sekali berbeda.

Saat ini kesadaranku mengalir melalui pikiran, aku menggunakan mekanisme pikiran untuk mendekatimu. Aku bisa meraihmu dengan tanganku, tetapi aku bukan tangannya. Dan ketika aku menyentuhmu dengan tanganku, tangan hanyalah sebuat alat; sesuatu yang lain sedang menyentuhmu melalui tangan.

Tubuh harus digunakan, pikiran harus digunakan, ego, bahasa, dan segala macam hal harus digunakan. Dan engkau diperbolehkan menggunakannya hanya dengan satu syarat: Tetaplah menjadi tuannya.

OSHO ~ Ah, This! Chpt 2
TANDA TWIN FLAME/KEMBARAN JIWA/API KEMBAR DARI SEMESTA - 8 TANDA MENARIK UNTUK DIPERHATIKAN

Ketika engkau akan bertemu kembaran jiwa/api kembarmu, tanda-tanda dari alam semesta akan mulai muncul dalam hidupmu.

Tanda-tanda ini ada untuk membantu membimbingmu melalui tahap penting dalam hidupmu dan hubungan yang akan membawa jiwa dan kesadaranmu naik ke tingkat berikutnya.

Ketika engkau menerima tanda-tanda, engkau harus menyadari perjalanan yang akan engkau lalui dan apa artinya bagi masa depanmu.

Pengalaman ini mengubah hidup dan dapat membawa perubahan besar dalam caramu memandang dunia dan orang-orang di dalamnya.

8 Tanda Kembaran Jiwa/Api Kembar Dari Alam Semesta

Apakah engkau bertanya-tanya apakah dirimu akan bertemu atau telah bertemu kembaran jiwa/api kembarmu?

Pikirkan tentang tanda-tanda berikut dan apakah engkau telah melihat/mengalami nya:

1. Engkau Tidak Mencari Satu Sama Lain

Ketika engkau menemukan satu sama lain, tidak satu pun dari dirimu yang secara khusus sedang mencari cinta.

Kembaran jiwamu cenderung muncul ketika engkau tidak mengharapkannya, dan itu tidak pernah terjadi pada jadwal yang engkau harapkan atau duga.

Mencari mereka hanya akan menghasilkan menemukan mitra karma.

Itu karena “kebutuhan” mu untuk menemukannya sebenarnya adalah hasil dari luka lama yang membutuhkan penyembuhan; penyembuhan ini terjadi dalam konteks ini melalui hubungan karma.

Pada dasarnya, engkau akan bertemu mereka ketika engkau harus bertemu mereka dan tidak ada yang dapat mengubah itu - tidak peduli seberapa tidak nyaman waktunya (dan itu akan terjadi!).

2. Engkau Mengalami Sinkronisitas Luar Biasa

Sinkronisitas adalah cara semesta bekerja menyatukan pada kebetulan-kebetulan. 

Ini terjadi dalam dua cara yang signifikan - dengan menyatukan engkau berdua, dan dengan meninggalkan pesan seperti melalui sinkronisasi angka.

Angka-angka yang menjadi sinkron dalam hidupmu disebut angka twin flame/kembaran jiwa karena mereka mengirimkan pesan kepadamu yang berhubungan dengan hubunganmu dengan kembaran jiwamu.

Carilah angka-angka seperti 11, 11:11, 22, 33, dan semua angka palindrom (angka-angka yang sama ) karena ini sering merupakan pesan penting.

Peristiwa yang mengarahkanmu ke pertemuan dengan kembaran jiwa akan segera sinkron.

Engkau berdua menemukan dirimu di tempat yang biasanya tidak engkau tuju atau rencanakan, pada saat engkau seharusnya berada di tempat lain.

Ini juga akan menunjukkan bahwa engkau hampir bertemu beberapa kali, tetapi saat itu bukan saat yang tepat.

3. Engkau Tidak Khawatir Tentang Mereka Meninggalkanmu

Saat engkau memasuki hubungan, engkau tidak khawatir kehilangan mereka.

Itu bukan karena engkau tidak peduli jika engkau kehilangan mereka, itu karena engkau merasa aman dengan cara mereka berpikir tentangmu dan itu membuatmu merasa stabil.

Ketenangan ini adalah cara alam semesta memberimu stabilitas emosional saat engkau maju di sepanjang perjalanan peningkatan diri dan pencerahan.

4. Engkau Mengalami Kemajuan Pribadi

Berbicara tentang perbaikan diri, menghabiskan waktu bersama kembaran jiwamu juga akan menghasilkan tingkat kemajuan pribadi yang tinggi.

Biarkan dirimu dipenuhi dengan jenis dorongan yang hanya datang dengan inspirasi dari alam semesta.

Kehidupan baru membanjirimu, dan di antaramu dengan pasanganmu, ada keinginan kuat untuk meningkatkan dirimu secara fisik, emosional, mental, dan spiritual.

5. Engkau Memiliki Koneksi Intens

Koneksi yang engkau rasakan sangat kuat, sedemikian rupa sehingga engkau dapat merasakannya bahkan ketika mereka tidak ada.

Ini adalah tanda dari alam semesta bahwa koneksimu istimewa dan unik - tetapi juga kuat dan intrinsik untuk hubunganmu.

Bunga api beterbangan ketika engkau bersama, dan engkau bisa merasakan chemistry timbal balik intens yang datang dengan pola jiwa yang serasi.

6. Engkau Merasa Seperti Sudah Mengenal Satu Sama Lain Selamanya

Engkau tahu perasaan itu saat bertemu teman lama yang sudah lama tidak engkau lihat?
Rasanya seperti di rumah, tetapi rumah tua yang bukan milikmu lagi yang engkau harap bisa kamu kunjungi lagi.

Itulah perasaan yang engkau dapatkan ketika bersama kembaran jiwa/api kembarmu, bahkan ketika engkau baru saja bertemu.

Ini lebih dari sekadar perasaan, karena sebenarnya berhubungan dengan hubungan nyata/kesejatian yang engkau miliki bersama pada tataran jiwa.

Alam semesta memungkinkanmu mengakses sejumlah kecil memori emosional dan spiritual ketika engkau menjalani kehidupanmu di alam fisik.

Yang menghasilkan bayangan kenangan kehidupan masa lalu, dan perasaan keakraban mengejutkan yang engkau miliki dengan seseorang yang mungkin adalah orang yang asing.

7. Ada Halangan Di Jalan

Salah satu tanda kembaran jiwa/api kembar yang paling berbeda dari alam semesta adalah adanya rintangan muncul yang mencegahmu memasuki hubungan.

Hambatan-hambatan ini selalu muncul dan dapat memiliki beberapa tujuan.
Pertama, mereka mungkin hanya tes atau tantangan yang dirancang untuk membantu membawamu bersama dan menempatkan engkau pada level yang sama.

Perlakukan itu sebagai pengalaman yang mengikat, dan itu akan menjadi lebih sedikit tantangannya dan akan memiliki lebih banyak peluang.

Di sisi lain, hambatan itu mungkin tidak dapat diatasi.

Hal-hal seperti kesenjangan usia dan jarak sering terjadi dalam hubungan api kembar, dan itu bisa menjadi tanda dari alam semesta bahwa engkau tidak ditakdirkan untuk berada dalam hubungan romantis tradisional dengan kembaran jiwamu.

8. Engkau Merasakan Dorongan Bersama Untuk Melakukan Perubahan Positif

Akhirnya, salah satu tanda nyala api kembar dari alam semesta adalah engkau berdua merasakan dorongan kuat dan tak tergoyahkan untuk bekerja sama untuk menciptakan perubahan positif di dunia.

Pemikiran kemanusiaan adalah ciri khas dari jenis hubungan ini, dan banyak pasangan kembaran jiwa menceburkan diri dalam pekerjaan amal untuk memuaskan keinginan ini.

Hubungan lain yang pernah engkau miliki adalah tentang engkau berdua pasanganmu, apa yang engkau inginkan, dan di mana dirimu ingin berada.

Bukan seperti hubungan dengan kembaran jiwa ini - hub kembaran jiwa adalah tentang apa dampak yang dapat engkau miliki di dunia untuk kepentingan kemanusiaan secara keseluruhan.

Jika alam semesta memberimu tanda-tanda bahwa engkau harus bekerja sama dengan pasanganmu untuk membantu meningkatkan kemanusiaan, menyembuhkan energi kemanusiaan dan bumi dan bekerja bersama menuju pencerahan, maka tidak ada lagi tanda yang lebih pasti bahwa engkau sedang bersama kembaran jiwa/api kembarmu.

Buddhism entered China with Bodhidharma in search of a man to whom the key could be given, a man who could understand silence, who could talk heart to heart without being obsessed in the mind, who had no head. A man with no head was difficult to find in India, because India is a country of pundits and scholars and they have the biggest heads possible. A pundit by and large forgets everything about the heart and he becomes the head. His whole personality becomes lopsided as if only the head exists, and the whole body shrinks and disappears.This communication beyond words is possible only from heart to heart. So for nine years Bodhidharma searched in China, and then he could find only one man. For nine years Bodhidharma was sitting in China, not facing people; he would always sit facing the wall. If you had gone to hear him he would have been facing the wall, his back towards you.People used to ask him, "We have come to listen to you, why do you sit in such a peculiar way?" and Bodhidharma would reply, "I am waiting for the man who can listen to me. I will not look at you, I will not waste my time; I will look only at the person who can listen to me."Then came a man; he stood behind Bodhidharma, cut off his right hand, threw it at Bodhidharma and said, "Turn towards this side, otherwise I am going to cut off my head. Bodhidharma immediately turned and said, "Right -- so you have come. Take this key and relieve me of the work." The key that was passed from Buddha to Mahakashyap Bodhidharma delivered to this man; a Chinese became the seventh master. And up to now it has been traveling. The key is still there, somebody is still holding it; the river has not dried.To me, if all the scriptures of Buddha disappear nothing is lost. Only this anecdote should not disappear. This is the most precious, and scholars have dropped it from Buddha's biography. They say, "This is irrelevant; it doesn't fit with Buddha." But I say to you, "All that Buddha did was just ordinary -- anybody could do that -- but this is extraordinary, this is exceptional. Only a buddha can do this."What happened that morning? Let us start to penetrate into it. Buddha came, sat, and started looking at the flower. He would not look at the people; the flower became the wall. That's what Bodhidharma did. He would look at the wall, he would not look at the people -- he would not waste his look. The flower became the wall and the crowd disappeared. Buddha looked and looked at the flower. What was he doing? When Buddha looks at anything, the quality of his consciousness is transferred. And a flower is one of the most receptive things in the world. Hence, Hindus and Buddhists go with flowers to put at their master's feet or in the temple, because a flower can carry something of your consciousness.A flower is a very receptive thing, and if you are aware of the new research in the West, you will understand it. Now they say plants are more sensitive than you, than man. A flower is the heart of the plant; the whole being comes into it. Much research is going on in Soviet Russia, in the USA, in England, about the sensitivity of plants, and something wonderful has been discovered.One man, a scientist, was working on plants -- how they feel, whether they feel anything or not, whether they have emotions or not. He was sitting with a plant with electrodes fixed to it to detect any movement in its inner being, any sensation, any emotions. He thought, "If I cut this plant, if I tear down a branch or cut it from the earth, what will happen?" Suddenly, the needle making the graph jumped. He had not done anything, he had just had a thought: "If I cut this plant...." The plant became afraid of death and the needle jumped, recording that the plant was trembling. Even the scientist became scared because he had not done anything -- just a thought and the plant received it. Plants are telepathic.Then he worked much -- he worked on long distances. The plant was removed one thousand miles. His plant, the plant he had helped to grow, had watered, loved, was removed one thousand miles away. Here he thought against the plant and there, one thousand miles away, the plant became disturbed. So now, scientifically, it could be seen that the plant's emotions were disturbed.Not only this, but if you think of cutting one plant all the other plants surrounding the area become emotionally disturbed. Also, if someone has cut a plant and he comes into the garden, all the plants become disturbed because this man is not good and they carry the memory. Whenever this man enters the garden the whole garden feels that an evil person is coming in.Now a few scientists think that plants can be used for telepathic communication, because they are more sensitive than the human mind. and a few scientists think that plants can be used to receive communications from other planets, because our instruments are not so refined.OSHOA Bird in the WingPicture courtesy: Pinteret

Buddhism entered China with Bodhidharma in search of a man to whom the key could be given, a man who could understand silence, who could talk heart to heart without being obsessed in the mind, who had no head. A man with no head was difficult to find in India, because India is a country of pundits and scholars and they have the biggest heads possible. A pundit by and large forgets everything about the heart and he becomes the head. His whole personality becomes lopsided as if only the head exists, and the whole body shrinks and disappears.

This communication beyond words is possible only from heart to heart. So for nine years Bodhidharma searched in China, and then he could find only one man. For nine years Bodhidharma was sitting in China, not facing people; he would always sit facing the wall. If you had gone to hear him he would have been facing the wall, his back towards you.

People used to ask him, "We have come to listen to you, why do you sit in such a peculiar way?" and Bodhidharma would reply, "I am waiting for the man who can listen to me. I will not look at you, I will not waste my time; I will look only at the person who can listen to me."

Then came a man; he stood behind Bodhidharma, cut off his right hand, threw it at Bodhidharma and said, "Turn towards this side, otherwise I am going to cut off my head. Bodhidharma immediately turned and said, "Right -- so you have come. Take this key and relieve me of the work." The key that was passed from Buddha to Mahakashyap Bodhidharma delivered to this man; a Chinese became the seventh master. And up to now it has been traveling. The key is still there, somebody is still holding it; the river has not dried.

To me, if all the scriptures of Buddha disappear nothing is lost. Only this anecdote should not disappear. This is the most precious, and scholars have dropped it from Buddha's biography. They say, "This is irrelevant; it doesn't fit with Buddha." But I say to you, "All that Buddha did was just ordinary -- anybody could do that -- but this is extraordinary, this is exceptional. Only a buddha can do this."

What happened that morning? Let us start to penetrate into it. Buddha came, sat, and started looking at the flower. He would not look at the people; the flower became the wall. That's what Bodhidharma did. He would look at the wall, he would not look at the people -- he would not waste his look. The flower became the wall and the crowd disappeared. Buddha looked and looked at the flower. What was he doing? When Buddha looks at anything, the quality of his consciousness is transferred. And a flower is one of the most receptive things in the world. Hence, Hindus and Buddhists go with flowers to put at their master's feet or in the temple, because a flower can carry something of your consciousness.

A flower is a very receptive thing, and if you are aware of the new research in the West, you will understand it. Now they say plants are more sensitive than you, than man. A flower is the heart of the plant; the whole being comes into it. Much research is going on in Soviet Russia, in the USA, in England, about the sensitivity of plants, and something wonderful has been discovered.

One man, a scientist, was working on plants -- how they feel, whether they feel anything or not, whether they have emotions or not. He was sitting with a plant with electrodes fixed to it to detect any movement in its inner being, any sensation, any emotions. He thought, "If I cut this plant, if I tear down a branch or cut it from the earth, what will happen?" Suddenly, the needle making the graph jumped. He had not done anything, he had just had a thought: "If I cut this plant...." The plant became afraid of death and the needle jumped, recording that the plant was trembling. Even the scientist became scared because he had not done anything -- just a thought and the plant received it. Plants are telepathic.

Then he worked much -- he worked on long distances. The plant was removed one thousand miles. His plant, the plant he had helped to grow, had watered, loved, was removed one thousand miles away. Here he thought against the plant and there, one thousand miles away, the plant became disturbed. So now, scientifically, it could be seen that the plant's emotions were disturbed.

Not only this, but if you think of cutting one plant all the other plants surrounding the area become emotionally disturbed. Also, if someone has cut a plant and he comes into the garden, all the plants become disturbed because this man is not good and they carry the memory. Whenever this man enters the garden the whole garden feels that an evil person is coming in.

Now a few scientists think that plants can be used for telepathic communication, because they are more sensitive than the human mind. and a few scientists think that plants can be used to receive communications from other planets, because our instruments are not so refined.

OSHO
A Bird in the Wing

Picture courtesy: Pinteret

VAIRAGYA

V A I R A G Y A .

adalah suatu kondisi dimana konsep konsep tentang ini dan itu dalam kehidupan telah dilampauinya , maka kebahagian HAKIKI yang melampaui dualitas hadir Dalam realita DIRI .
Sehingga Yang Ada dalam menjalani kehidupan hanyalah menyatu Dalam semua keadaan , Maka damai Dari Dalam ( inner peace ) menyembur keluar dimanapun Kita berada Dan Dalam keadaan apapun .
Bagai besi Yang terbakar bara API , dimana cahaya  nyala apinya menutupi badan besinya .

Salam inner peace = world peace

SUNYA

HADIR DISINI SAAT INI